Abstract
Transformasi ekosistem media digital yang berlangsung cepat telah meningkatkan tantangan epistemologis dalam jurnalisme, khususnya terkait verifikasi informasi yang terfragmentasi, proliferasi disinformasi, serta semakin kaburnya batas antara fakta, pengalaman, dan opini. Meskipun kajian terdahulu telah banyak membahas verifikasi jurnalistik, objektivitas, kredibilitas sumber, dan pemeriksaan fakta, perhatian terhadap klasifikasi sistematis mengenai berbagai bentuk epistemik fakta yang terlibat dalam konstruksi berita masih relatif terbatas. Artikel ini menjawab kesenjangan tersebut dengan mengkaji Empat Fakta Berita yang dikembangkan oleh Zulkarnain Hamson, yaitu Fakta Empirik, Fakta Publik, Fakta Psikologis, dan Fakta Opini, serta mengonseptualisasikannya sebagai fondasi Jurnalisme Forensik melalui model yang diusulkan, yaitu Hamson’s Four Facts Model of Journalism (HFFMJ). Dengan menggunakan pendekatan kualitatif-konseptual dan narrative literature review, penelitian ini menganalisis secara kritis kerangka Hamson dalam kaitannya dengan perspektif yang telah mapan mengenai jurnalisme, verifikasi, objektivitas, dan konstruksi berita. Hasil analisis menunjukkan bahwa HFFMJ menawarkan taksonomi epistemologis yang khas dengan membedakan bukti empiris, pengalaman publik kolektif, pengalaman psikologis subjektif, dan opini berbasis sumber dalam konstruksi berita. Kontribusi utamanya tidak sekadar menekankan pentingnya verifikasi, tetapi mengidentifikasi jenis fakta apa yang sedang diverifikasi dan status epistemik yang dimilikinya. Dengan demikian, model ini memperluas konsep journalism of verification konvensional melalui kerangka berlapis untuk menelusuri, mengklasifikasikan, menguji, dan merekonstruksi fakta sebelum ditransformasikan menjadi narasi jurnalistik. HFFMJ menawarkan kontribusi teoretis potensial bagi kajian jurnalisme kontemporer, khususnya dalam menghadapi disinformasi digital, jurnalisme warga, pelaporan berbasis data, dan produksi berita berbantuan kecerdasan buatan (AI).