Abstract
Kegiatan komunikasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan sangat krusial untuk memastikan kesiapan menghadapi risiko bencana. Komunikasi yang efektif mampu meningkatkan kesiapsiagaan, membangun ketangguhan komunitas, mendorong mobilisasi mandiri, serta mencegah disinformasi yang memicu kepanikan. Penelitian dengan metode kualitatif-studi kasus ini mengkaji strategi komunikasi, implementasi, hambatan serta umpan balik Karang Taruna Pagerwangi Muda Berdaya dalam mitigasi bencana Sesar Lembang di Desa Pagerwangi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi organisasi dijalankan melalui sosialisasi, pelatihan, pengadaan sarana, dan pemanfaatan media sosial atau media luar ruang. Seluruh tahapan perancangan hingga penerapan strategi ini didasarkan pada model komunikasi Lasswell, yang mencakup penentuan komunikator, pengenalan sasaran, penyusunan pesan, pemilihan media, penetapan efek, serta pengelolaan umpan balik.