Abstract
Isu kesehatan mental menjadi salah satu permasalahan global yang semakin banyak mendapat perhatian, termasuk di Indonesia. Media massa, khususnya drama Korea, memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu tersebut melalui berbagai representasi visual dan naratif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi gangguan kesehatan mental pada karakter Baek Ah Jin dalam drama Korea Dear X menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Fokus penelitian diarahkan pada makna denotatif, konotatif, dan mitos yang dibangun melalui adegan, dialog, ekspresi, serta unsur visual dalam drama. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan metode analisis semiotika dan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah karakter Baek Ah Jin pada drama Dear X, sedangkan objek penelitian berupa representasi gejala gangguan kesehatan mental yang ditampilkan dalam episode 6, 7, dan 8. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap potongan adegan, dialog, dan simbol visual yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan melalui identifikasi tanda (signifier) dan petanda (signified), kemudian diinterpretasikan pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos menurut Roland Barthes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa drama Dear X merepresentasikan gangguan kesehatan mental melalui berbagai tanda visual dan verbal yang menggambarkan trauma masa kecil, kesepian, kecemasan, kesulitan regulasi emosi, serta perilaku manipulatif sebagai mekanisme pertahanan diri. Pada tingkat denotasi, gangguan kesehatan mental ditampilkan melalui ekspresi wajah, dialog emosional, perilaku menyendiri, dan tindakan impulsif karakter. Pada tingkat konotasi, tanda-tanda tersebut merepresentasikan luka psikologis yang mendalam akibat pengalaman traumatis dan kurangnya dukungan emosional. Sementara pada tingkat mitos, drama membangun ideologi bahwa citra kesempurnaan dan kesuksesan di ruang publik tidak selalu mencerminkan kondisi psikologis seseorang yang sebenarnya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam kajian komunikasi massa dan semiotika, serta meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap representasi kesehatan mental dalam media populer.