Publishing Journal • Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu

Perbandingan Efektivitas Obat Konvensional Dan Obat Alami Dalam Penyembuhan Luka Terbuka Pada Tikus Putih

DOI: 10.59435/gjmi.v3i12.1968 Year: 2025 Pages: 41-55 (Vol. 3, No. 12) Views: 1
Authors & Researchers
I
I Gusti Made Darmadhyaksa Ariwijaya Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan1
J
Jessica Anindita Putri Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan2
A
Alma Daiva Danendra Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan3
D
Dewa Gede Raka Sugiarta Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan4
I
I Wayan Sastra Pramadana Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan5
Y
Yosafat Parlindungan Sitorus Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan6
H
Haura Zayyan Humaira Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan7
G
Gihon Josean Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan8
B
Bryan L. Emmanuel Mantino Universitas Udayana - Fakultas Kedokteran Hewan9

Abstract

Luka terbuka pada hewan berisiko menimbulkan infeksi apabila tidak ditangani dengan tepat. Povidone iodine merupakan antiseptik konvensional yang umum digunakan, namun pemakaian berulang dapat bersifat sitotoksik dan menghambat proses penyembuhan luka. Oleh karena itu, diperlukan alternatif berbahan alami yang lebih aman dan efektif. Daun sirih dan daun binahong diketahui mengandung flavonoid, tanin, saponin, dan polifenol yang berfungsi sebagai antimikroba, antiinflamasi, serta mempercepat regenerasi jaringan. Penelitian ini bertujuan membandingkan efektivitas povidone iodine dengan ekstrak daun sirih dan daun binahong dalam penyembuhan luka terbuka pada tikus putih galur Wistar. Penelitian memakai 4 ekor tikus yang dibagi menjadi empat kelompok: kelompok kontrol (S0), kelompok ekstrak daun sirih (S1), kelompok ekstrak daun binahong (S2), dan kelompok povidone iodine 10% (S3), masing-masing diberikan perlakuan satu kali sehari selama 7 hari. Panjang luka diukur setiap hari dan dianalisis menggunakan uji Morton. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa ekstrak dari daun sirih memberikan efek penyembuhan luka yang lebih optimal dibandingkan perlakuan lainnya. Hal ini diduga berkaitan dengan aktivitas antimikroba dan antiinflamasi yang mendukung proses regenerasi jaringan. Dengan demikian, ekstrak daun sirih berpotensi dikembangkan sebagai alternatif alami dalam perawatan luka terbuka.