Abstract
Kebakaran hutan dan lahan merupakan masalah yang sering terjadi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, yang disebabkan oleh faktor alam dan manusia. Deteksi dini menggunakan teknologi penginderaan jauh dari citra satelit MODIS menjadi kunci dalam mitigasi kebakaran. Penelitian ini mengkaji distribusi Hotspot dari tahun 2013 hingga 2023 di Kabupaten Banjar menggunakan metode Gridding . Data Hotspot dan peta tutupan lahan dianalisis untuk mengidentifikasi pola dan faktor risiko kebakaran. Hasilnya menunjukkan jumlah kebakaran dari tahun ke tahun, dengan kecenderungan meningkat selama musim kemarau. Kawasan dengan jumlah Hotspot tinggi, khususnya di Kecamatan Cintapuri Darussalam, Astambul, Mataraman, dan Sungai Tabuk, memerlukan mitigasi yang tepat. Edukasi, praktik pertanian berkelanjutan, dan penegakan hukum yang ketat diperlukan untuk mengurangi risiko kebakaran di Kabupaten Banjar.