Abstract
Latar Belakang : Dermatitis kontak iritan (DKI) merupakan salah satu penyakit akibat kerja yang paling sering terjadi pada sektor pertanian akibat paparan bahan kimia seperti pestisida. Intensitas penggunaan pestisida yang tinggi pada petani apel di Kota Batu berpotensi meningkatkan risiko terjadinya DKI. Tujuan : Menganalisis hubungan antara frekuensi dan durasi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu. Metode : Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 31 petani apel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner mengenai frekuensi dan durasi pajanan pestisida serta gejala DKI. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil : Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan adanya hubungan signifikan antara frekuensi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI (p = 0,001) serta antara durasi pajanan dengan kejadian gejala DKI (p = 0,015). Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi dan durasi pajanan pestisida dengan kejadian gejala DKI pada petani apel di Desa Tulungrejo, Kota Batu.