Abstract
Kesenjangan sosial merupakan permasalahan sosial yang bersifat kompleks dan berkelanjutan serta memiliki dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Perbedaan kondisi sosial ekonomi dalam masyarakat menyebabkan ketimpangan akses terhadap sumber daya penting, seperti pendidikan yang berkualitas, layanan kesehatan yang memadai, pemenuhan gizi yang seimbang, serta lingkungan sosial yang aman dan mendukung. Kondisi tersebut mengakibatkan tidak meratanya kesempatan bagi anak-anak untuk mencapai pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif, emosional, serta sosial secara optimal, terutama bagi anak-anak yang berasal dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam dampak kesenjangan sosial terhadap pertumbuhan anak melalui telaah berbagai perspektif teoretis dan temuan empiris dari penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menelaah buku, jurnal ilmiah nasional dan internasional, laporan kebijakan, serta publikasi lembaga terkait yang relevan dengan isu pertumbuhan anak dan ketimpangan sosial. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif guna mengidentifikasi pola, faktor dominan, dan hubungan antara kesenjangan sosial dan tumbuh kembang anak. Hasil kajian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga dengan status sosial ekonomi rendah memiliki risiko yang lebih tinggi mengalami gangguan pertumbuhan, seperti kekurangan gizi dan stunting, kesulitan belajar, tekanan emosional, rendahnya rasa percaya diri, serta keterbatasan keterampilan sosial. Selain itu, rendahnya tingkat pendidikan orang tua dan kualitas lingkungan tempat tinggal turut memperkuat ketimpangan perkembangan anak antar kelompok sosial. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif, inklusif, dan berkelanjutan yang berfokus pada pengurangan kesenjangan sosial melalui peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, pemenuhan gizi, serta perlindungan sosial, guna menjamin tumbuh kembang anak secara optimal dan berkeadilan.