Abstract
Stunting merupakan permasalahan yang berkaitan dengan pemenuhan kesehatan, gizi, pengasuhan, dan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sehingga pencegahannya memerlukan keterlibatan keluarga dan masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberdayakan kader PKK melalui GERDARA (Gerakan Ramah Anak dan Perempuan) serta membentuk Pos Sahabat Aman sebagai wadah edukasi, komunikasi, pemberdayaan, dan pendampingan masyarakat dalam mendukung pencegahan stunting di Desa Sukamantri. Kegiatan menggunakan pendekatan pemberdayaan partisipatif yang meliputi identifikasi masalah dan potensi, sosialisasi dan edukasi, penguatan partisipasi kader, pembentukan Pos Sahabat Aman, pendampingan, serta evaluasi dan penyusunan rencana keberlanjutan. Peserta kegiatan terdiri atas 28 kader PKK dari tujuh dusun di Desa Sukamantri, sedangkan evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi keterlaksanaan GERDARA dan checklist capaian pembentukan Pos Sahabat Aman. Berdasarkan simulasi pengisian yang perlu diverifikasi dengan data lapangan, keterlaksanaan GERDARA mencapai 92,50% dengan kategori sangat baik dan capaian pembentukan Pos Sahabat Aman mencapai 90% dengan kategori sangat baik. Stunting is a problem related to the fulfilment of children’s health, nutritional, caregiving, and supportive environmental needs; therefore, its prevention requires the involvement of families and communities. This community service activity aimed to empower Family Welfare Empowerment (PKK) cadres through GERDARA (Child- and Women-Friendly Movement) and to establish the Pos Sahabat Aman (Safe Friends Post) as a platform for community education, communication, empowerment, and assistance in supporting stunting prevention in Sukamantri Village. The activity employed a participatory empowerment approach comprising problem and potential identification, socialisation and education, strengthening cadre participation, establishment of the Pos Sahabat Aman, mentoring, as well as evaluation and the development of a sustainability plan. The participants consisted of 28 PKK cadres from seven hamlets in Sukamantri Village, while the evaluation was conducted using a GERDARA implementation observation sheet and a checklist of achievements in establishing the Pos Sahabat Aman. Based on a simulated completion that requires verification against field data, GERDARA implementation reached 92.50%, categorised as very good, while the achievement of establishing the Pos Sahabat Aman reached 90%, also categorised as very good.