Abstract
Latar belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang masih banyak terjadi pada remaja putri. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMK Kesehatan Bina Prestasi Tangerang. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini berjumlah 115 remaja putri dengan teknik total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner tingkat pengetahuan tentang anemia dan kepatuhan konsumsi TTD. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil: Sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang anemia kategori rendah sebanyak 78 orang (67,8%), sedangkan kepatuhan konsumsi TTD sebagian besar berada pada kategori tidak patuh sebanyak 86 orang (74,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh p-value = 0,000 (≤0,05). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dengan kepatuhan konsumsi Tablet Tambah Darah pada remaja putri di SMK Kesehatan Bina Prestasi Tangerang. Background: Anemia is one of the health problems that commonly occurs among adolescent girls. One of the efforts to prevent anemia is the consumption of Iron Supplement Tablets (IST). Objective: This study aimed to determine the relationship between the level of knowledge about anemia and adherence to Iron Supplement Tablets consumption among adolescent girls at SMK Kesehatan Bina Prestasi Tangerang. Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The population and sample consisted of 115 adolescent girls selected using total sampling. Data were collected using questionnaires measuring the level of knowledge about anemia and adherence to Iron Supplement Tablets consumption. Data were analyzed using the Chi-Square test with a significance level of α = 0.05. Results: Most respondents had a low level of knowledge about anemia, totaling 78 respondents (67.8%), while 86 respondents (74.8%) were categorized as non-adherent to Iron Supplement Tablets consumption. The Chi-Square test resulted in a p-value of 0.000 (≤0.05). Conclusion: There was a significant relationship between the level of knowledge about anemia and adherence to Iron Supplement Tablets consumption among adolescent girls at SMK Kesehatan Bina Prestasi Tangerang.