Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya etika komunikasi mahasiswa dalam membangun hubungan sosial yang harmonis, khususnya ketika berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki nilai, norma, dan budaya yang berbeda. Film KKN di Desa Penari merepresentasikan berbagai bentuk interaksi mahasiswa dengan sesama maupun masyarakat desa yang memperlihatkan penerapan etika komunikasi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi etika komunikasi mahasiswa dalam interaksi sosial, menganalisis bentuk etika komunikasi melalui tanda-tanda berdasarkan semiotika Ferdinand de Saussure, serta memaknai representasi tersebut berdasarkan perspektif Ilmu Sosial Profetik Kuntowijoyo. Penelitian menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi dan dokumentasi terhadap adegan, dialog, ekspresi, gestur, dan tindakan dalam film. Analisis dilakukan melalui hubungan penanda (signifier) dan petanda (signified), kemudian dimaknai berdasarkan nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika komunikasi mahasiswa direpresentasikan melalui sikap menghormati, mendengarkan arahan dan nasihat, menjaga kesepakatan, bertanggung jawab, serta menghormati norma sosial dan budaya masyarakat. Representasi juga ditampilkan melalui tindakan yang tidak sesuai dengan etika komunikasi, seperti mengabaikan nasihat, melanggar kesepakatan, dan tidak menghormati aturan yang berlaku. Perspektif Ilmu Sosial Profetik memaknai representasi tersebut melalui nilai humanisasi, liberasi, dan transendensi.