Abstract
Penggunaan gadget pada anak prasekolah semakin menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dan menjadi tantangan bagi orang tua dalam mengelola penggunaannya melalui komunikasi interpersonal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman komunikasi interpersonal orang tua dalam mengelola penggunaan gadget pada anak prasekolah di SPS Al-Mukaromah Bandung Barat. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode kualitatif dan pendekatan fenomenologi Edmund Husserl. Informan penelitian terdiri atas tiga orang ibu yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman orang tua dalam mengelola penggunaan gadget merupakan proses yang tidak selalu berjalan mudah dan konsisten. Orang tua mengalami berbagai situasi, mulai dari mengenalkan dan menetapkan aturan penggunaan gadget, mendampingi anak, melakukan pengawasan, hingga menghadapi penolakan anak ketika penggunaan gadget dibatasi. Dalam pelaksanaannya, pengalaman setiap informan berbeda sesuai dengan kondisi keluarga dan aktivitas sehari-hari. Informan yang bekerja menghadapi keterbatasan waktu dalam melakukan pengawasan, sedangkan informan yang lebih banyak berada di rumah memiliki kesempatan pendampingan yang lebih besar. Meskipun demikian, ketiga informan sama-sama mengalami proses negosiasi dan penyesuaian dalam berkomunikasi dengan anak. Pengalaman tersebut dimaknai sebagai proses belajar bagi orang tua untuk memahami kebutuhan anak, menetapkan batasan, serta menyesuaikan cara berkomunikasi ketika menghadapi respons anak yang berbeda-beda. Temuan penelitian selanjutnya dipahami melalui aspek komunikasi interpersonal Joseph A. DeVito yang meliputi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan.