Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program bimbingan dan konseling dalam pembinaan akhlak siswa pada pembelajaran PAI di SMA Negeri 04 Palopo. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Informan penelitian terdiri atas guru BK, guru PAI/PAI, kepala sekolah, dan peserta didik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek context, program BK relevan dengan kebutuhan pembinaan akhlak siswa karena masih ditemukan permasalahan terkait kedisiplinan, tanggung jawab, pengendalian emosi, interaksi sosial, dan pengaruh lingkungan pergaulan. Pada aspek input, program didukung oleh layanan informasi, bimbingan individu, bimbingan kelompok, konseling, kesiapan guru BK, serta kerja sama dengan guru PAI dan pihak sekolah. Pada aspek process, layanan BK dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa melalui pemberian arahan, bimbingan, dan pendampingan. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi hambatan berupa kurangnya keterbukaan sebagian siswa, perbedaan karakter, pengaruh lingkungan pergaulan, dan keterbatasan waktu. Pada aspek product, program BK menunjukkan kontribusi positif terhadap pembinaan akhlak, yang terlihat dari meningkatnya kesadaran sebagian siswa dalam menjaga kedisiplinan, tanggung jawab, pengendalian diri, dan memperbaiki perilaku. Meskipun demikian, perubahan tersebut belum merata sehingga diperlukan pendampingan dan evaluasi berkelanjutan. Secara keseluruhan, program BK cukup membantu dalam mendukung pembinaan akhlak siswa pada pembelajaran PAI. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan program, penguatan kerja sama antara guru BK dan guru PAI, serta keterlibatan orang tua agar pembinaan akhlak dapat berlangsung secara lebih optimal dan berkelanjutan.