Publishing Journal • Gudang Jurnal Ilmu Kesehatan

Penerapan Edukasi Kesehatan, Senam Hipertensi, Dan Pemberian Jus Tomat Dalam Upaya Pengendalian Hipertensi Pada Masyarakat

DOI: 10.59435/gjik.v3i2.1677 Year: 2025 Pages: 1-15 (Vol. 3, No. 2) Views: 2
Authors & Researchers
S
Satrio Nur Fadhilah Universitas Yatsi Madani1
R
Rina Puspita Sari Universitas Yatsi Madani2
N
Neni Alfidah Universitas Yatsi Madani3
T
Tarkawi Universitas Yatsi Madani4
N
Nisah Khairani Universitas Yatsi Madani5
P
Putri Andini Universitas Yatsi Madani6
P
Putri Anggraeni Universitas Yatsi Madani7
E
Eva Yulia Universitas Yatsi Madani8
S
Selfi Meilani Putri Universitas Yatsi Madani9
S
Sri Diana Universitas Yatsi Madani10
I
Ismi Nur Faizah Universitas Yatsi Madani11

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi  menjadi  salah  satu  masalah  kesehatan  masyarakat  di  dunia,  meningkatkan kecacatan dan kematian. Angka kejadian hipertensi setiap tahun terus mengalami peningkatan, penyakit ini sering disebut sebagai silent killer. Karena seringkali tidak menimbulkan gejala (silent killer), hipertensi memerlukan pendekatan keperawatan berbasis komunitas dengan intervensi yang berfokus pada masyarakat guna mencapai pengendalian yang lebih efektif. Tujuan: Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran implementasi keperawatan komunitas melalui edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat sebagai upaya pengendalian tekanan darah pada warga usia dewasa dan lanjut usia di lingkungan masyarakat. Metode: Penelitian quasi experimental dengan rancangan one group pre-test post-test design yang diikuti oleh 27 warga dewasa dan usia lanjut. Intervensi dilakukan 2 kali pertemuan (45 menit) meliputi edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test menggunakan kuesioner pengetahuan dan pengukuran tekanan darah, dianalisis secara deskriptif. Hasil: Setelah dilakukan intervensi berupa edukasi kesehatan, senam hipertensi, dan pemberian jus tomat, terjadi peningkatan pengetahuan warga dari 59,3% menjadi 92,5% dalam kategori baik. Selain itu, terjadi penurunan tekanan darah rata-rata sebesar 8 mmHg (sistolik) dan 4 mmHg (diastolik) pada warga yang mengikuti kegiatan tersebut, yang menunjukkan efek positif dari intervensi non-farmakologis terhadap pengendalian tekanan darah. Kesimpulan: Penerapan edukasi kesehatan, latihan fisik berupa senam hipertensi, serta pemberian jus tomat terbukti memberikan dampak positif dalam menurunkan tekanan darah dan dapat dijadikan strategi intervensi non-farmakologis yang efektif di komunitas.