Publishing Journal • Journal of Golden Generation Abdimas

Implementasi Konsep Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa) dalam Bimbingan dan Konseling Islami di Perguruan Tinggi

DOI: 10.65244/jgga.v1i1.427 Year: 2025 Pages: 1-15 (Vol. 1, No. 1) Views: 2
Authors & Researchers
B
Bayu Fermadi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk1
Y
Yuni Pangestutiani Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk2
M
Misbachul Munir Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk3
A
Aina Noor Habibah Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk4
M
Moh. Hasan Fauzi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk5
A
Akhmad Ali Said Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk6
M
Moch. Bashori Alwi Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk7
N
Nur Rahma Shanty Universitas Pangeran Diponegoro Nganjuk8

Abstract

Permasalahan kesehatan mental dan spiritual di kalangan mahasiswa meningkat, sementara layanan bimbingan dan konseling konvensional di perguruan tinggi seringkali belum terintegrasi secara maksimal dengan nilai-nilai spiritual yang menjadi kebutuhan mendasar sebagian besar mahasiswa Indonesia. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan konsep Tazkiyatun Nafs (penyucian jiwa) sebagai pendekatan integratif dalam layanan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) di perguruan tinggi. Program dilaksanakan di Universitas X melalui serangkaian kegiatan: (1) Pelatihan dan workshop bagi konselor dan peer counselor tentang teknik konseling berbasis Tazkiyatun Nafs, (2) Pengembangan modul panduan singkat, dan (3) Penyediaan layanan konseling kelompok tematik yang mengintegrasikan konsep Muhasabah (introspeksi), Mujahadah an-Nafs (perjuangan melawan hawa nafsu), dan Riyadhah (latihan spiritual). Metode partisipatif digunakan dengan melibatkan 15 konselor/calon konselor dan 30 mahasiswa sebagai klien sukarela. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan kompetensi konselor dalam melakukan asesmen spiritual dan pendekatan yang lebih holistik. Mahasiswa peserta konseling melaporkan penurunan gejala stres dan kecemasan, serta peningkatan self-awareness dan ketenangan batin. Diskusi menggarisbawahi bahwa integrasi Tazkiyatun Nafs memberikan kerangka konseptual yang kaya dan praktis untuk memperkuat dimensi psiko-spiritual dalam konseling kampus, sesuai dengan konteks budaya-religius Indonesia. Disimpulkan bahwa implementasi konsep ini dapat mengoptimalkan peran BKI dalam membangun ketahanan mental-spiritual mahasiswa.