Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Sarana secara parsial terhadap Kualitas Pelayanan Pemerintah Desa Se-Kecamatan Sukaresik Kabupaten tasikmalaya, untuk mengetahui pengaruh Tingkat Pendidikan secara parsial…
al terhadap Kualitas Pelayanan Pemerintah Desa Se-Kecamatan Sukaresik Kabupaten tasikmalaya, dan untuk mengetahui pengaruh Sarana dan Tingkat Pendidikan terhadap Kualitas Pelayanan Pemerintah Desa Se-Kecamatan Sukaresik Kabupaten tasikmalaya. Metode penelitian ini menggunakan metode mix deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik penarikan sampel menggunakan total sampling yaitu seluruh Perangkat Desa Se-Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya yang berjumlah 104 orang. Analisis data yang digunakan yaitu uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji heterokedastisitas, regresi linier berganda, koefisien korelasi, koefisien determinasi, dan uji hipotesis. Berdasarkan Hasil Penelitian membuktikan adanya pengaruh signifikan antara sarrana terhadap kualitas pelayanan di pemerintah desa se-kecamatan sukaresik kabupaten tasikmalaya dengan nilai koefisien regresi variabel sarana dan tingkat Pendidikan terhadap kualitas pelayanan secara simultan sarana dan tingkat Pendidikan berpengaruh signifikan terhadap kualitas pelayanan dengan diperoleh angka R, maka dapat disimulkan bahwa sarana dan tingkat Pendidikan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan terdapat hubungan yang sedang atau positif. menunjukan presentase variabel independent (sarana dan tingkat Pendidikan) terhadap variabel dependen (kualitas pelayanan) berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, sehingga disarankan agar perangkat memfokuskan kepada dua hal tersebut sebagai strateginya untuk kualitas pelayanan.
Abstract:The principal purpose of this study was to find out; (1) Is there students interested in watching Harry Potter and philosopher’s stone by J.K rowling movie (X) in their listening comprehension (Y), (2) Is there any correlation…
orrelation between students‘ interested in watching Harry Potter and the philosopher’s stone by J.K Rowling movie (X) to listening comprehension (Y). It was carried out to the class XI Science students of SMA Mutiara Palabuhanratu. In this research, a quantitative method is used with the Pearson product moment correlation study to answer the research problem. The population of this research is the students of SMA Mutiara Palabuhanratu class XI IPA for the academic year 2021/2022, totaling 30 students. The sample used is the total population. Tests and questionnaires were used to collect data. After getting the data, the researcher corrected and analyzed the test results. Data analysis using Pearson Product Moment Correlation. The results of the study indicate that the level of significance between the variables X and Y based on the results of the correlation value above rcount = 0.481 rtable (5%) (df = n-2 = 30-2 = 28) rtable = 0.374. So it is clearly stated that rcount is higher than rtable or 0.05 <0.374. The result of the correlation coefficient between the two variables is 0.481. That result indicated that there was a medium correlation between students’ interested s in watching Harry Potter movie and their listening comprehension. This statement was proved based on the result rxy was higher than the rtable (0,481 ≥ 0,374 in significant level 5%) it showed that the null hypothesis (Ho) “There is no relationship between students’ interested in watching Harry Potter movie and their listening comprehension” is rejected and the alternative hypothesis (H1), “There is a positive relationship between students’ interested in watching Harry Potter movie and their listening comprehension” is accepted.
Abstract:Dalam penelitian ini terdapat masalah yang melatarbelakangi penulis untuk melakukan penelitian yaitu kurangnya keaktifan siswa dalam proses pembelajaran dimana dalam pembelajaran konvensional guru lebih menjadi pusat perhatian…
hatian atau tokoh utama dalam proses pembelajaran sehingga siswa cenderung hanya menunggu penjelasan dan jawaban dari guru hal ini sangat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa yang rendah. Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti berharap dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada kelas V IPA dan mata pelajaran terkait di SD IT Milatul Khoir Pekanbaru dengan menerapkan pendekatan pembelajaran card sort. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol. Penelitian ini merupakan penelitian kuasi-eksperimen kuantitatif. Kelas eksperimen menerima pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran card sort, sedangkan kelas kontrol digunakan sebagai kelas komparatif dengan pembelajaran tradisional. Untuk mengetahui hasil akhir pembelajaran siswa, peneliti dalam penelitian ini menggunakan instrumen penelitian dengan soal tes pilihan ganda, yang disebut dengan pretest dan posttest. Soal pretest diberikan sebelum proses pembelajaran dimulai, dan soal posttest diberikan setelah proses pembelajaran selesai. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dengan menggunakan strategi pembelajaran card sort sedangkan skor N-Gain yang diperoleh pada kelas kontrol menunjukkan nilai rata-rata (mean) skor N-Gain sebesar 54,93% termasuk dalam kategori kurang efektif. kategori sedangkan pada kelas eksperimen nilai rata-rata (mean) skor N-Gain yang diperoleh sebesar 75,43% termasuk dalam kategori cukup efektif. Rata-rata peningkatan (mean) kelas kontrol dan kelas eksperimen sebesar 19,5% berdasarkan nilai rata-rata kedua kelas.
Abstract:Penelitian ini mengkaji reaksi publik terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) Indonesia yang mempertahankan batasan umur minimal 35 tahun untuk calon presiden dan wakil presiden. Dengan menggunakan metode Naïve Bayes…
s untuk menganalisis sentimen dari data Twitter, penelitian ini bertujuan untuk mengungkap persepsi publik terhadap regulasi ini. Analisis menunjukkan mayoritas sentimen negatif (90.9%), dengan hanya 6.6% sentimen positif dan 2.5% sentimen netral, menandakan ketidakpuasan yang dominan di kalangan publik. Akurasi analisis sentimen yang dihasilkan mencapai 67.98%, menegaskan efektivitas Naïve Bayes dalam konteks ini. Penelitian menghasilkann betapa pentingnya akan pembahasan lebih mendalam mengenai syarat pencalonan yang dapat mencerminkan aspirasi masyarakat agar mempertimbangkan aspek pengalaman dan kedewasaan. Dalam konteks yang lebih luas, temuan ini memberikan wawasan berharga tentang dinamika opini publik dan potensi revisi peraturan terkait, merekomendasikan kajian lebih lanjut untuk memahami dampak kebijakan tersebut terhadap struktur demokrasi Indonesia
Abstract:The scarcity of petroleum resources or other fuel sources encourages efforts to find alternative energy, namely Bioethanol. Alternative raw materials that can be utilised in the manufacture of bioethanol from biomass are…
re pineapple crowns. Making Bioethanol from Pineapple Fruit Crown Cayane Variety by Using Saccharomyces cerevisiae Microbes is by varying the weight of yeast and the optimum fermentation time on the level of bioethanol produced. In this study using NaOH 1.5%w to degrade the lignin content in the crown of pineapple varieties cayane and H2SO4 2%v to convert cellulose into glucose. The research used variations in yeast weight of 7.5%; 10%; 12.5%w and variations in fermentation time of 2; 3; 4; 5 days in the fermentation process. While the purification process uses simple distillation with operating conditions 78oC-80oC for 2.5 -4 hours. Bioethanol obtained was tested for refractive index and gask romatography (GC). The test results obtained the optimum weight of yeast is 12.5 grams at 3 days fermentation time with bioethanol content of 6.154%.
Abstract:A chemical product in the form of soap, namely by mixing triglycerides with potassium hydroxide (KOH) using a method called the saponification method. In this study, the product added variations in the composition of olive…
ve oil and butterfly pea extract. variations in the composition of olive oil with three variations, namely 15 ml, 30 ml, and 45 ml. The butterfly pea flower extract was then used in three different concentrations: 2 ml, 4 ml, and 6 ml. This composition variation is divided into nine samples with the addition of olive oil and butterfly pea flower extract, respectively. The resulting product has been tested in four categories: pH test, free fatty acid test, ethanol insoluble substance test, and active ingredient test. The experimental results that met SNI 2588-2017 were sample 1, with a variation of the composition of 15 ml of olive oil and 2 ml of butterfly pea flower extract. with a pH test result of 5, an insoluble test result in ethanol of 0.16%, a free fatty acid test result of 0.2256%, an active ingredient test result of 24%, and an organoleptic test result in three categories, namely color, odor, and shape, is level 4 (preferred).
Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka dapat meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru. Penelitian juga akan menjelaskan…
faktor pendukung dan penghambat penggunaan media ini untuk meningkatkan kreativitas siswa. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, dan jenis penelitiannya adalah studi kasus. Kepala sekolah, guru, dan siswa adalah subjek penelitian. Untuk mengumpulkan data ini, observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan. Penurunan, penyajian, dan penarikan kesimpulan adalah teknik analisis data yang digunakan. Untuk mendapatkan keabsahan data, para peneliti menggunakan triangulasi teknik dan sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka meningkatkan kreativitas siswa melalui kegiatan 1) Perencanaan, 2) Pelaksanaan, dan 3) Evaluasi. Faktor-faktor yang mendukung penggunaan media pembelajaran bunga norma berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa di SDIT Robbani Banjarbaru adalah 1) Kerja Sama dan 2) Fasilitas Sekolah. Faktor-faktor yang menghalangi penggunaan media pembelajaran berbasis kurikulum merdeka untuk meningkatkan kreativitas siswa adalah 1) Jumlah waktu yang tidak mencukupi dan 2) Jumlah siswa.
Abstract:Penelitian ini mendeskripsikan tentang Efektivitas Pelayanan Perizinan Berbasis Online di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Batam, menghadapi sejumlah masalah yakni perizinan yang keluar…
luar tidak sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), kurangnnya informasi mengenai Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA) dan masih lemahnya pemahaman para pelaku usaha dan pentingnya legalitas usaha,selain itu sistem online yang sering tidak dapat di akses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pelayanan perizinan penanaman modal di DPMPTSP Kota Batam, dengan menggunakan teori Campbell. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif,adapun instrument penelitiannya yaitu pedoman wawancara, dokumentasi, sumber data penelitian ini adalah hasil wawancara. Adapun hasilnya adalah pelaksanaan pelayanan perizinan berbasis online di Kota Batam sudah berjalan dalam memberikan kemudahan perizinan tetapi masih belum efektif. Pada indikator keberhasilan program, masih lemahnya antusias dan pemahaman masyarakat sebagai pelaku usaha terkait dengan OSS, indikator kedua keberhasilan sasaran,masih banyak pelaku usaha yang tidak tahu pentingnya legalitas bagi pelaku usaha. Pada indikator ketiga kepuasan terhadap program, memiliki nilai hasil indeks kepuasan masyarakat yang bermutu dan pengaduan melalui SPAN Lapor langsung direspon oleh DPMPTSP. Pada indikator keempat input dan output,pentingnya sosialisasi kepada masyarakat dalam menggunakan pelayanan izin usaha OSS-RBA, selain itu masih adanya perizinan yang dikeluarkan tidak sesuai SOP karena sistem OSS tidak dapat diakses sehingga DPMPTSP tidak bisa memverifikasi. Pada indikator kelima pencapaian tujuan menyeluruh, perizinan berbasis online sudah tercapai dalam tujuannya meskipun dalam pelaksanaanya masih ada beberapa kendala.
Abstract:Remaja merupakan suatu kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa yang usianya terbagi menjadi 3 kelompok yaitu remaja awal (Early Adoloscence) usia 10-12 tahun, remaja madya (Middle Adoloscence) usia 13-15 tahun dan…
remaja akhir (Late Adoloscence) usia 16-19 tahun Fase ini merupakan masa penentuan seseorang sebelum menginjak ke usia dewasa, pada masa ini individu akan mengalami banyak perubahan pada aspek perkembangan dan pertumbuhan, serta membutuhkan segala sesuatu untuk melewati masa perkembangannya .Tujuan Penelitian Mengetahui adanya hubungan pernikahan dini dengan dampak biologis bagi remaja putri di Poskesdes Desa Dalam. Metode penelitian merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif yaitu suatu desain yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif / statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotetsis yang telah ditetapkan. Hasil Analisis univarian dalam penelitian ini menyajikan usia saat responden pertama kali menikah, kejadian anemia dan perdarahan saat persalinan. distribusi frekuensi berdasarkan usia remaja saat pertama kali menikah didapatkan bahwa dari 25 responden yang diteliti, persentase tertinggi adalah usia 16-19 tahun yaitu 20 responden (80%) sedangkan usia 10-15 tahun sebanyak 5 responden (20%). Kesimpulan Sebagian besar pernikahan dini dilakukan pada usia 16-19 tahun yaitu sebanyak 20 jiwa dan 10-15 tahun sebanyak 5 jiwa, Sebagian besar ibu yang melakukan pernikahan dini mengalami anemia sebanyak 8 jiwa (16-19 tahun) dan 5 jiwa (10-15 tahun). Sedangkan ibu yang melakukan pernikahan dini melewati proses persalinan dengan perdarahan sebanyak 15 jiwa (16-19 tahun) dan 1 jiwa (10-15 tahun)
Abstract:Hutan mangrove adalah tempat yang penting bagi ekosistem kelautan dan sebagai penjaga pantai dari abrasi. Salah satu daerah yang mempunyai hutan mangrove dan cukup rentan dengan terjadinya abrasi adalah Desa Kuala Merbau…
di Kecamatan Pulau Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman siswa tentang pentingnya mangrove dalam mencegah terjadi abrasi. Kegiatan ini melibatkan Siswa SMP Negeri 2 pulau merbau kelas VIII Secara umum, kegiatan ini berjalan dengan lancar diharapkan dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Desa Kuala Merbau dapat memahami dan mengambil manfaat besar yang dimiliki oleh mangrove serta mencegah Desa dari abrasi.