Publishing Journal • Journal of Scientific Interdisciplinary

Penggunaan Media Video Animasi Dalam Pembelajaran SKI Pada Minat Belajar Dan Penguatan Karakter Religius Siswa

DOI: 10.62504/jsi1280 Year: 2025 Pages: 11-25 (Vol. 2, No. 3) Views: 2
Authors & Researchers
A
Ade Ma’ruf Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon1
Z
Zaenal Taufik Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon2
A
Andi Sri Rahayu Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon3
H
Husnul Hidayati Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon4
R
Rif’ah Rif’ah Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon5
A
Agus Abdussalam Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan media video animasi dalam pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dapat meningkatkan minat belajar dan memperkuat karakter religius siswa kelas VII MTs Nurul Islam Slatri, serta faktor-faktor penentu minat dan implikasi terhadap karakter religius dalam pendidikan agama islam (PAI) diluar sekolah dan pembelajaran sepanjang hayat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik alanisis data yang digunakan model interaktif Miles dan Huberman yang terdiri atas pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media video animasi mampu menyajikan materi SKI secara lebih menarik, visual, dan kontekstual sehingga mempermudah siswa memahami sejarah dan keteladanan tokoh Islam. Video animasi yang mengandung pesan moral dan religius secara tidak langsung mendorong siswa untuk meneladani nilai-nilai islami dalam kehidupan sehari-hari, seperti disiplin, tanggung jawab, dan kejujuran. Penggunaan media ini juga menumbuhkan antusiasme dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran, yang merupakan indikator meningkatnya minat belajar. Hal ini menguatkan pentingnya inovasi media dalam pembelajaran PAI yang tidak hanya fokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan karakter.