Publishing Journal • Journal of Future Social Humanities and Cultural Evolution

Analisis Program Konservasi Orangutan Sumatera oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari di Kabupaten Langkat

DOI: 10.65244/jfshe.v1i2.920 Year: 2026 Pages: 41-55 (Vol. 1, No. 2) Views: 2
Authors & Researchers
N
Naila Elfira Sari https://ror.org/022gvg0721
A
Anju Diah Natalia Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan2
A
Ahmad Fauzi Sinuraya Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan3
I
Ipantri Naibaho Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan4
R
Rud Sahanaia Sari Nona Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan5
D
Desty Novry Lianty Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan6
M
Meilinda Suriani Harefa Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan7
D
Drliandri Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Medan, Medan8

Abstract

Orangutan Sumatera (Pongo abelii) merupakan satwa endemik yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan tropis. Namun, populasi orangutan terus menghadapi ancaman akibat deforestasi, fragmentasi habitat, dan konflik manusia-orangutan. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan program konservasi orangutan Sumatera yang dilakukan oleh Yayasan Orangutan Sumatera Lestari–Orangutan Information Centre (YOSL–OIC) di Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, serta mengkaji kontribusi produk berbasis konservasi terhadap perekonomian masyarakat. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YOSL–OIC menerapkan pendekatan konservasi terpadu melalui restorasi ekosistem, penyelamatan orangutan, smart patrol, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Selain mendukung perlindungan habitat orangutan, program pemberdayaan masyarakat menghasilkan produk berbasis jahe merah seperti JELES, aromaterapi, dan body oil herbal yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara konservasi ekologis dan pemberdayaan ekonomi masyarakat mampu mendukung keberlanjutan konservasi orangutan Sumatera secara lebih efektif.