Publishing Journal • Jurnal Ilmiah Multidisiplin Nusantara (JIMNU)

Budaya Politik Birokrasi Dan Tantangan Good Governance Di Pemerintah Kota Pematangsiantar

DOI: 10.59435/jimnu.v3i3.640 Year: 2025 Pages: 31-45 (Vol. 3, No. 3)
Authors & Researchers
R
Rindu Erwin Marpaung Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar1
E
Erick Mangandar Tua manurung Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar2
Y
Yamuger Siburian Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar3
A
Andreas Adiputra Saragih Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar4
A
Andre Exaudi Siboro Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar5
A
Andre Exaudi Siboro Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar6
Y
Yoko Manurung Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar7
A
Ayu Wandriani Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar8
E
Ella Merliani Br Ginting Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya politik birokrasi dan tantangan good governance di Pemerintah Kota Pematangsiantar. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya indikasi bahwa tata kelola pemerintahan daerah belum sepenuhnya mencerminkan prinsip-prinsip good governance, terutama dalam aspek transparansi, akuntabilitas, profesionalitas aparatur, dan responsivitas pelayanan publik. Di sisi lain, kondisi tersebut diduga berkaitan erat dengan budaya politik birokrasi yang masih hierarkis, dominatif, dan kurang partisipatif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan pada bulan Desember 2025 terhadap tujuh informan yang dipilih secara purposif, terdiri atas aparatur sipil negara, tokoh masyarakat, akademisi, wartawan, pengguna layanan publik, aktivis/LSM, dan pihak lain yang relevan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya politik birokrasi di Pemerintah Kota Pematangsiantar masih cenderung top-down, berorientasi pada loyalitas terhadap pimpinan, dan belum memberi ruang yang memadai bagi transparansi, akuntabilitas, serta inovasi kelembagaan. Kondisi tersebut berdampak pada terbatasnya akses terhadap informasi publik, lemahnya kepercayaan terhadap objektivitas tata kelola jabatan, rendahnya profesionalitas aparatur, serta belum optimalnya penerapan prinsip-prinsip good governance. Penelitian ini menyimpulkan bahwa lemahnya budaya politik partisipatif dalam birokrasi menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi belum optimalnya kualitas tata kelola pemerintahan di Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Article Statistics

575 Views
152 Downloads

Quick Actions