Publishing Journal • Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu

Upaya Mencegah Infeksi Luka Pasca Operasi Di Bangsal Marwah RS PKU Muhammadiyah Karanganyar

DOI: 10.59435/gjmi.v2i10.992 Year: 2024 Pages: 1-15 (Vol. 2, No. 10) Views: 1
Authors & Researchers
A
Annisa Andriyani Universitas Gajah Mada1
Y
Yessi Lela Sari Universitas Muhammadiyah Surakarta2
N
Nabila Putri Universitas ‘Aisyiyah Surakarta3
L
Lisa Kumala Dewi Universitas ‘Aisyiyah Surakarta4
F
Fara Harum Anisa Universitas ‘Aisyiyah Surakarta5
N
Nabilla Felicia Az Zahra Universitas ‘Aisyiyah Surakarta6
M
Muh Bintang Prabowo Universitas ‘Aisyiyah Surakarta7

Abstract

Pembedahan atau operasi adalah semua tindakan pengobatan dengan menggunakan prosedur invasif, dengan tahapan membuka atau menampilkan bagian tubuh yang ditangani. Pembukaan bagian tubuh yang dilakukan tindakan pembedahan pada umumnya dilakukan dengan membuat sayatan, setelah yang ditangani tampak, maka akan dilakukan perbaikan dengan penutupan serta penjahitan luka (Sjamsuhidayat & Jong, 2016). Setelah dilakukan pembedahan/operasi maka akan terbentuk sebuah luka dari sayatan yang dibuat tersebut. Luka terdiri dari dua jenis yaitu luka bersih dan luka kotor. Luka yang disebabkan karena tindakan pembedahan/operasi sering disebut dengan luka bersih, yang dapat pulih kembali dalam kurun waktu 6-8 minggu. Dalam masa penyembuhan luka perlu diperhatikan kebersihan dari luka tersebut. Hal ini dikarenakan saat fase penyembuhan, luka sangat rentan terkena infeksi. Infeksi adalah kondisi ketika mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau parasit masuk dan berkembang biak di dalam tubuh, sehingga membuat masa penyembuhan luka memanjang atau bahkan dapat juga menyebabkan penyakit. Gejala yang biasa muncul saat luka terjadi infeksi antaralain : luka terasa nyeri, bengkak, berwarna kemerahan, dan terdapat nanah/pus pada luka.