Publishing Journal • Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE)

SISTEM SOSIAL-EKOLOGI PESISIR: KONSEP, TEKANAN, RESILIENSI, DAN PENGELOLAAN ADAPTIF

DOI: 10.62567/ijosse.v2i3.3397 Published: 12 July 2026 Views: 4
Authors & Researchers
I
Isdianto, Andik Universitas Brawijaya1
L
Lelono, Tri Djoko Universitas Brawijaya2
B
Bintoro, Gatut Universitas Brawijaya3
S
Setyanto, Arief Universitas Brawijaya4
S
Sabrina, Eden Louis Universitas Brawijaya5
A
Anggraini, Intan Astritya Universitas Brawijaya6
F
Fathah, Aulia Lanudia Universitas Brawijaya7
P
Putri, Berlania Mahardika Universitas Brawijaya8
S
Supriyadi, Supriyadi National Taiwan Ocean University9

Abstract

Wilayah pesisir merupakan ruang dinamis tempat proses ekologis, pemanfaatan sumber daya, ketergantungan masyarakat, kelembagaan, dan perubahan lingkungan saling berinteraksi. Pemahaman terhadap hubungan tersebut memerlukan perspektif terintegrasi yang menghubungkan kondisi ekosistem dengan aktivitas manusia, kerentanan, kapasitas adaptif, bukti, dan respons pengelolaan. Kajian ini mensintesis literatur konseptual dan empiris melalui tinjauan literatur integratif terstruktur untuk membahas keterhubungan manusia–lingkungan, tekanan majemuk, kerentanan, kapasitas adaptif, kemampuan sistem mempertahankan fungsi, observasi lingkungan, serta pengambilan keputusan berbasis bukti pada wilayah pesisir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa degradasi ekologis tidak dapat dipahami secara terpisah dari perubahan jasa ekosistem, ketergantungan mata pencaharian, sensitivitas sosial, kapasitas kelembagaan, dan respons pengelolaan. Kapasitas adaptif tidak hanya ditentukan oleh aset, tetapi juga oleh fleksibilitas, organisasi sosial, pembelajaran, agensi, dan akses terhadap informasi yang relevan. Selain itu, monitoring, penginderaan jauh, GIS, data sosial-ekonomi, dan pengetahuan lokal baru memperoleh nilai pengelolaan ketika diterjemahkan menjadi bukti yang dapat diinterpretasikan dan dihubungkan dengan pengambilan keputusan. Berdasarkan sintesis tersebut, kajian ini mengembangkan Coastal Social-Ecological Evidence-to-Adaptation Pathway (C-SEAP) sebagai jalur konseptual yang menghubungkan tekanan lingkungan, kondisi ekosistem, jasa ekosistem, konsekuensi sosial-ekologis, observasi, bukti, pemahaman, keputusan, tindakan, monitoring, pembelajaran, dan penyesuaian. C-SEAP ditempatkan sebagai kerangka konseptual dan pembelajaran, bukan sebagai model kausal atau instrumen penilaian operasional yang telah tervalidasi. Pengembangan berikutnya memerlukan indikator terukur, pengujian empiris, dan penerapan pada beragam konteks pesisir.

Indexing Journal

Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE) Cover

Indonesian Journal of Social Science and Education (IJOSSE)

ISSN: 3109-855X Publisher: PT. Jurnal Center Indonesia Publisher