Abstract
Teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok merupakan salah satu faktor inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil budidaya ikan nila. Dalam sistem bioflok berbasis mikroorganisme yang membentuk flok (Kumpulan partikel kecil) adalah berfungsi sebagai media penyerap nutrisi dan pengomtrol dalam kualitas air. Dalam penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas teknologi budidaya ikan nila sistem bioflok dalam meningkatkan produksi ikan dan kesejahteraan masyarakat di sekitar. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sistem bioflok akanĀ mampu meningkatkan pertumbuhan ikan nila lebih cepat dalam pertumbuhan serta dapat mengurangi biaya prodiuksi, pakan dan meningkatkan kualitas air di dalam kolam. Dengan menggunakan adopsi teknologi ini, masyarakat dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat dan taraf ekonomi secara berkelanjutan. Budidaya Ikan Nila Sistem Bioflok sebagi upaya peningkatan penghasilan masyarakat. Kondisi ini memerlukan pasokan bahan pangan yang cukup besar dan terjamin. Salah satu sumber protein yang dapat dihasilkan dalam jumlah massal dan cepat adalah produk perikanan air tawar. Saat ini telah dikembangkan teknologi bioflok yang hemat lahan dan air sangat cocok untuk dikembangkan di daerah pedesaan dan perkotaan atau hunian padat penduduk yang juga merupakan pasar produk yang dihasilkan. Tingkat produktifitas Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok untuk ikan nila mempunyai tingkat produksi 15-30 kg/m3 air. Dengan masa pemeliharaan yang berkisar antara 2,5-4 bulan serta Harga Pokok Produksi (HPP) sekitar Rp 16-22 ribu per kg, maka diperkirakan Sistem Budidaya Nila Sistem Bioflok ini akan menjadi suatu terobosan selain sebagai pendukung program ketahanan pangan dalam rangka pasokan protein yang cukup (misalnya dalam mengurangi masalah stunting) juga dapat meningkatakan penghasilan masyarakat dalam menunjang perekonomian keluarga.