Publishing Journal • Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu

Urgensi Pengolahan Limbah Organik Melalui Metode Biopori Di Dusun Nepen Kabupaten Magelang

DOI: 10.59435/gjmi.v2i8.805 Year: 2024 Pages: 41-55 (Vol. 2, No. 8) Views: 1
Authors & Researchers
Y
Yasmin Nurzahrah Universitas Tidar1
S
Syahrila Suminar Arum Universitas Tidar2
F
Fatkhur Rokhman Universitas Tidar3
D
Danysa Mulyaningrum Universitas Tidar4
K
Khofifah Apsari Universitas Tidar5
U
Unaisa Rahma Febriani Universitas Tidar6
N
Najna Ainis Mutiara Universitas Tidar7
M
M. Daffa Bayu Taftian Universitas Tidar8
M
Melan Universitas Tidar9
R
Rendi Arfan Fahrezi Universitas Tidar10
R
Resti Kurnia Triastanti Universitas Tidar11

Abstract

Produksi sayur saat masa panen di Dusun Nepen, Kabupaten Magelang dapat mencapai 2 ton per hari. Permasalahan utama yang timbul akibat tingginya angka panen berdampak pada limbah sayuran yang tidak dikelola dengan baik oleh petani maupun masyarakat Dusun Nepen sehingga menimbulkan permasalahan kesehatan. Tim KKN Desa Sutopati 1 berupaya untuk mencegah terjadinya permasalahan kesehatan di Dusun Nepen melalui pengolahan limbah sayur organik dengan metode biopori yaitu memanfaatkan pipa paralon yang dilubangi pada bagian tutup dan badannya sebagai jalan masuk mikroorganisme untuk mengurai limbah-limbah sayur yang telah dimasukan ke dalam pipa. Hasil penguraian limbah tersebut memakan waktu selama tiga bulan agar dapat dimanfaatkan kembali sebagai pupuk bagi masyarakat Dusun Nepen yang mayoritas bekerja sebagai petani sayur/petani kebun. Metode dalam penelitian ini dibagi menjadi tiga tahap, yaitu tahap identifikasi masalah, persiapan, dan pelaksanaan. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sumber data primer yaitu wawancara dan observasi dengan narasumber sementara data skunder diperoleh melalui jurnal ilmiah, buku, dan tulisan-tulisan lain yang memiliki relevansi dan telah terakreditasi. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa pengolahan limbah organik dengan metode biopori di Dusun Nepen merupakan langkah  efektif untuk mengatasi permasalahan limbah sayuran dan sampah organik lainnya serta membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat agar program ini memiliki keberlangsungan.