Abstract:Abstract: The PPKS task force at Universitas Amikom Purwokerto has been established and is actively implementing various programs. However, complaints regarding cases of sexual violence are currently managed through WhatsApp,…
sApp, with limited guidance on the complaint procedures. As a result, many students are unaware of the PPKS task force or how to report incidents, creating obstacles for both the task force in identifying cases and for students seeking to file complaints. This study aims to provide students with an effective and accessible way to report incidents of sexual violence on campus. To develop the complaint information system, the Scrum methodology was used, involving team collaboration to easily adapt to changes throughout the development process. The resulting complaint information system for the prevention and handling of sexual violence has been successfully implemented and tested with students at Universitas Amikom Purwokerto. This system enables students to submit complaints seamlessly online. Testing results indicate that the system functions as intended and meets the expected outcomes.
Keywords: information system; PPKS; complaint; student; scrum
Abstrak: Satuan tugas PPKS Universitas Amikom Purwokerto sudah berjalan dan membuat program kerja, namun dalam proses pengaduan kasus kekerasaan seksual saat ini hanya menggunakan whatsapp dan kurangnya penjelasan tentang prosedur pengaduan yang ada. Banyak mahasiswa yang belum mengetahui adanya satgas PPKS di kampus dan cara pengaduan kasus. Hal tersebut menjadi kendala bagi satuan tugas PPKS dalam mengetahui kasus yang ada dan mahasiswa saat ingin melakukan pengaduan kasus. Oleh karena itu, dibutuhkan sebuah sarana yang efektif dan mudah diakses bagi mahasiswa untuk melakukan pengaduan kasus apabila mahasiswa mengetahui tentang adanya kekerasaan seksual di lingkungan kampus. Tujuan Penelitian adalah untuk membantu memudahkan mahasiswa dalam melakukan aduan tentang adanya kasus kekerasaan seksual di lingkungan Universitas Amikom Purwokerto. Metode dalam pengembangan sistem adalah metode Scrum. Metode Scrum melibatkan keseluruhan tim yang ada di organisasi. Dengan adanya keterlibatan ini maka mudah dalam mengantisipasi perubahan yang terjadi selama pengembangan sistem. Sistem informasi pengaduan pencegahan dan penanganan tindak kekerasan seksual berhasil di terapkan dan diujikan kepada Mahasiswa Universitas Amikom Purwokerto. Dengan adanya sistem informasi pengaduan ini mahasiswa dapat dengan mudah dalam membuat aduan berbasis sistem. berdasarkan daftar uji yang dilakukan terhadap sistem yang dibuat maka dapat disimpulkan bahwa skenario yang diujikan sesuai dengan hasil yang diharapan.
Kata kunci: sistem informasi; PPKS; pengaduan; mahasiswa; scrum
Abstract:Abstract: This research tries to describe student cluster analysis, as an effort to optimize campus promotion to various schools and regions. It is known that every year, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, abbreviated…
ed as PPNP, brings in students from various regions in Indonesia. Regarding the campus promotion strategy process, the PPNP promotion section has not been based or referred to the results of processing existing student data. So that the budget used by the campus promotion team has not been right on target with the results of students who can be brought to campus. In addition, the existing student database has not been processed or explored further, so that it has not produced knowledge that is very useful as material to support the decisions of the academic and student affairs department and the campus promotion team. The method used in this research is CRISP-DM which stands for Cross- Industry Standard Process for Data Mining. Based on the characteristics of each cluster, the PPNP Promotion Team in conducting the next socialization is advised to prioritize provinces such as West Sumatra and North Sumatra. Currently, managerial circles in this context, university leaders are expected to be able to make data-based decisions. Data-based decision making can foster a culture of sustainable innovation, produce customer-centric offerings and drive long-term business growth.
Keywords: cluster analysis; student data; k-means clustering; campus promotion
Abstrak: Penelitian ini mencoba untuk mendeskripsikan analisis cluster mahasiswa, sebagai upaya optimalisasi dalam melakukan promosi kampus ke berbagai sekolah dan daerah. Diketahui bahwa setiap tahunnya, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh disingkat PPNP mendatangkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia. Terkait dengan proses strategi promosi kampus, bagian promosi PPNP belum didasarkan pada hasil pengolahan data mahasiswa yang ada. Sehingga anggaran yang digunakan tim promosi belum tepat sasaran dengan hasil mahasiswa yang dapat didatangkan ke kampus. Selain itu database mahasiswa yang ada selama ini belum diolah atau digali secara jauh, sehingga belum menghasilkan pengetahuan yang bermanfaat sebagai bahan untuk mendukung keputusan bagian akademik dan kemahasiswaan serta tim promosi kampus. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu CRISP-DM merupakan singkatan dari Cross-Industry Standart Process for Data Mining. Berdasarkan karakteristik setiap cluster, maka untuk Tim Promosi PPNP dalam melakukan sosialisasi berikutnya disarankan memprioritaskan pada provinsi seperti Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Saat ini kalangan manajerial yaitu pimpinan perguruan tinggi diharapkan dapat melakukan pengambilan keputusan berbasis pada data. Pengambilan keputusan berbasis data dapat menumbuhkan budaya inovasi yang berkelanjutan, menghasilkan penawaran yang berpusat pada pelanggan dan mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang.
Kata kunci: analisis cluster; data mahasiswa; k-means clustering, promosi kampus
Abstract:Abstract: The development of AI assistants such as Gemini and ChatGPT can significantly assist in daily human tasks. In the field of Sentiment Analysis, AI assistants can be utilized as an automated labeling alternative…
to provide positive, negative, or neutral sentiments within a dataset. This research aims to enhance the performance of AI assistants in automated labeling processes by employing the Feature Selection algorithm, specifically Forward Selection. The methodology involves utilizing the Naïve Bayes and K-NN algorithms, and subsequently improving accuracy through the Feature Selection algorithm. The evaluation is conducted using K-Fold Cross Validation. Research findings indicate an improvement in the accuracy of the best model, which is ChatGPT, when using the Naïve Bayes algorithm and Shuffled Sampling technique. The initial accuracy of 79.09% increased to 87.18% after Feature Selection was applied. This demonstrates the effectiveness of Feature Selection, particularly Forward Selection, in enhancing the accuracy performance of the model.
Keywords: ai; assistant; chat gpt; feature selection; gemini.
Abstrak: Pekembangan Asisten AI seperti Gemini dan Chat GPT dapat membantu pekerjaan manusia sehari-hari. Dalam bidang Analisis Sentimen, Asisten AI dapat digunakan sebagai alternatif pelabelan otomatis untuk memberikan sentimen positif, negatif atau netral dalam suatu dataset. Penlitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa yang dihasilkan oleh Asisten AI dalam proses pelabelan otomatis menggunakan Algortima Feature Selection yaitu Forward Selection. Metode yang digunakan adalah dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan K-NN kemudian hasil akurasi akan ditingkatkan menggunkan Algoritma Feature Selection. Evaluasi yang digunakan adalah K-Fold Cross Validation. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan akurasi model terbaik berada pada Chat GPT dengan menggunakan Algoritma Naïve Bayes dan Teknik Shuffled Sampling, dari nilai akurasi awal sebesar 79.09%, setelah ditingkatkan menggunakan Feature Selection, maka nilai akurasinya meningkat menjadi 87.18%. Hal ini membuktikan peran Feature Selection, dimana yang digunakan adalah Forward Selection dalam meningkatkan akurasi ternyata memang efektif dalam meningkatkan performa akurasi model.
Kata kunci: ai; assisten; chat gpt; feature selection; gemini
Abstract:Abstract: The PMKS Orphan Data Collection System is specifically designed to collect data on orphans in Central Lombok Regency. Although it has been around since its creation, there has been no assessment made of the quality…
lity of this system. Therefore, this study aims to analyze the quality of the PMKS Data Collection Information System for Orphans using the WebQual 4.0 method and Importance Performance Analysis (IPA). This study aims to identify factors that affect system service quality, focusing on four WebQual 4.0 variables, namely usability, information quality, service interaction, and User Satisfaction. Data was collected through distributing questionnaires and analyzed using IPA methods to assess users' views and expectations of the system. The results of the analysis showed that overall, the quality of this system was rated very good with the Webqual Index score reaching a score of 77%. However, there are certain areas that still need improvement, the PMKS Data Collection System for Orphans has a con- formity rate of 98% and an average gap value (GAP) - 0.06929. Priority is directed at quadrant I and quadrant 3. Improvement recommendations can be made by prioritizing indicators found in quadrants I and III based on the results of the IPA analysis. Thus, effective improvement efforts can be directed to improve the quality of the PMKS Data Collection System for Orphans in accord with user expectations.
Keywordss: analysis; Imprtance Performance Analysis (IPA); orphans; PMKS; WebQual 4.0
Abstrak: Sistem Pendataan PMKS Anak Yatim-Piatu dirancang khusus untuk mengumpulkan data anak yatim di Kabupaten Lombok Tengah. Meskipun telah ada sejak pembuatannya, belum ada penilaian yang dilakukan terhadap kualitas sistem ini. Karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas Sistem Informasi Pendataan PMKS Anak Yatim-Piatu dengan menggunakan metode WebQual 4.0 dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kualitas layanan sistem, dengan fokus pada empat variabel WebQual 4.0, yaitu usability, information quality, service interaction, dan User Satisfaction. Data dikumpulkan melalui menyebarkan kuesioner dan dianalisis dengan metode IPA untuk menilai pandangan dan harapan pengguna terhadap sistem. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara keseluruhan, kualitas sistem ini dinilai sangat baik dengan nilai Webqual Index mencapai skor 77%. Namun, terdapat area tertentu yang masih memerlukan perbaikan, Sistem Pendataan PMKS Anak Yatim-Piatu memiliki tingkat kesesuaian sebesar 98% dan nilai rata-rata kesenjangan (GAP) -0.06929. Prioritas perbaikan diarahkan pada kuadran I dan kuadran 3. Rekomendasi perbaikan dapat dilakukan dengan memprioritaskan indikator yang ditempatkan pada kuadran I dan III berdasarkan hasil analisis IPA. Dengan demikian, upaya perbaikan yang efektif dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas Sistem Pendataan PMKS Anak Yatim-Piatu sesuai dengan harapan pengguna.
Kata kunci : anak yatim-piatu; analisis; Importance Performance Analisis (IPA); PMKS; WebQual
Abstract:Abstract: The advancement of information technology is progressively exerting significant impact across diverse aspects of life, including business. PT Semen Baturaja Tbk is developing a marketplace platform called Build…
Id to meet community's needs for high-quality construction materials and services, also aims to enhance company's product sales and brand recognition. A system with quality provides ease of use in order to achieve customer satisfaction. Build Id merchant for architects website requires user-friendly design recommendations to increase the user experience when it gets distributed to the market. To achieve this goal, Task-Centered System Design (TCSD) method is being used to focused the design process. TCSD is a method in Human Computer Interaction (HCI) used to identify task and user requirements. The method consists of 4 stages, namely, identification, user-centered requirements analysis, design through scenarios, and walkthrough evaluation. In this study, identification was carried out by conducting system observations and interviews with Build Id team at Digital Marketing Unit of PT Semen Baturaja Tbk and architect as the prospective system users. The interface design results were evaluated using System Usability Scale (SUS) and received final score of 69.615, indicating that the interface design made using TCSD method is feasible for users to use.
Keywords: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstrak: Perkembangan teknologi informasi kian berpengaruh besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk di dunia bisnis. PT Semen Baturaja Tbk mengembangkan suatu sistem dalam bentuk marketplace dengan nama Build Id, dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bangunan dan jasa konstruksi yang berkualitas bagi masyarakat, serta memperluas penjualan produk dan branding merk dari PT Semen Baturaja Tbk ini sendiri. Sistem yang berkualitas memberikan kemudahan dan kenyamanan dalam penggunaannya demi mewujudkan kepuasan pelanggan. Build Id merchant untuk arsitek memerlukan rekomendasi desain atau prototype user interface yang user friendly demi meningkatkan pengalaman pengguna ketika didistribusikan ke pasaran nantinya. Metode Task-Centered System Design (TCSD) digunakan untuk membantu proses perancangan lebih terarah. TCSD adalah metode dalam Human Computer Interaction (HCI) yang digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan task dan pengguna. Metode TCSD terdiri dari 4 tahap yaitu, identification, user-centered requirements analysis, design through scenario, dan walkthrough evaluation. Identifikasi dalam penelitian ini dilakukan dengan observasi dan wawancara bersama tim Build Id dan calon pengguna sistem yaitu arsitek. Hasil dari rancangan interface kemudian dievaluasi menggunakan System Usability Scale (SUS) dengan hasil skor akhir 69,615, menunjukkan rancangan interface yang dibuat dengan metode TCSD ini layak untuk digunakan pengguna.
Kata kunci: Interface; System Usability Scale; Task-Centered System Design
Abstract:Abstract: Asahan District Social Service is one of the government agencies in Asahan District. This agency is tasked with serving the community and providing the best information for the community, especially in terms of…
data processing. One of the government programs used to tackle poverty is KUBE. In general, the problems that occur in KUBE are still not optimal and not on target, so that sometimes many residents protest because residents who should receive assistance do not receive assistance and conversely residents who should not have the right to receive assistance from the Joint Business Group (KUBE). By knowing the deficiencies found in the manual calculations carried out by the Asahan District Social Service. So that beneficiaries can be determined according to the criteria determined by the Asahan District Social Service. Then a system was created using the Weighted Product method to carry out accurate calculations in providing assistance made with the PHP programming language with MySQL Database, to create a new computerized decision support which is a good alternative by prioritizing effectiveness and efficiency in determining the provision of assistance to Joint Business Groups (Joint Business Groups). KUBE). The purpose of designing a Joint Business Group assistance decision system can assist Asahan Regency social service employees in determining the granting of Joint Business Groups (KUBE).
Keywords: decision support system; KUBE; weighted product (WP)
Abstrak: Dinas Sosial Kabupaten Asahan merupakan salah satu instansi pemerintah yang ada di Kabupaten Asahan. Badan ini bertugas untuk melayani masyarakat dan memberikan informasi terbaik bagi masyarakat terutama dalam hal pengolahan data. Salah satu program pemerintah yang digunakan untuk menanggulangi kemiskinan adalah KUBE. Secara umum permasalahan yang terjadi di KUBE masih belum optimal dan belum tepat sasaran, sehingga terkadang banyak warga yang protes karena warga yang seharusnya menerima bantuan tidak mendapatkan bantuan dan sebaliknya warga yang seharusnya tidak berhak mendapatkan bantuan dari Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Dengan mengetahui kekurangan yang terdapat pada perhitungan manual yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Asahan. Sehingga dapat ditentukan penerima manfaat sesuai dengan kriteria yang ditentukan oleh Dinas Sosial Kabupaten Asahan. Tujuan dibuat sistem dengan menggunakan metode Weighted Product untuk melakukan perhitungan yang akurat dalam pemberian bantuan yang dibuat dengan bahasa pemograman PHP dengan Database MySQL, untuk membuat pendukung keputusan terkomputerisasi baru yang merupakan alternatif yang baik dengan mengutamakan efektifitas dan efisiensi dalam penentuan pemberian bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Maka perancangan sistem keputusan bantuan Kelompok Usaha Bersama dapat membantu pegawai dinas sosial Kabupaten Asahan dalam menentukan pemberian Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Kata kunci: KUBE; sistem pendukung keputusan; weighted product (WP)
Abstract:Abstract: The Government of Indonesia has established National Education Standards relating to facilties and infrastructure with the aim that every school-age child can enjoy a proper and quality education. However, in Batu…
atu Bara District, educational problems cannot be handled optimally, especially in the suurbs, there are still many school buildings in unfit for use conditions which are quite apprehensive and no longer sufficient to accommodate the increasing number of students each year. Realizing the importance of education, the Government of Batu Bara Regency has provided a budget for school renovations which are considered to be inadequate. For policy making that is oriented towards equal rights to obtain quality and relevant education, to create a computer- based system and use the Multifactor Evaluation Process method which is implemented into the Sublime Text 3 programming language, and theb MySQL database, to assist policy makers in analyzing data school- school data that is noy suitable for renovation. This system is expected to be able to provide suggestions and provide the information needed to prioritized for enovation.
Keywords: decision support system; multifactor evaluation process; school renovation
Abstrak: Pemerintah Indonesia telah menetapkan Standar Nasional Pendidikan yang berkaitan dengan sarana dan prasarana dengan tujuan agar setiap anak usia sekolah dapat menikmati pendidikan yang layak dan bermutu. Namun di Kabupaten Batu Bara masalah pendidikan masih belum dapat ditangani secara optimal, terutama di daerah pinggiran masih banyak bangunan sekolah dengan kondisi yang tidak layak pakai dan cukup memprihatinkan dan tidak lagi memadai untuk menampung siswa yang bertambah setiap tahunnya. Sadar akan pentingnya pendidikan, Pemerintahan Kabupaten Batu Bara telah menyediakan anggaran untuk renovasi sekolah yang dinilai kurang layak. Untuk pengambilan kebijakan yang berorientasi pada kesamaan hak untuk memperoleh pendidikan yang bermutu dan relevan maka dibuat sistem berbasis computer dan menggunakan metode Multifactor Evaluation Process yang diimplementasikan kedalam bahasa pemrograman Sublime Text 3, dan database MySQL, untuk membantu para pemangku kebijakan dalam menganalisis data-data sekolah yang tidak layak untuk dilakukan renovasi. Sistem ini diharapkan dapat memberikan usulan dan menyediakan informasi yang dibutuhkan untuk memprioritaskan sekolah mana yang lebih didahulukan untuk dilakukan renovasi.
Kata Kunci : multifaktor evaluation process; renovasi sekolah; sistem pendukung keputusan
Abstract:Abstract: Gender classification is one of the most important tasks of video analysis. A machine learning-based approach was presented to identify male and female facial images with a data set of 2000 images taken from kaggles. …
ggles. This method plays a role in finding the weight value that gives the best output value. This study uses the most appropriate learning rate of each optimization method as a criterion for stopping training. The results showed that the Artificial Neural Network with Adam optimization produced the highest accuracy, which was 91.5% compared to the SGD and ADADELTA optimization methods. Deep Learning techniques that are applied extensively to image recognition used utilize Adam's optimizer method.
Keywords: artificial neural networks; adadelta; adam; gender; sgm;
Abstrak: Klasifikasi gender adalah salah satu tugas analisis video yang paling penting. Pendekatan berbasis machine learning disajikan untuk mengidentifikasi gambar wajah Pria dan Wanita dengan kumpulan data sebanyak 2000 gambar yang diambil dari kaggle. Metode ini berperan dalam menemukan nilai bobot yang memberikan nilai keluaran terbaik. Penelitian ini menggunakan learning rate yang paling sesuai dari masing-masing metode optimasi sebagai kriteria pemberhentian pelatihan. Hasil penelitian menunjukkan Jaringan Saraf Tiruan dengan optimasi Adam menghasilkan akurasi tertinggi yaitu 91,5 % dibandingkan dengan dengan metode optimasi SGD dan ADADELTA. Teknik Deep Learning yang diterapkan secara ekstensif pada pengenalan gambar yang digunakan memanfaatkan metode optimizer Adam.
Kata kunci: Adadelta; Adam; Jaringan Syaraf; Gender; Tiruan; SGM;
Abstract:Abstract: Utilization of IT can provide services to the community, encourage convenience in public services at a more affordable cost and performance efficiency. IT governance that includes leadership, organizational structure,…
ucture, and processes in its management ensures that IT is utilized as optimally as possible to meet current and future needs of the organization. The Population and Civil Registration Office of Kubu Raya Regency utilizes IT in carrying out public service activities using the SIPEMUDA Application. An information system audit is needed to improve system performance. In this study, using the Control Objective for Information and Related Technology (COBIT 2019) to determine whether the organization's needs have been supported by management and the Information Technology Infrastructure Library (ITIL 4) domain service management to determine suggestions for improvement. Capability level assessment in this study using COBIT Performance Management. The results of the capability assessment are that there are 6 processes reaching level 1, 33 processes reaching level 2, 28 processes reaching level 3, 18 processes reaching level 4, 7 processes reaching level 5 while the level that does not meet the capabilities is 19 processes. Furthermore, the results of process recommendations that do not meet the capabilities are prioritized using the Action Priority Matrix.
Keywords: action priority matrix, cobit 2019, cobit performance management, itil 4, public service
Abstrak: Pemanfaatan TI dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat, mendorong kemudahan dalam pelayanan publik dengan biaya yang lebih terjangkau dan efisiensi kinerja. Tata kelola TI yang mencakup kepemimpinan, struktur organisasi, dan proses, dalam pengelolaannya untuk memastikan bahwa TI dimanfaatkan seoptimal mungkin memenuhi kebutuhan organisasi saat ini dan yang akan datang. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Kubu Raya memanfaatkan TI dalam melaksanakan kegiatan pelayanan publik menggunakan Aplikasi SIPEMUDA. Audit sistem informasi diperlukan untuk meningkatkan kinerja sistem. Dalam penelitian ini, menggunakan Control Objective for Information and Related Technology (COBIT 2019) menentukan apakah kebutuhan organisasi sudah didukung oleh pengelolaan serta Information Technology Infrastructure Library (ITIL 4) domain service management untuk menentukan saran perbaikan. Penilaian level kapabilitas pada penelitian ini menggunakan COBIT Performance Management. Hasil penilaian kapabilitas yaitu terdapat 6 proses mencapai level 1, 33 proses mencapai level 2, 28 proses mencapai level 3, 18 proses mencapai level 4, 7 proses mencapai level 5 sedangkan level yang tidak memenuhi kapabilitas yaitu 19 proses untuk diberikan rekomendasi. Selanjutnya hasil rekomendasi proses tersebut diprioritaskan menggunakan Action Priority Matrix.
Kata kunci: action priority matrix, cobit 2019, cobit performance management, itil 4, pelayanan publik.
Abstract:Abstract: Negotiations in the release of hostages are the most important way in a rescue mission for hostages. If the officer is wrong in taking action in the negotiation process, the effect that can be caused is the safety…
ety threat of both the officer or personnel in charge and the safety of the hostage victims. The reason is the ineffectiveness of communication so that it always results in a shootout to complete the abduction. And the problem is resolved without communication between criminals and personnel. In this case, we designed a negotiating robot equipped with weapons so that the safety and security of the officers would also be a concern in carrying out their duties, both in the task of war against the enemy and in the task of freeing hostages. and officers who are responsible for the safety of the victims being taken hostage. With this military robot, the monitoring can help military members or personnel in negotiating and monitoring without having to sacrifice lives.
Keywords: Arduino; FPV; GPS ;Robot; Sensor.
Abstrak: Negosiasi dalam pembebasan sandera merupakan cara terpenting dalam sebuah misi penyelamatan sandera, Jika petugas salah dalam mengambil tindakan dalam proses negosiasi maka efek yang dapat ditimbulkan adalah ancaman keselamatan baik petugas atau personil yang berwajib maupun keselamatan dari pihak korban yang disandera. Penyebabnya adalah tidak efektifnya komuniskasi sehingga mengakibatkan selalu terjadinya baku tembak untuk menyelesaikan penyandraan tersebut. Dan masalah terselesaikan tanpa ada komunikasi antara penjahat dan personil. Dalam hal tersebut kami merancang sebuah robot negosiasi yang dilengkapi dengan senjata agar keselamatan dan keamanan petugas juga menjadi perhatian dalam menjalankan tugas, baik dalam tugas perang melawan musuh maupun dalam tugas pembebasan sandera.Dalam hal pembebasan sandera perlu dilakukan berbagai cara agar mendapatkan kesepakatan terbaik antara musuh dan petugas yang berwajib guna keselamatan korban yang disandera. Dengan adanya robot militer pemantau ini dapat membantu anggota atau personil militer dalam melakukan negosiasi dan pemantauan tanpa harus mengorbankan nyawa.
Kata kunci: Arduino; FPV; GPS; Robot; Sensor.