Abstract
Pendahuluan : Penyakit sistem pernapasan masih menjadi masalah kesehatan di dunia. World Health Organization (WHO) 2025 melaporkan bahwa penyakit pernapasan kronis menyebabkan hampir 400.000 kematian setiap tahun di wilayah Eropa, dengan 80% kematian disebabkan oleh PPOK, Di Indonesia, paparan debu di lingkungan kerja dan rendahnya kepatuhan penggunaan masker merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan paru-paru.Tujuan: Mengetahui hubungan paparan debu dan kepatuhan penggunaan masker terhadap kesehatan paru-paru pada pekerja pabrik industri pembuatan toren air di Desa Klebet Kampung Pabuaran RT/004 RW/002 Kecamatan Kemiri. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel sebanyak 115 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai paparan debu, kepatuhan penggunaan masker, dan kesehatan paru-paru. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Pearson Chi-Square dengan nilai signifikan (p=0,05). Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa Paparan debu tinggi ditemukan pada 65,2% responden, ketidak patuhan penggunaan masker sebesar 42,6% dan kesehatan paru-paru kategori sedang sebesar 48,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan Terdapat hubungan signifikan antara paparan debu dengan kesehatan paru-paru (p=0,038) serta kepatuhan penggunaan masker dengan kesehatan paru-paru (p=0,000). Kesimpulan: Semakin tinggi paparan debu dan semakin rendah kepatuhan penggunaan masker, maka semakin besar risiko terjadinya gangguan kesehatan paru-paru pada pekerja. Upaya pengendalian debu dan peningkatan kepatuhan penggunaan APD diperlukan untuk menjaga kesehatan paru-paru pekerja.