Abstract
Selama masa perkuliahan di kedokteran, ujian blok merupakan rutinitas setiap akhir blok. Hal ini menjadi salah stressor yang sering dialami oleh mahasiswa dan tubuh akan merespon stressor tersebut dalam bentuk perasaan cemas. Kecemasan sendiri adalah perasaan seseorang ketika memikirkan sesuatu yang tidak menyenangkan akan terjadi dimasa depan atau dengan kata lain seperti perasaan khawatir, tidak pasti, gugup dan kegelisahan terhadap suatu hal. Kecemasan yang dialami oleh mahasiswa membuat mereka sulit untuk mengontrol emosinya, yang akan berdampak pada meningkatnya stres dan membuat mereka sulit untuk memulai tidur. Kesulitan memulai tidur ini akan menyebabkan mahasiswa untuk sulit mendapatkan kualitas tidur yang diinginkan. Mengetahui hubungan tingkat kecemasan dengan kualitas tidur saat menghadapi ujian blok pada mahasiswa semester pertama Prodi Pendidikan Dokter FKKH Undana. Penelitian ini menggunakan medote analitik dengan desain cross sectional. Total responden 99 orang dengan metode total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner HARS dan PSQI. Didapatkan hasil sebanyak 6 orang (6,1%) tidak mengalami cemas, 55 orang (55,5%) cemas ringan, 29 orang (29,3%) cemas sedang dan cemas berat sebanyak 9 orang (9,1%). Hasil uji korelasi Somers D menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan dengan kekuatan korelasi yang sedang atau cukup kuat antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur dengan nilai p = 0,000 (r=0,429).