Abstract
Keselamatan wisata bahari menjadi aspek penting dalam pengelolaan destinasi pantai berbasis masyarakat, terutama pada kawasan pesisir yang memiliki aktivitas wisata dan perikanan secara bersamaan. Pantai Wonogoro, Malang Selatan, merupakan salah satu kawasan wisata pantai yang melibatkan kelompok nelayan dan pengelola lokal dalam pelayanan wisata. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan mitra dalam penanganan awal kecelakaan wisata bahari melalui edukasi, demonstrasi, dan simulasi penggunaan alat keselamatan. Kegiatan dilaksanakan pada 16 Juli 2026 dengan melibatkan kelompok nelayan dan pengelola pantai sebagai peserta. Metode pelaksanaan meliputi penyampaian materi keselamatan dasar, pengenalan potensi kecelakaan di kawasan pantai, diskusi interaktif, demonstrasi penggunaan life jacket dan ring buoy, serta simulasi evakuasi korban menggunakan tandu dan tali bantu. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta terlibat aktif dalam proses pelatihan, memahami fungsi dasar alat keselamatan, serta memperoleh pengalaman praktik dalam melakukan respons awal terhadap kejadian darurat di kawasan wisata pantai. Simulasi ini menjadi langkah awal dalam membangun budaya keselamatan, memperkuat kesiapsiagaan komunitas lokal, dan mendukung pengelolaan wisata bahari yang lebih aman. Keberlanjutan program perlu diarahkan pada pelatihan berkala, penyusunan prosedur operasional penanganan kecelakaan, serta penempatan alat keselamatan pada titik strategis di kawasan Pantai Wonogoro.