Publishing Journal • Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu

Penerapan Quality Function Deployment (QFD) dalam Pengembangan Produk Buket Artificial pada UMKM Bouquet Flower and Gift

DOI: 10.59435/gjmi.v3i10.1828 Year: 2025 Pages: 21-35 (Vol. 3, No. 10) Views: 2
Authors & Researchers
W
Wijayanti, Nyoman Okta Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera1
K
Khairunnisa, Azizah Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera2
S
Sinulingga, Riska Cesarea Br Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera3
P
Purnamawanti , Jesica Dwi Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera4
H
Hadawiyah, Asyh Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera5
P
Putri, Rossa Amalia Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera6
A
Azzahra, Qori Sakura Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera7
S
Solihin, Shesa Fadhila Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera8
W
Wahyudi, Rizqi Program Studi Teknik Industri, Institut Teknologi Sumatera9

Abstract

Perkembangan industri kreatif di Indonesia menunjukkan peningkatan signifikan, namun sebagian besar produk dekoratif seperti buket artificial masih menggunakan bahan sintetis yang sulit terurai sehingga menimbulkan masalah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Quality Function Deployment (QFD) dalam mengidentifikasi kebutuhan konsumen dan menerjemahkannya ke dalam karakteristik teknis produk buket artificial ramah lingkungan pada UMKM Bouquet Flower and Gift Sukarame, Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed methods dengan pendekatan kualitatif untuk menggali voice of customer dan kuantitatif untuk menentukan prioritas pengembangan produk melalui matriks House of Quality (HoQ). Hasil analisis menunjukkan bahwa atribut layanan dengan skor tertinggi adalah Desain fungsional, Kepercayaan dan keberlanjutan, serta Kemudahan, masing-masing sebesar 20%, diikuti Layanan cepat dan komunikatif sebesar 19%, Produk berkualitas 12%, dan Ekonomis 8%. Nilai tertinggi pada kebutuhan konsumen diperoleh pada atribut Produk Cantik dan Unik sebesar 3,9%. Berdasarkan temuan tersebut, rekomendasi utama bagi UMKM adalah meningkatkan aspek kemudahan penggunaan, memperkuat keandalan layanan, serta memaksimalkan penggunaan bahan daur ulang agar produk lebih kompetitif dan berkelanjutan di pasar dekoratif lokal.