Abstract
Latar Belakang: Sibling rivalry merupakan perasaan cemburu, dan benci yang biasanya dialami oleh orang terhadap kelahiran atau kehadiran saudara kandungnya. Kejadian sibling rivalry biasa terjadi pada masa kanak-kanak ketika selisih usia antara saudara kandung terlalu dekat dengan rentang usia yaitu 3-5 tahun (prasekolah) dan akan muncul kembali ketika usia 8-12 tahun (usia sekolah). Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry pada anak balita di RW 07 Jagakarsa. Metode: Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan penelitian cross sectional dengan sampel sebanyak 70 respondendengan metode total sampling.data analisa menggunakan uji chi-square. Hasil: Didapatkan sebagian besar balita mengalami kejadian sibling rivalry, dari hasil uji Chi-Square dengan nilai p value 0,005 dengan taraf signifikansi : 0,05, artinya ada hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan kejadian sibling rivalry. Simpulan: Semakin baik sikap dan pola asuh yang diterapkan orang tua maka tingkat kejadian sibling rivalry berkurang.