Abstract
Manajemen arsip merupakan serangkaian kegiatan pengelolaan arsip yang bertujuan untuk menjaga keamanan, keteraturan, serta kemudahan dalam penemuan kembali arsip tersebut. Penerapan manajemen arsip yang tepat diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional administrasi sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan manajemen arsip di bagian tata usaha SMA Negeri 4 Palopo, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, serta menelaah upaya yang dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian terdiri dari Kepala Sekolah, Kepala Tata Usaha, dan staf administrasi yang terlibat dalam pengelolaan arsip. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Fokus penelitian mencakup penyimpanan, pemeliharaan, penemuan kembali, dan penyusutan arsip, serta kendala dan upaya untuk mengatasi kendala dalam pengelolaan arsip. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen arsip di bagian tata usaha SMA Negeri 4 Palopo telah dilaksanakan melalui kegiatan penyimpanan, pemeliharaan, penemuan kembali, dan penyusutan arsip. Penyimpanan arsip masih dilakukan secara manual menggunakan bundel dan lemari arsip berdasarkan jenis dokumen. Pemeliharaan arsip dilakukan melalui pemeriksaan dan penataan berkala, serta penggunaan kapur barus di area penyimpanan. Penemuan kembali arsip dilakukan secara manual dan, dalam kondisi normal, dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua menit; sementara penyusutan arsip dilakukan melalui pemeriksaan dan pemilahan berdasarkan nilai guna serta masa retensi arsip. Kendala yang dihadapi meliputi penggunaan sistem penyimpanan manual, klasifikasi dan penataan arsip yang belum optimal, arsip yang terselip atau berserakan, serta keterbatasan sumber daya manusia. Upaya yang dilakukan mencakup penataan dan pengelompokan arsip, pelaksanaan pemeriksaan berkala, pencatatan peminjaman arsip, peningkatan koordinasi dan pembagian tugas, pemeliharaan arsip, serta pelaksanaan penyusutan arsip.