Abstract
Abstract: Conventional monitoring and evaluation of village development often encounter significant obstacles, including fragmented physical documentation, slow information retrieval, lack of structured verification, and limited public transparency. These challenges were evident in Kutabuluh Village, Karo Regency, where project management, contractor assignment, progress recording, and report generation still relied on separate manual archives and verbal updates. This study aims to design and implement an integrated web-based village development monitoring and evaluation information system (SISMOLEV). The software development follows the Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall model, encompassing requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The system was developed using PHP, MySQL database, Apache web server, JavaScript, and styled with responsive CSS. System architecture and interactions were modeled using the Unified Modeling Language (UML). The resulting system provides a multi-role environment supporting four distinct user roles: Administrator, Contractor/Foreman (Rekanan/Mandor), Village Head (Kepala Desa), and the General Public. Key innovations include an open contractor bidding module with CV verification, staged progress tracking with before-and-after photographic evidence, real-time budget absorption logging, multi-stage administrative verification, moderated citizen feedback, and automated report generation in PDF and Excel formats. Functional evaluation through Black-box Testing across all user roles achieved a 100% validity rate, confirming that all business logics run error-free. The system successfully cuts document search and annual reporting time from several days to mere seconds, establishing a transparent, accountable, and auditable village governance platform. Keyword: Village Development; Monitoring and Evaluation; Waterfall; Black-box Testing; Bidding System; Web Information System. Abstrak: Pengelolaan monitoring dan evaluasi pembangunan desa secara konvensional kerap menghadapi kendala berupa fragmentasi dokumen fisik, lambatnya pencarian data, ketiadaan mekanisme verifikasi berjenjang, serta terbatasnya transparansi publik. Permasalahan tersebut terjadi di Desa Kutabuluh, Kabupaten Karo, di mana pencatatan proyek, penunjukan rekanan pelaksana, pelaporan progres fisik, hingga rekapitulasi laporan tahunan masih mengandalkan berkas kertas dan arsip digital terpisah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun Sistem Informasi Monitoring dan Evaluasi Pembangunan Desa (SISMOLEV) berbasis web yang terintegrasi. Metode pengembangan perangkat lunak mengadopsi model Software Development Life Cycle (SDLC) Waterfall yang mencakup analisis kebutuhan, perancangan sistem, pengkodean, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP, basis data MySQL, peladen Apache, JavaScript, dan CSS responsif, dengan pemodelan visual Unified Modeling Language (UML). Hasil penelitian menghadirkan sistem multi-peran dengan empat hak akses: Administrator, Rekanan/Mandor, Kepala Desa, dan Masyarakat Publik. Fitur utama yang diintegrasikan mencakup modul lelang (bidding) terbuka berbasis kurikulum vitae rekanan, pelaporan progres bertahap dengan komparasi visual foto Before-After, pencatatan realisasi serapan anggaran, verifikasi berjenjang oleh admin, moderasi komentar partisipatif warga, serta otomasi rekapitulasi laporan proyek dan laporan tahunan ke format PDF dan Excel. Pengujian fungsional menggunakan Black-box Testing menghasilkan tingkat validitas 100% pada seluruh skenario uji. Implementasi sistem ini berhasil memangkas waktu pencarian arsip dan penyusunan laporan pertanggungjawaban dari hitungan hari menjadi hitungan detik serta menjamin keterbukaan tata kelola pembangunan desa. Kata kunci: Pembangunan Desa; Monitoring dan Evaluasi; Waterfall; Black-box Testing; Bidding Mandor; Sistem Informasi Web.