Abstract
Minuman rempah sebagai minuman fungsional biasanya disajikan secara dadakan sehingga memerlukan penyaji terampil dan cekatan, namun biasanya terkendala saat ramai pengunjung menyebabkan rasa yang tidak konsisten. Pentingnnya alternatif penyajian minuman rempah cepat saji dapat dilakukan dengan pengolahan bahan rempah menjadi setengah jadi atau siap seduh yang membutuhkan gula sebagai bahan pengikat sekaligus pemanis alami dengan takaran yang pas. Jenis pemanis alami yang digunakan dan konsentrasi juga harus diperhatikan sehingga karakteristik produk yang diinginkan dan daya terima secara organoleptik dapat terpenuhi. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh variasi gula dan konsentrasi gula terhadap produksi dan organoleptik minuman rempah siap seduh serta menentukan perlakuan terbaik dan harga pokok penjualan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok dua faktor dimana faktor pertama yaitu jenis gula yang terdiri dari gula merah dan gula pasir serta faktor kedua yaitu konsentrasi yang terdiri dari konsentrasi 20%, 30%, dan 40%. Hasilnya menunjukkan bahwa konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap rendemen minuman rempah siap seduh. Jenis gula dan konsentrasi gula berpengaruh nyata terhadap warna, aroma, dan rasa pada minuman rempah siap seduh. Perlakuan terbaik minuman rempah siap seduh yaitu pada perlakuan gula pasir dengan konsentrasi 40%. Harga pokok penjualan dari minuman rempah siap seduh pada perlakuan terbaik yaitu sebesar Rp 10.065.462,00 dengan harga jual yaitu Rp. 8.700,00 per pieces dimana keuntungan yang akan diperoleh yaitu sebesar Rp. 3.019.638,00.