Abstract
Program Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) 2026 di Desa Teluk Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, dilaksanakan sebagai upaya pemberdayaan masyarakat pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, tata kelola desa, dan pengembangan ekonomi lokal. Desa Teluk Rhu memiliki potensi wisata pantai, penginapan, ekosistem mangrove, perkebunan, kebudayaan lokal, serta produk olahan hasil perikanan berupa kerupuk ikan parang dan nugget ikan parang. Namun, desa masih menghadapi beberapa permasalahan, seperti sampah di kawasan pantai, keterbatasan pendampingan pendidikan, tata kelola wisata yang belum optimal, keterbatasan kapasitas produksi usaha lokal, peningkatan harga bahan baku, serta perlunya penguatan administrasi dan promosi desa berbasis digital. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan melibatkan perangkat desa, siswa sekolah dasar, ibu-ibu PKK, masyarakat, pelaku UMKM, dan pengelola wisata. Program yang dilaksanakan meliputi sosialisasi anti-bullying, les anak desa, bantuan mengajar di sekolah dasar, pelatihan pembuatan spray anti nyamuk berbahan serai, sosialisasi pencegahan DBD, gotong royong pembersihan pantai, pembangunan batas dusun, pembuatan peta administratif, perbaikan website desa, pengelolaan media sosial, digitalisasi UMKM, serta promosi wisata dan budaya lokal. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kesadaran siswa, keterampilan ibu-ibu PKK, partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan, ketersediaan informasi administratif desa yang lebih baik, dan peningkatan pemahaman pelaku UMKM mengenai pemasaran digital. Pelaksanaan program masih menghadapi keterbatasan waktu, dana, fasilitas, dan partisipasi masyarakat yang belum merata. Pendampingan lanjutan dan kerja sama antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, serta dinas terkait diperlukan untuk menjamin keberlanjutan program.