Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman pendekar muda dalam proses pembentukan karakter di Perguruan Silat Perisai Diri. Fokus penelitian diarahkan pada motif, tindakan, dan makna yang dimiliki pendekar muda dalam menjalani proses pembentukan karakter melalui pengalaman berlatih dan berorganisasi di lingkungan perguruan. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan fenomenologi Alfred Schutz. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif fenomenologi. Informan penelitian merupakan seorang pendekar muda Perguruan Silat Perisai Diri yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan pengalaman dan keterlibatannya dalam proses pembentukan karakter di perguruan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif pembentukan karakter pendekar muda terbentuk dari perpaduan because of motive dan in order to motive. Motif alasan berakar pada pengalaman masa lalu berupa amanat keluarga untuk melanjutkan tradisi silat serta pengalaman menjadi korban perundungan yang mendorong kebutuhan untuk membangun ketangguhan diri. Sementara itu, motif tujuan diwujudkan melalui keinginan menjadi pribadi yang kuat, bermanfaat, dan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sosial. Tindakan pembentukan karakter diwujudkan melalui konsistensi latihan, kedisiplinan, tanggung jawab, pengendalian diri, serta keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas perguruan. Adapun makna pembentukan karakter dimaknai sebagai proses pembentukan identitas diri yang menghasilkan kedewasaan, kemampuan mengelola emosi, kebijaksanaan, serta kesadaran untuk menjaga harmoni sosial. Penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter dalam Perguruan Silat Perisai Diri merupakan proses yang terbentuk melalui pengalaman hidup, internalisasi nilai-nilai perguruan, dan interaksi sosial yang berlangsung secara berkelanjutan.