Publishing Journal • Journal of International Multidisciplinary Research

Analisis Bahasa Flexing di Media Sosial TiktokMelalui Pandangan Sosiolinguistik

DOI: 10.62504/jimr964 Year: 2024 Pages: 1-15 (Vol. 2, No. 11) Views: 2
Authors & Researchers
S
Sofwan Hadianto Prasetyo State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang1
A
Arieni, Arieni Alfakhaera State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang2
D
Djoko Susanto State Islamic University of Maulana Malik Ibrahim Malang3

Abstract

Perkembangan teknologi digital memfasilitasi munculnya fenomena "flexing" di media sosial, terutama di platform TikTok. Fenomena ini mengacu pada perilaku pengguna yang memamerkan kekayaan, gaya hidup mewah, atau pencapaian pribadi untuk membangun citra diri yang diinginkan di mata publik. Melalui perspektif sosiolinguistik, penelitian ini menganalisis bahasa yang digunakan dalam konten flexing, yang sering kali mencakup kata-kata mewah, frasa khas, dan intonasi tertentu. Studi ini bertujuan untuk memahami bagaimana bahasa flexing menjadi alat komunikasi yang mencerminkan status sosial, kebutuhan akan validasi sosial, dan identitas digital pengguna. Temuan menunjukkan bahwa flexing bukan hanya sarana komunikasi, tetapi juga simbol status di ruang digital, memperlihatkan bagaimana bahasa membentuk dan mengelola persepsi identitas sosial di lingkungan daring. Implikasi ini memperluas pemahaman sosiolinguistik terkait peran bahasa dalam budaya digital dan norma sosial di media sosial.