Abstract
Pengembangan produk kerupuk kemplang panggang perlu mempertimbangkan kebutuhan konsumen agar karakteristik produk yang dihasilkan sesuai dengan harapan pengguna. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknis pengembangan produk menggunakan metode Quality Function Deployment (QFD) melalui House of Quality (HoQ). Data kebutuhan konsumen diperoleh melalui Voice of Customer (VoC) dari 44 responden dan menghasilkan 15 atribut kebutuhan konsumen yang mencakup aspek rasa, tekstur, bentuk, aroma, ukuran, kemasan, varian rasa, dan harga. Selanjutnya, atribut kebutuhan konsumen diterjemahkan ke dalam 12 karakteristik teknis melalui penyusunan House of Quality. Hasil analisis HoQ menunjukkan bahwa karakteristik teknis yang menjadi prioritas meliputi suhu dan waktu pemanggangan, struktur dan desain kemasan, kondisi dan waktu pengeringan, metode dan kualitas penyegelan kemasan, serta komposisi dan konsentrasi bumbu. Atribut kebutuhan konsumen yang menjadi perhatian dalam pengembangan produk meliputi rasa gurih, cita rasa ikan terasa, bentuk tidak bantet atau mengembang dengan baik, ketersediaan dan variasi sambal, aroma panggang atau smoky, tekstur renyah atau garing, ukuran sesuai dan mudah dipegang, kemasan kedap udara dan menjaga kerenyahan, tekstur tidak terlalu keras atau alot, tingkat kematangan yang pas dan tidak gosong, ketersediaan varian rasa, kemasan kuat dan mampu melindungi produk, harga terjangkau, kemasan mudah dibuka dan ditutup kembali, serta kemasan menarik dan estetik. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi yang diberikan untuk pengembangan produk kerupuk kemplang panggang diarahkan pada peningkatan karakteristik proses pengolahan, formulasi produk, dan aspek kemasan sesuai dengan kebutuhan konsumen.