Abstract:Verifikasi luas lahan kelompok tani merupakan proses penting dalam mendukung program bantuan dan subsidi pertanian di Kabupaten Jember. Namun, proses verifikasi yang dilakukan secara manual masih membutuhkan waktu yang relatif…
elatif lama, berpotensi menimbulkan kesalahan, dan memerlukan tenaga lapangan yang cukup banyak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pendampingan kepada staf Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember dalam penggunaan aplikasi Google Earth sebagai alat bantu verifikasi luas lahan kelompok tani. Mitra kegiatan adalah staf Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember yang terlibat dalam proses verifikasi lahan, dengan sasaran kegiatan berupa peningkatan kemampuan dalam menggunakan aplikasi Google Earth. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi observasi awal, penyampaian materi, sosialisasi penggunaan Google Earth, praktik pengukuran luas lahan, dan pendampingan kepada peserta. Evaluasi program dilakukan melalui observasi dan wawancara untuk mengetahui pemahaman serta kemampuan peserta dalam menggunakan Google Earth. Indikator keberhasilan kegiatan ditunjukkan melalui kemampuan peserta dalam mengoperasikan aplikasi, melakukan pengukuran luas lahan, dan memanfaatkan hasil pengukuran sebagai alat bantu verifikasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penggunaan Google Earth dapat membantu mempermudah proses pengukuran dan verifikasi luas lahan, baik dari segi efisiensi waktu maupun kemudahan dalam melihat kondisi lahan secara visual. Meskipun terdapat beberapa kendala teknis, seperti keterbatasan pemahaman awal peserta terhadap teknologi digital dan ketergantungan pada koneksi internet, kegiatan pengabdian ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kemudahan dan efektivitas proses verifikasi lahan. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung proses verifikasi lahan yang lebih praktis, mudah, dan efisien
Abstract:Perumda Perkebunan Kahyangan Jember merupakan salah satu perusahaan daerah yang memiliki potensi dalam pengembangan dan pemasaran produk kopi. Namun, potensi tersebut perlu didukung dengan strategi pemasaran yang terarah…
agar produk mampu menjangkau konsumen secara lebih luas. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran produk kopi pada Perumda Perkebunan Kahyangan Jember menggunakan konsep bauran pemasaran 4P yang meliputi Product, Price, Place, dan Promotion. Metode yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kondisi pemasaran, pengumpulan informasi, analisis strategi 4P, penyusunan rekomendasi, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengembangan pemasaran produk kopi dapat dilakukan melalui penguatan kualitas, identitas, dan kemasan produk pada aspek Product; penyesuaian harga berdasarkan kualitas, ukuran, dan kondisi pasar pada aspek Price; perluasan jaringan distribusi serta pemanfaatan saluran digital pada aspek Place; dan peningkatan promosi melalui media sosial serta kegiatan promosi langsung pada aspek Promotion. Penerapan konsep 4P memberikan pemetaan yang lebih sistematis terhadap kondisi pemasaran produk kopi dan menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam pengembangan strategi pemasaran. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu Perumda Perkebunan Kahyangan Jember meningkatkan jangkauan pemasaran dan memperkuat daya saing produk kopi sebagai salah satu produk perkebunan daerah.
Abstract:Penggunaan layanan perbankan digital semakin meningkat seiring dengan perkembangan teknologi informasi, termasuk pemanfaatan aplikasi mobile banking BRImo oleh nasabah Bank BRI. Namun, masih terdapat sebagian nasabah, khususnya…
ususnya di segmen usia lanjut dan wilayah dengan literasi digital rendah, yang belum optimal dalam memanfaatkan fitur-fitur BRImo karena minimnya pemahaman dan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi digital. Permasalahan ini menjadi dasar dilaksanakannya kegiatan edukasi sebagai solusi untuk meningkatkan pemahaman dan kepercayaan nasabah terhadap aplikasi BRImo. Pengabdian ini bertujuan untuk menganalisis strategi edukasi yang diterapkan Bank BRI dalam meningkatkan penggunaan aplikasi BRImo, meliputi sosialisasi langsung di kantor cabang, pelatihan tatap muka bagi nasabah, pemanfaatan media sosial dan konten edukatif digital, serta pendampingan personal oleh petugas customer service. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, wawancara dengan nasabah dan pegawai bank, serta dokumentasi kegiatan edukasi. Hasil sementara menunjukkan bahwa strategi edukasi yang dilakukan secara konsisten mampu meningkatkan pemahaman nasabah terhadap fitur BRImo hingga lebih dari 60%, serta mendorong peningkatan frekuensi transaksi digital pada kelompok nasabah yang mengikuti program edukasi. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi strategi edukasi perbankan digital yang lebih efektif dan inklusif.
Abstract:Administrasi perkantoran memainkan peranan yang sangat vital dalam memfasilitasi kelancaran operasional suatu organisasi, terutama di lembaga pemerintah yang menjalankan berbagai aktivitas pengelolaan dokumen, data, surat…
t menyurat, dan koordinasi antarunit kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi peran administrasi perkantoran dalam meningkatkan efektivitas kinerja pegawai di Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Jember. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif dengan deskripsi. Pengumpulan data dilakukan lewat observasi selama Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), dokumentasi, dan pengamatan terhadap proses administrasi di unit kerja yang bersangkutan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa administrasi perkantoran berkontribusi pada peningkatan efektivitas kinerja pegawai melalui pengelolaan surat dan dokumen, pendataan serta validasi objek pajak, pengelolaan informasi wajib pajak, pengarsipan, distribusi dokumen antar bidang, serta pemanfaatan sistem administrasi. Kegiatan ini berfungsi untuk menjamin ketepatan pengolahan data, kelancaran prosedur kerja, kemudahan dalam mencari dokumen, dan koordinasi antarunit kerja. Penelitian ini memberikan sumbangsih dalam memperdalam pemahaman tentang signifikansi pengelolaan administrasi perkantoran sebagai elemen pendukung efektivitas kinerja pegawai dalam lembaga pemerintah.
Abstract:Penelitian ini menganalisis penerapan Qanun Kabupaten Aceh Besar Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pemerintahan Gampong di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Persoalan penelitian terletak pada jarak…
k antara tersedianya kerangka hukum dan prasyarat implementasinya, terutama setelah perubahan pengaturan desa pada tingkat nasional dan belum kuatnya pedoman pembentukan qanun gampong. Penelitian menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum primer berupa peraturan tentang Pemerintahan Aceh, Desa, dan Pemerintahan Gampong; sedangkan bahan sekunder meliputi 20 artikel jurnal serta publikasi resmi pemerintah. Analisis dilakukan melalui inventarisasi norma, sinkronisasi vertikal-horizontal, dan evaluasi terhadap enam dimensi tata kelola: kelembagaan, regulasi lokal, partisipasi, akuntabilitas, pelayanan-pembangunan, dan kapasitas aparatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qanun Nomor 2 Tahun 2020 telah menyediakan desain kelembagaan dasar, tetapi efektivitasnya bergantung pada kejelasan pembagian kewenangan, fungsi pengawasan Tuha Peut, partisipasi yang bermakna, dokumentasi keputusan, keterbukaan informasi, serta pembinaan kecamatan. Kekosongan pedoman operasional pembentukan qanun gampong berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Untuk Paya Tieng, model penguatan yang direkomendasikan mencakup audit tata kelola tahunan, SOP pelayanan, register produk hukum, forum musyawarah inklusif, dan peningkatan kapasitas aparatur. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas qanun harus diukur dari kesesuaian norma, proses, dan hasil tata kelola, bukan hanya kelengkapan administratif
Abstract:Penurunan reklame merupakan salah satu bentuk pengendalian yang dilakukan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember untuk menjaga ketertiban penyelenggaraan reklame dan memastikan reklame yang terpasang sesuai dengan…
engan ketentuan yang berlaku. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya reklame yang tidak memiliki izin, telah habis masa berlaku, maupun mengalami kerusakan tetapi masih terpasang di ruang publik. Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penurunan reklame sebagai bentuk pengendalian pajak reklame di Bapenda Kabupaten Jember, meliputi tahapan pelaksanaan serta faktor penghambat dan upaya penanganannya. Kegiatan dilaksanakan melalui program Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) pada 29 Juni–24 Agustus 2026 dengan menggunakan metode partisipatif melalui observasi, wawancara, dan keterlibatan langsung dalam kegiatan administrasi serta penertiban reklame di lapangan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penurunan reklame dilakukan melalui tahapan persiapan data pada Sistem APDL, penentuan lokasi dan rute, persiapan sarana prasarana, penurunan reklame, pencatatan, dokumentasi, dan pelaporan. Hambatan yang ditemukan meliputi ketidaksesuaian data dengan kondisi lapangan, reklame ilegal, lokasi yang sulit dijangkau, banyaknya titik penertiban, serta keterbatasan koordinasi dokumentasi. Upaya penanganan dilakukan melalui pengecekan data, persiapan peralatan, penyusunan rute, pencatatan, dan peningkatan koordinasi antarpetugas.
Abstract:Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Jember dalam mendukung pengembangan koperasi dan UMKM melalui pelaksanaan tugas pada bidang kelembagaan dan pengawasan, perdagangan,…
rdagangan, serta sarana prasarana. Kegiatan ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan tugas dan fungsi tersebut serta melihat bentuk dukungan yang diberikan kepada koperasi dan UMKM. Kegiatan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama pelaksanaan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa dukungan dilakukan melalui sosialisasi, BIMTEK, pelatihan, konsultasi, pendampingan, monitoring, penyediaan sarana usaha, serta fasilitasi kegiatan perdagangan dan UMKM. Kebaruan terletak pada penggambaran pelaksanaan tugas ketiga bidang secara terpadu berdasarkan pengalaman dan kondisi yang ditemukan secara langsung selama PPL. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan SDM, digitalisasi pelaporan, peningkatan sarana prasarana, serta koordinasi antarinstansi diperlukan agar pembinaan dan pengawasan koperasi serta pengembangan UMKM dapat berjalan lebih efektif.
Abstract:Program bantuan sosial berperan sebagai instrumen perlindungan terhadap kerentanan ekonomi, tetapi keberlanjutan kesejahteraan penerima manfaat memerlukan penguatan kapasitas produktif. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan…
kan desain pemberdayaan melalui pelatihan hair cutting, menganalisis peran video digital dalam pembelajaran keterampilan prosedural, mengkaji keterkaitan praktik hair cutting dengan technical competence, soft skills, dan work readiness, merumuskan jalur employment dan self-employment, serta menyusun model keberlanjutan menuju aktivitas produktif dan kemandirian ekonomi. Kegiatan dilaksanakan selama enam bulan, Maret-Agustus 2026, di Dinas Sosial Kabupaten Jember menggunakan pendekatan action-oriented community empowerment. Data diperoleh melalui observasi pelaksanaan, dokumentasi foto, telaah dokumen, dan asesmen/observasi unjuk kerja. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberdayaan dapat dirancang melalui integrasi asesmen kebutuhan, pelatihan hair cutting, video digital, praktik terbimbing, simulasi layanan, soft skills, dan kewirausahaan. Video digital berfungsi sebagai visual scaffolding untuk memperjelas prosedur dan memungkinkan pengulangan materi, sedangkan praktik langsung menghubungkan pengetahuan prosedural dengan tuntutan layanan dan kerja. Kompetensi hair cutting selanjutnya diarahkan pada work readiness melalui penguatan sanitasi, keselamatan kerja, komunikasi, disiplin, adaptabilitas, dan pelayanan. Model yang dirumuskan menghubungkan social protection → capacity building → technical competence → work readiness → employment/self-employment → productive activity → economic independence. Kemandirian ekonomi dan peningkatan self-efficacy belum diklaim sebagai dampak terukur karena memerlukan pengukuran longitudinal dan tracer.
Abstract:Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam membantu masyarakat dalam pengamanan tanah. Program PTSL mempunyai peran penting dalam membantu penyelesaian sertifikasi tanah…
ah di Kabupaten Jember. Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jember bertanggung jawab atas penerapan program PTSL yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui peran dan implementasi program PTSL sebagai solusi terhadap tingginya jumlah objek tanah belum bersertifikat di kabupaten jember. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode pendekatan Parcipatory Action Research, perolehan data dengan melakukan wawancara terhadap salah satu pegawai di kantor pertanahan kabupaten jember. Berdasarkan hasil BPN telah berhasil menerapkan program PTSL tersebut sesuai pedoman yang tertuang dalam PERMEN ATR/BPN Nomor 6 Tahun 2018. Namun, dalam implementasinya masih menghadapi tantangan, seperti kurangnya proaktif dalam hubungan antara masyarakat dan pemerintah, serta perbedaan semangat di antara anggota masyarakat, dan perlunya komunikasi dan kolaborasi yang lebih efektif di antara anggota masyarakat.
Abstract:Penelitian ini membahas pelaksanaan monitoring dan evaluasi Zona SI IDOLA pada Bidang Riset dan Inovasi Daerah BAPPERIDA Kabupaten Lumajang. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilakukan untuk melihat sejauh mana pelaksanaan…
n Zona SI IDOLA telah sesuai dengan target yang ditentukan serta mengetahui kontribusinya terhadap pengembangan inovasi di lingkungan perangkat daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa monitoring dan evaluasi dapat membantu dalam mengetahui perkembangan inovasi, mengidentifikasi berbagai hambatan, serta memberikan bahan pertimbangan untuk melakukan perbaikan terhadap pelaksanaan inovasi daerah. Beberapa kendala yang ditemukan antara lain masih adanya kekurangan dalam kelengkapan dokumen, perbedaan pemahaman mengenai indikator inovasi, dan belum optimalnya konsistensi dalam penyampaian laporan. Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan koordinasi, pembinaan, dan pendampingan secara berkesinambungan oleh Bidang Riset dan Inovasi Daerah. Dengan pelaksanaan monitoring dan evaluasi yang dilakukan secara rutin, pengelolaan inovasi diharapkan menjadi lebih terarah dan mampu mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan serta pengembangan inovasi di Kabupaten Lumajang.