Abstract:Abstract: Sidomulyo Village Hall Office, currently the agency has several assets including 1 computer unit, 4 air conditioners, 2 printers, and 1 television. And the second interview with noni as the Head of Finance (Village…
lage Treasurer) she stated that when calculating the depreciation of the residual value of assets in the Village Agency it is not optimal because it is still done conventionally such as manually calculated using a calculator in a book and has not been computerized. Produce an asset inventory application to make it easier to calculate the depreciation value of goods in the government agency Sidomulyo Village Hall Office. The purpose of this study is to change the manual calculation system into a computerized calculation system. The data used is asset data owned by the Sidomulyo Village Hall Office. The results of the AHP calculation test show that the depreciation of assets for Laptops, Printers, Photocopy Machines, AC, Digital, Wall Clocks, Fans, Refrigerators and Sound Systems is 30% and 32-inch TV Assets is 20%.
Â
Keywords: Inventory Application, AHP Method, Sidomulyo Village Hall Office, Web.
Abstrak: Kantor Balai Desa Sidomulyo, saat ini instansi tersebut memiliki beberapa aset diantaranya komputer 1 unit, air conditioner 4 unit, mesin cetak (printer) 2 unit, dan televisi 1 unit. Dan wawancara kedua dengan noni sebagai Kaur Keuangan (Bendahara Desa) beliau menyatakan bahwa saat didalam perhitungan penyusutan nilai residu pada aktiva/aset di Instansi Desa tersebut belum maksimal karena masih dilakukan secara konvensional seperti dihitung manual menggunakan kalkulator dibuku dan belum terkomputerisasi. Menghasilkan aplikasi inventori aset agar lebih mudah dalam menghitung nilai penyusutan barang pada instansi pemerintahan Kantor Balai Desa Sidomulyo. Tujuan penelitian ini ialah mengubah sistem perhitungan manual menjadi sebuah sistem perhitungan yang sudah terkomputerisasi. Data yang digunakan berupah data aset yang dimiliki oleh Kantor Balai Desa sidomulyo. Hasil pengujian perhitungan AHP terlihat penyusutan aset Laptop, Printer, Mesin Foto Copy, AC, Digital, Jam Dinding, Kipas Angin, Kulkas dam sound System sebesar 30% dan Aset TV 32 Inci Sebesar 20%.
Â
Kata kunci: Aplikasi Inventori, Metode AHP, Kantor Balai Desa Sidomulyo, Web.
Abstract:Abstract: The development of technology in Indonesia is experiencing very rapid development in various fields, one of which is in the field of education. Education is one of the pillars that support the progress of a nation.…
ion. In the teaching and learning process, there is already a lot of use of technology. SMK Bayu Pertiwi is one of the private educational institutions that has several school facilities, one of which is the library. However, the library has not implemented computerized technology in managing library data and still uses a manual recording system using books as a medium for storing and recording library data. The library has various problems in managing library data. Where the problem that is often faced is the difficulty in tracking library books that are borrowed and returned. Sometimes there are obstacles in collecting library membership data, book data and making library data reports. Therefore, the author is interested in helping and overcoming the problems that exist in the school, by creating an application that can be used to change the conventional system into a web-based application system that can be used to manage data on borrowing and returning library books. The goal is to create a web-based library loan and return system application using the PHP programming language and data storage media using Mysql. Expected from the application.
Â
Keywords: Application, Borrowing, Returning, Library, Website
Abstrak: Perkembangan teknologi di Indonesia megalami perkembangan yang sangat pesat diberbagai bidang, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pendidikan merupakan salah satu pilar yang menopang kemajuan suatu bangsa. Dalam proses belajar mengajar sudah banyak menggunakan teknologi. SMK Bayu Pertiwi salah satu instansi pendidikan Swasta yang memiliki beberapa fasilitas sekolah salah satunya adalah perpustakaan. Akan tetapi perpustakaan belum menerapkan teknologi komputerisasi didalam mengelolah data-data perpustakaan dan masih menggunakan sistem pencatatan manual mengunakan buku sebagai media penyimpanan dan pencatatan data perpustakaan. Pihak perpustakaan memiliki berbagai masalah didalam mengelolah data perspustakaan. Dimana permasalahan yang sering dihadapi adalah kesulitan untuk melancak buku-buku perpustakaan yang dipinjam dan dikembalikan. Terkadang terdapat kendala didalam pendataan keanggotaan perpustakaan, data buku dan pembuatan laporan data perpustakaan. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk membantu dan mengatasi permasalahan yang ada pihak sekolah, dengan membuat sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk merubah sistem konvensional menjadi sistem aplikasi berbasis web yang dapat digunakan untuk mengelolah data peminjaman dan pengembalian buku perpustakaan. Tujuannya adalah untuk membuat sebuah aplikasi sistem peminjaman dan pengembalian perpustakaan berbasis web dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan media penyimpanan data menggunakan Mysql. Diharapakan dari aplikasi yang dibuat dapat mengatasi permasalahan yang terjadi dan dapat memudahkan pihak pengelolah perpustakaan dalam melakukan pengolahan data baik data buku, data anggota, data peminjaman, pengembalian buku perpustakaan dan juga menjadikan salah satu sekolah swasta yang sudah menerapkan teknologi berbasis digitalisasi.
Â
Kata kunci: Aplikasi, Peminjaman, Pengembalian, Perpustakaan, Website
Abstract:Abstract: Diabetes is a chronic disease with a steadily increasing number of suf Mutia Arifah ferers every year, including in Pidie Jaya Regency. Early detection and clustering of sufferers are crucial to support effective…
ve disease management, personalized care, and more targeted allocation of health resources. This study aims to cluster sub-districts based on the number of diabetes sufferers using the Fuzzy C-Means (FCM) method. This method was chosen because it can flexibly group data by calculating the degree of membership of each data item within each cluster. The data used is secondary data on the number of diabetes sufferers from 12 sub- districts in Pidie Jaya Regency during the 2021-2024 period. The clustering process is carried out through several stages: parameter initialization, random creation of an initial partition matrix, calculation of cluster centers, degree of membership, and iterative evaluation of the objective function until convergence. The results show that Fuzzy C-Means successfully divides the data into two clusters: high and low clusters. Subdistricts such as Trienggadeng and Meureudu are in the high cluster, while Cubo and Jangka Buya are in the low cluster. The objective function value decreased significantly and reached convergence at the 13th iteration. The results of this study are expected to assist local governments and health agencies in developing more targeted policies based on the geographic distribution of diabetes sufferers in the Pidie Jaya region.
Keyword: Diabetes, Clustering, Fuzzy C-Means.
Abstrak: Diabetes merupakan salah satu penyakit kronis yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun, termasuk di Kabupaten Pidie Jaya. Deteksi dini dan klasterisasi penderita sangat penting untuk mendukung manajemen penyakit yang efektif, personalisasi perawatan, serta alokasi sumber daya kesehatan yang lebih tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengklaster wilayah kecamatan berdasarkan jumlah penderita diabetes menggunakan metode Fuzzy C-Means. Metode ini dipilih karena mampu mengelompokkan data secara fleksibel dengan memperhitungkan derajat keanggotaan setiap data terhadap masing-masing klaster. Data yang digunakan berupa data sekunder jumlah penderita diabetes dari 12 kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya selama periode 2021, 2022, 2023 hingga 2024. Proses klasterisasi dilakukan melalui beberapa tahap, yaitu inisialisasi parameter, pembuatan matriks partisi awal secara acak, perhitungan pusat klaster, derajat keanggotaan, dan evaluasi fungsi objektif secara iteratif hingga konvergensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fuzzy C-Means berhasil membagi data menjadi dua klaster, yaitu klaster tinggi dan rendah. Kecamatan seperti Trienggadeng dan Meureudu termasuk klaster tinggi, sedangkan Cubo dan Jangka Buya termasuk klaster rendah. Nilai fungsi objektif menurun signifikan dan mencapai konvergensi pada iterasi ke-13. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah dan instansi kesehatan dalam membuat kebijakan yang lebih tepat sasaran berdasarkan distribusi geografis penderita diabetes di wilayah Pidie Jaya.
Kata kunci: Diabeter, Clustering, Fuzzy C-Means.
Abstract:Aplikasi My Pelindo merupakan bentuk fasilitas kerja dari PT. Pelabuhan Indonesi untuk para pegawai dalam aksi dan menerima informasi melalui fitur-fitur yang ada. My Pelindo memiliki beberapa layanan yaitu seputar absensi…
si (PCICO), pelaporan keuangan (PICO), dan Travel. Permasalahan yang terjadi pada layanan aplikasi yang digunakan oleh Perusahaan, ditemukan berbagai kendala pada sejumlah layanan, termaksud PCICO absensi, pelaporan keuangan (PICO), dan Travel. Permasalahan yang muncul meliputi aplikasi tidak dapat diakses dalam waktu tertentu, ketidakmampuan login pada aplikasi seperti PCICO, dan Travel, kegagalan dalam registrasi wajah, gagal absensi pada PCICO, serta berbagai masalah terkait tampilan, seperti tampilan pelaporan keuangan yang hilang pada PICO, dan ada data yang tidak muncul sesuai harapan, serta kendala dalam akses data seperti SPPS yang tidak muncul di Travel. Untuk meningkatkan kualitas aplikasi My Pelindo perlu dilakukan pengujian aplikasi My Pelindo salah satunya dengan cara standar ISO 25010:2023. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas aplikasi My Pelindo berdasarkan ISO 25010:2023 yang meliputi karakteristik functional suitability, performan efficiency, compability, interactioan capability, reliability, security, maintainability, flexibility, dan safety. Hasil dari penelitian yang sudah diteliti menunjukkan bahwa aplikasi My Pelindo memiliki kekuatan dalam hal functional suitability dan security, sementara kelemahan ditemukan pada performan efficiency, reliability, compability, interaction capability, ,maintainability, flexibility, dan safety, dimana berbagai masalah kendala seperti gagal login, error pada fitur absensi, data tidak ditemukan, data tidak terekan, dan masalah akses data yang berdampak pada efesiensi operasional. Rekomendasi yang diberikan diharapkan dapat membantu PT. Pelindo dalam melakukan pembaruan dan pengembangan aplikasi agar kualitas aplikasi My Pelindo tetap optimal.
Abstract:Abstract: This study aims to describe the implementation of character education in several public senior high schools in Jambi City. Using a qualitative descriptive approach, data were collected through observation, interviews,…
rviews, and documentation. The results of the study indicate that character education has been systematically integrated through intracurricular, co-curricular, and extracurricular activities. Each school develops different strategies, such as religious habits, the Pancasila Student Profile (P5) project, and contextual learning that emphasizes values such as responsibility, tolerance, and nationalism. The role of teachers as role models, as well as the involvement of parents and the surrounding environment are important factors in strengthening students’ character. Despite challenges such as limited facilities, the implementation of character education has been running progressively. This study emphasizes the importance of collaboration between all parties in forming a generation with superior character, both in terms of academics and morals.
Â
Keyword: Implementation, Character Education, Jambi City
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter di beberapa SMA Negeri di Kota Jambi. Menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan karakter telah diintegrasikan secara sistematis melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Setiap sekolah mengembangkan strategi berbeda, seperti pembiasaan religius, proyek Profil Pelajar Pancasila (P5), dan pembelajaran kontekstual yang mengedepankan nilai-nilai seperti tanggung jawab, toleransi, dan nasionalisme. Peran guru sebagai teladan, serta keterlibatan orang tua dan lingkungan sekitar menjadi faktor penting dalam penguatan karakter siswa. Meskipun terdapat tantangan seperti keterbatasan fasilitas, implementasi pendidikan karakter telah berjalan secara progresif. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam membentuk generasi berkarakter unggul, baik dari sisi akademik maupun moral.
Â
Kata kunci: Impelementasi, Pendidikan Karakter, Kota Jambi
Abstract:Abstract: The purpose of this study is to determine the regulations for resolving traffic accident cases using a restorative justice approach and the legal certainty of resolving traffic accident cases using a restorative…
e justice approach. This type of research uses empirical legal research, namely research conducted directly or by field observation. Regulations for resolving traffic accident cases using a restorative justice approach are regulated in Police Regulation Number 8 of 2021 concerning Case Handling Based on Restorative Justice. The settlement stages include inviting a meeting between the parties, a desire for peace, drafting a Peace Agreement Deed, and approval of the Peace Agreement Deed by Police Investigators. Legal certainty in resolving traffic accident cases using a restorative justice approach encompasses several aspects, namely a clear and transparent legal process, protection of the rights of victims and perpetrators, the application of restorative justice as an alternative, and the role of the police as a facilitator.
Keywords: Restorative justice; Police; Traffic
Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaturan penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan keadilan restorative dan kepastian hukum terhadap penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan Keadilan Restoratif. Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang dilakukan secara langsung atau observasi ke lapangan. Pengaturan penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan keadilan restorative diatur dalam Peraturan Kepolisian Nomor 8 Tahun 2021 tentang Penanganan Perkara Berdasarkan Keadilan Restoratif. Adapun tahap penyelesaian dengan mengundang pertemuan antar pihak, adanya keinginan berdamai, membuat Akta Kesepakatan Perdamaian dan Persetujuan Akta Kesepakatan Perdamaian oleh Penyidik Kepolisian. Kepastian hukum terhadap penyelesaian perkara kecelakaan lalu lintas dengan pendekatan keadilan restorative mencakup beberapa aspek yaitu proses hukum yang jelas dan transparan, perlindungan hak korban dan pelaku, penerapan keadilan restoratif sebagai Alternatif dan peran Kepolisian sebagai Fasilitator.
Kata kunci: Keadilan restoratif; Kepolisian; Lalu lintas
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengelolaan aplikasi M-Paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Lhokseumawe, menggunakan kerangka kerja COBIT 2019 pada domain Deliver, Service, and Support (DSS). M-Paspor adalah…
h platform digital yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi administrasi publik dalam penerbitan paspor. Namun, implementasi yang efektif memerlukan evaluasi menyeluruh terhadap proses operasional, perlindungan data, dan kelangsungan penyediaan layanan. Metodologi studi yang digunakan bersifat deskriptif-kuantitatif, dengan pendekatan survei menggunakan kuesioner berbasis Likert. Responden dikategorikan berdasarkan peran mereka dalam pelayanan pelanggan, seperti pemohon, petugas loket, dan departemen informatika. Setiap subdomain DSS01–DSS06 dievaluasi berdasarkan tingkat kemampuan COBIT 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subdomain DSS02 (Manage Service Requests and Incidents) mencapai tingkat 3 (Defined), sementara DSS03 (Manage Problems) hanya berada pada tingkat 1 (Initial).Temuan lain menunjukkan bahwa beberapa proses masih belum terdokumentasi secara formal dan tidak dilakukan monitoring berkala. Penelitian ini merekomendasikan perbaikan dalam dokumentasi, pelatihan, dan penerapan sistem pelaporan insiden digital. Audit ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas, efisiensi, serta perlindungan data dalam layanan publik berbasis digital di lingkungan keimigrasian.
Abstract:Abstract: Professional ethics of doctors are an important foundation in the practice of quality health services. The application of professional ethics of doctors in health services for patients greatly determines the quality…
ality of services provided, both in terms of professionalism, safety, and patient comfort. This study aims to examine the application of medical professional ethics in providing health services to patients, focusing on aspects of honesty, medical confidentiality, and professional responsibility. The research method used was a literature study and interviews with medical personnel in several hospitals and clinics in Indonesia. The results show that although many doctors have implemented professional ethics well, there are still challenges in terms of effective communication between doctors and patients and adherence to the principle of medical confidentiality. In addition, the application of professional ethics is also influenced by cultural factors and the work environment in each health institution. Most doctors understand the importance of professional ethics, but their application is not yet fully optimal, especially in situations that require difficult decisions or conflicts of interest. This study provides recommendations to improve professional ethics training for doctors and create a work environment that supports the application of professional ethics in health services. It is hoped that with the implementation of better professional ethics, the quality of health services for patients can be further improved, create a more harmonious doctor-patient relationship, and reduce the risk of malpractice and patient complaints.
Â
Keywords: professional ethics, health services, medical confidentiality.
Abstrak: Etika profesi dokter merupakan landasan penting dalam praktik pelayanan kesehatan yang berkualitas. Penerapan etika profesi dokter dalam pelayanan kesehatan bagi pasien sangat menentukan kualitas pelayanan yang diberikan, baik dari sisi profesionalisme, keamanan, maupun kenyamanan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan etika profesi dokter dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada pasien, dengan fokus pada aspek-aspek kejujuran, kerahasiaan medis, dan tanggung jawab profesional. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan wawancara dengan tenaga medis di beberapa rumah sakit dan klinik di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun banyak dokter yang sudah menerapkan etika profesi dengan baik, masih ada tantangan dalam hal komunikasi efektif antara dokter dan pasien serta kepatuhan terhadap prinsip kerahasiaan medis. Selain itu, penerapan etika profesi juga dipengaruhi oleh faktor budaya dan lingkungan kerja yang ada di setiap institusi kesehatan. Sebagian besar dokter memahami pentingnya etika profesi, tetapi penerapannya belum sepenuhnya optimal, khususnya dalam situasi-situasi yang memerlukan keputusan sulit atau konflik kepentingan. Penelitian ini memberikan rekomendasi untuk meningkatkan pelatihan etika profesi dokter serta menciptakan lingkungan kerja yang mendukung penerapan etika profesi dalam pelayanan kesehatan. Diharapkan dengan penerapan etika profesi yang lebih baik, kualitas pelayanan kesehatan bagi pasien dapat lebih ditingkatkan, menciptakan hubungan dokter-pasien yang lebih harmonis, dan mengurangi risiko malpraktik serta keluhan pasien.
Â
Kata kunci: etika profesi, pelayanan kesehatan, kerahasiaan medis.
Abstract:Abstract: This study aims to apply the K-Means clustering algorithm in clustering potential customers at the Dana Mutiara Savings and Loan Cooperative. This method is used to group customer data based on several criteria…
such as age, occupation, income, marital status, number of dependents, and asset ownership. The results of this clustering will facilitate the cooperative in assessing the eligibility of potential customers for loans and reducing the risk of non-performing loans. This study utilized customer data collected from January to February 2025, using the PHP programming language and MySQL database to build an adaptive information system. The clustering results identified three customer groups: potential, moderately potential, and less potential. The implementation of this system can enhance decision-making efficiency in credit approval processes at the cooperative.
Â
Keyword: K-Means; Clustering; Potential Customers; Cooperatives; Data Mining.
Â
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan algoritma K-Means clustering dalam mengklaster calon nasabah potensial di Koperasi Simpan Pinjam Dana Mutiara. Metode ini digunakan untuk mengelompokkan data nasabah berdasarkan beberapa kriteria seperti usia, pekerjaan, penghasilan, status perkawinan, jumlah tanggungan, dan kepemilikan aset. Hasil dari klasterisasi ini akan memudahkan pihak koperasi dalam menilai kelayakan calon nasabah untuk mendapatkan pinjaman, serta mengurangi risiko kredit macet. Penelitian ini menggunakan data nasabah yang diperoleh pada periode Januari hingga Februari 2025, dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan database MySQL untuk membangun sistem informasi yang adaptif. Hasil klasterisasi menunjukkan tiga kelompok nasabah: potensial, cukup potensial, dan kurang potensial. Implementasi sistem ini dapat meningkatkan efisiensi dalam pengambilan keputusan pemberian kredit pada koperasi.
Â
Kata kunci: K-Means; Clustering; Calon Nasabah Potensial; Koperasi; Data Mining
Abstract:Abstrack: This study addresses the strategic issue of low utilization of agricultural product processing among farmers in Lubuk Seberuk Village, Ogan Komering Ilir (OKI) Regency. The main objective of this study is to understand…
derstand the extent to which farmers in the region possess the knowledge, attitudes, and readiness to develop value-added agricultural product-based businesses. The study employed a descriptive qualitative approach, exploring farmers' views, attitudes, and practices related to agricultural product processing. Data were obtained through direct observation and in-depth interviews. Data analysis followed the stages of Miles and Huberman, namely data reduction, data presentation, and systematic and reflective conclusion drawing. The results indicate that the majority of farmers have initial awareness of the potential of agricultural product processing but have not yet been fully able to apply it. The main inhibiting factors include limited access to processing technology, minimal technical training, limited capital, and the government's suboptimal role in supporting agricultural-based economic diversification programs. Nevertheless, some farmers have taken the initiative to independently process their crops into products such as chips, flour, and other packaged products that are marketed locally and online. This step has been proven to increase income and open up new business opportunities in rural areas.
Â
Keywords: Agricultural Product Processing, Farmer Understanding, Economic
               Diversification
Â
Abstrak: Penelitian ini mengangkat isu strategis terkait rendahnya pemanfaatan pengolahan hasil pertanian di kalangan petani di Desa Lubuk Seberuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami sejauh mana petani di wilayah tersebut memiliki pengetahuan, sikap, dan kesiapan dalam mengembangkan usaha berbasis olahan hasil pertanian yang bernilai tambah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, yaitu dengan mengeksplorasi pandangan, sikap, dan praktik petani terkait proses pengolahan hasil pertanian. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam. Analisis data mengikuti tahapan Miles dan Huberman, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara sistematis dan reflektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas petani telah memiliki kesadaran awal mengenai potensi pengolahan hasil pertanian, namun belum sepenuhnya mampu mengaplikasikannya. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan akses terhadap teknologi pengolahan, minimnya pelatihan teknis, keterbatasan modal, dan belum optimalnya peran pemerintah dalam mendukung program diversifikasi ekonomi berbasis pertanian. Meskipun demikian, beberapa petani telah mengambil inisiatif mandiri untuk mengolah hasil panen menjadi produk seperti keripik, tepung, dan olahan kemasan lain yang dipasarkan secara lokal maupun daring. Langkah ini terbukti menambah penghasilan dan membuka peluang usaha baru di pedesaan.
Â
Kata kunci: Pengolahan Hasil Pertanian, Pemahaman Petani, Diversifikasi Ekonomi.