Abstract
Halusinasi merupakan ketidakmampuan seseorang yang membuat menjadi sulit untuk membedakan keadaan nyata dan tidak nyata secara akurat. Halusinasi pendengaran adalah gangguan stimulus dimanah seseorang mendengar suara berbicara, mengejek, tertawa, mengancam bahkan menyuruh untuk melakukan sesuatu yang berbahaya seperti bunuh diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian merupakan rancangan penelitian Quasi Experiment dengan menggunakan pendekatan One Group pre-test dan post-test. Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 17 orang dengan tahnik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Analisa bivariat terdapat kedua variabel dengan Uji-t berpasangan (t dependen) didapatkan hasil nilai p=0,001 <alpha (0,005). Penelitian ini dapat disimpulkan terdapat pengaruh terapi aktivitas kelompok orientasi realita terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pada pasien halusinasi pendengaran di RSUD madani. Terapi aktivitas kelompok orientasi realita memberikan hasil yang lebih besar terhadap perubahan pasien, meningkatkan perilaku adaptif serta mengurangi perilaku maladaptif