Abstract
Hubungan parasosial antara penggemar dan publik figur kerap memunculkan ekspektasi kolektif yang apabila tidak terpenuhi, berpotensi menimbulkan pelanggaran ekspektasi dan mengguncang stabilitas hubungan tersebut. Penelitian ini membahas bagaimana penggemar dalam Fanbase Salmine mengalami dan memaknai pelanggaran ekspektasi terhadap Salma Salsabil, khususnya terkait keputusannya ke ranah domestik di tengah kariernya yang sedang berada di puncak, serta bagaimana penggemar mengelola ekspresi mereka di ruang digital pasca-peristiwa tersebut. Penelitian ini disusun menggunakan metodologi kualitatif dengan pendekatan netnografi. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi online, dokumentasi virtual, dan wawancara virtual, sementara kelima informan yang merupakan penggemar digunakan pula untuk proses validasi data melalui triangulasi sumber. Data kemudian dianalisis menggunakan kerangka Expectancy Violations Theory dari Judee Burgoon dan teori fandom Henry Jenkins. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelanggaran ekspektasi terjadi dalam dua bentuk, yaitu pelanggaran ekspektasi karier dan pelanggaran ekspektasi relasional, dengan pelanggaran relasional terbukti berdampak lebih dalam karena menyentuh langsung rasa kedekatan dan hak partisipatif penggemar. Sebagai respon, penggemar mengelola ekspresi mereka melalui tiga pola, yaitu ekspresi kekecewaan-penolakan, ekspresi dukungan-pembelaan, dan negosiasi makna, yang pemilihannya dipengaruhi oleh jenis pelanggaran yang dialami serta disposisi relasional masing masing individu.