Abstract
Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) kembali muncul di indonesia pada tahun 2022, sehingga pelaksanaan vaksinasi secara massal dilakukan sebagai upaya memutus rantai penularan dan membentuk imunitas kelompok (herd immunity) pada sapi ternak. Tinjauan Literatur ini bertujuan untuk melakukan analisis dinamika vaksinasi PMK serta pembentukan imunitas kelompok pada populasi sapi di Pulau Sumatra dan Jawa. Pencarian ditelusuri melalui Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan Portal Garuda, kemudian delapan artikel dianalisis secara deskriptif-kualitatif dengan sintesis naratif. Di Sumatra, sapi seropositif pascavaksinasi mencapai 99% di Kabupaten Solok dan 95,8% di Sumatra Utara, sedangkan di wilayah kerja Balai Veteriner Bukittinggi proteksi antibodi mengalami penurunan dari 89,5% (2022) menjadi 76,0% (2023) bersamaan dengan menurunnya deteksi infeksi aktif dari 8,5% menjadi 3,3%. Di Jawa, Kasus menurun setelah pemberian vaksinasi darurat dan massal, namun keterlambatan booster lebih dari 5-6 bulan serta lalu lintas ternak meningkatkan kembali risiko penularan. Pemberian vaksinasi satu dan dua dosis menghasilkam respon imun yang sebanding, akan tetapi sapi tetap terinfeksi secara klinis meski telah divaksinasi justru mengalami penurunan kesuburan. Keberhasilan program ditentukan oleh waktu pemberian vaksinasi, booster, biosekuriti, dan pengendalian lalu lintas ternak