Publishing Journal • Journal of Golden Generation Education

KAIDAH TAFSIR  AYAT AL-QURAN SURAT AN-NAHL AYAT 42-43 TENTANG ETIKA  BELAJAR

DOI: 10.65244/jgge.v2i2.783 Year: 2026 Pages: 21-35 (Vol. 2, No. 2) Views: 1
Authors & Researchers
I
Iis Rosilah UIN Sunan Gunung Djati Bandung1
T
Tia Patmawati UIN Sunan Gunung Djati Bandung2
H
Heri Khoerudin UIN Sunan Gunung Djati Bandung3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam penafsiran Al-Quran surah An-Nahl ayat 42-43 tentang etika belajar  dengan menitikberatkan pada penggunaan kaidah asbabun nuzul dan kaidah kebahasaan (linguistik). Kaidah tafsir merupakan fondasi metodologis dan landasan operasional dalam proses menginterpretasi Al-Qur'an guna mengungkap kedudukan serta fungsinya secara komprehensif. Etika belajar dipahami sebagai perangkat nilai moral dalam transmisi keilmuan yang bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah.. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan jenis studi kepustakaan (library research). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui pendekatan kaidah tafsir yang sistematis, makna etika belajar dalam Surah An-Nahl 42-43 memberikan penekanan pada pentingnya rujukan otoritatif dalam menuntut ilmu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa penerapan etika belajar merupakan elemen fundamental dalam proses pendidikan. Oleh karena itu, baik pendidik maupun peserta didik berkewajiban menjaga integritas etis dan selektif dalam menentukan sumber rujukan guna mencapai kedalaman pemahaman ilmu yang hakiki.