Abstract
Penggunaan alat berat merupakan salah satu komponen penting dalam pelaksanaan proyek konstruksi jalan karena sangat berpengaruh terhadap biaya dan waktu pelaksanaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas dan biaya operasional alat berat pada Proyek Preservasi Jalan Ruas Pasar Baru – Alahan Panjang (P.073), Kabupaten Pesisir Selatan, Provinsi Sumatera Barat. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data primer melalui observasi langsung di lapangan dan data sekunder dari dokumen kontrak proyek. Alat berat yang dianalisis meliputi excavator, dump truck, motor grader, vibrator roller, dan water tank. Hasil analisis menunjukkan produktivitas excavator pada pekerjaan galian sebesar 130,572 m³/jam (914,004 m³/hari), excavator pada pekerjaan timbunan sebesar 174,096 m³/jam, dump truck 24,12 m³/jam, motor grader 454,78 m³/jam, vibrator roller 117,93 m³/jam, dan water tank 6,23 m³/jam. Total biaya operasional berdasarkan hasil analisis sebesar Rp539.579.670,84, sedangkan data lapangan sebesar Rp2.582.645.559,20 dan data perencanaan sebesar Rp2.326.931.276,60. Hasil perbandingan menunjukkan bahwa penggunaan alat berat berdasarkan analisis produktivitas lebih efisien sebesar 79,11% dibandingkan kondisi aktual di lapangan. Faktor yang mempengaruhi produktivitas meliputi kondisi cuaca, bencana alam (longsor), akses jalan, dan kondisi medan di lokasi proyek.