Publishing Journal • Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP)

PENGAPLIKASIAN SALEP MINYAK BUAH MERAH UNTUK MEMPERTAHANKAN KELEMBABAN DAN MEMPERCEPAT PENYEMBUHAN ULKUS DIABETIKUM GRADE 2 DI DESA BOJONG, KECAMATAN MREBET KABUPATEN PURBALINGGA

DOI: 10.35870/pioaj.11039 Published: 29 December 2025 Pages: 41-55 (Vol. 1, No. 2) Views: 9
Authors & Researchers
J
Jihan Nurul Fadilah Politeknik Yakpermas Banyumas1
E
Eko Julianto Politeknik Yakpermas Banyumas2
D
Dwi Astuti Politeknik Yakpermas Banyumas3

Abstract

Ulkus diabetikum merupakan salah satu komplikasi kronis yang paling sering dialami oleh penderita Diabetes Melitus, terutama yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dalam jangka panjang. Kondisi ini terjadi akibat adanya kerusakan saraf perifer (neuropati) dan gangguan aliran darah (iskemia), sehingga menyebabkan luka yang sulit sembuh, rentan terhadap infeksi, dan berisiko tinggi mengalami amputasi ekstremitas bawah. Luka ulkus diabetikum dapat menembus hingga lapisan jaringan dalam seperti tendon dan tulang, serta memiliki angka kejadian yang cukup tinggi di Indonesia, termasuk di wilayah Kabupaten Purbalingga. Oleh karena itu, penanganan ulkus diabetikum memerlukan strategi perawatan luka yang efektif, ekonomis, dan mudah diterapkan di masyarakat. Salah satu metode perawatan luka yang terbukti efektif adalah konsep Moist Wound Healing, yaitu menjaga kelembaban luka agar proses penyembuhan berlangsung optimal. Dalam studi ini, dilakukan pengaplikasian salep minyak buah merah (Pandanus conoideus) sebagai balutan primer untuk mempertahankan kelembaban luka dan mempercepat proses penyembuhan ulkus diabetikum grade 2. Buah merah merupakan tanaman endemik Papua yang kaya akan senyawa bioaktif seperti betakaroten, tokoferol, dan asam lemak esensial yang memiliki sifat antioksidan, antimikroba, dan antiinflamasi. Penggunaan minyak buah merah sebagai bahan aktif dalam salep diyakini mampu mendorong proses debridemen autolitik, mencegah infeksi, merangsang pembentukan jaringan granulasi, serta mempercepat epitelisasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus deskriptif terhadap satu responden berusia 62 tahun dengan luka ulkus diabetikum grade 2 yang dirawat di Desa Bojong, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga. Proses perawatan luka dilakukan selama tujuh hari dengan interval dua hari sekali. Sebelum dilakukan perawatan, luka memiliki ukuran 2,4 cm × 1,8 cm, disertai eksudat purulen, tepi luka tidak jelas, dan warna kulit sekitar luka tampak merah gelap. Setelah tujuh hari perawatan menggunakan salep minyak buah merah, terjadi penurunan ukuran luka menjadi 2,2 cm × 1,6 cm, eksudat menghilang, warna kulit membaik menjadi merah muda, jaringan granulasi terbentuk 100%, dan epitelisasi mencapai tingkat sempurna. Hasil dari studi kasus ini menunjukkan bahwa salep minyak buah merah efektif dalam mempertahankan  kelembaban  luka,  mempercepat  proses  penyembuhan,  dan meningkatkan kualitas perawatan ulkus diabetikum. Terapi ini juga nyaman digunakan dan dapat mengurangi rasa nyeri saat penggantian balutan. Dengan demikian, salep minyak buah merah dapat dijadikan sebagai alternatif terapi topikal yang berbasis herbal lokal untuk perawatan luka kronis, terutama di wilayah dengan akses terbatas terhadap layanan medis modern. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu keperawatan, khususnya di bidang perawatan luka, serta menjadi rujukan dalam praktik keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing).

Indexing Journal

Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP) Cover

Indonesian Journal of Health and Psychology (IJOHAP)

ISSN: xxxx-xxxx Publisher: PT. Jurnal Center Indonesia Publisher