Abstract
Remaja putri merupakan kelompok yang rentan mengalami gangguan siklus menstruasi akibat berbagai perubahan fisik dan psikososial, salah satunya stres. Stres dapat memengaruhi keseimbangan sistem neuroendokrin yang berperan penting dalam pengaturan siklus menstruasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri melalui metode literature review. Penelusuran artikel dilakukan menggunakan database Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci terkait, dan diperoleh 14 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil kajian menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian melaporkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Remaja dengan tingkat stres sedang hingga berat cenderung lebih berisiko mengalami ketidakteraturan siklus menstruasi dibandingkan dengan remaja yang memiliki tingkat stres ringan atau normal. Secara fisiologis, stres meningkatkan sekresi hormon kortisol yang dapat mengganggu poros hipotalamus–hipofisis–ovarium, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan hormon reproduksi dan gangguan ovulasi. Kesimpulan dari literature review ini menunjukkan bahwa tingkat stres berperan signifikan terhadap terjadinya gangguan siklus menstruasi pada remaja putri. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi mengenai manajemen stres serta pemantauan kesehatan reproduksi secara berkala sebagai langkah preventif dan promotif.