Abstract:Abstract: In the current digital era, transportation booking applications have become an integral part of people's daily lives. One of the preferred applications is the Suroboyo Bus Booking Application (GOBIS). GOBIS is…
a platform dedicated specifically to accessing Suroboyo Bus transportation services. However, with the advancement of technology and changing user needs, the GOBIS application also needs to be adjusted to remain relevant and meet expectations. Many users have complained about the application's ambiguous interface, unclear colors, and other issues. Therefore, a redesign of this application is necessary. This study employs the User-Centered Design (UCD) method and SUS testing to obtain a new design that can be implemented. The results show a significant improvement in application usability, with the average SUS score from users after the redesign process reaching 82.25, rated as "good" with a "B" grade. Comparing it to the usability score of the previous version, which only reached 57.25 with a "poor" rating and a "D" grade, indicates a substantial improvement. Thus, the new design demonstrates a significant improvement in usability compared to the previous version.
Keywords: redesign; GOBIS aplication; user interface; UCD; system usability scale
Abstrak: Dalam era digital saat ini, aplikasi pemesanan transportasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu pilihan utama yang sering digunakan adalah Aplikasi Golek Bis (GOBIS) Suroboyo Bus. GOBIS dirancang khusus sebagai platform untuk mengakses moda transportasi Suroboyo Bus. Namun, sejalan dengan kemajuan teknologi dan evolusi kebutuhan pengguna, perlu penyesuaian agar aplikasi Golek Bis tetap relevan dan memuaskan pengguna. Banyak pengguna mengeluhkan tentang antarmuka aplikasi yang kurang jelas, warna yang ambigu, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain aplikasi ini. Penelitian ini menerapkan metode UCD dan mengujikan SUS untuk mendapatkan desain baru yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegunaan aplikasi, dengan nilai rata-rata skor SUS pengguna setelah proses redesain mencapai 82.25, dinilai sebagai "good" dengan peringkat "B". Perbandingannya dengan nilai kegunaan versi sebelumnya yang hanya mencapai 57.25 dengan penilaian "poor" dan peringkat "D" menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, desain baru menunjukkan perbaikan yang berarti dalam hal kegunaan dibandingkan dengan versi sebelumnya.
Kata kunci: redesign; aplikasi GOBIS; user interface; UCD; system usability scale
Abstract:Abstract: The advances in information technology have substantially affected the world of education. One of these impacts is the emergence of the concept of innovative schools. The Smart School application is a solution…
to increase the effectiveness and efficiency of managing the educational procedures in schools. This research intends to design a Smart School application using the Web-based Prototype method. The prototype method allows developers to design and develop application prototypes that can be tested by users (teachers, students, and parents) before implementing the actual application. This will help identify user needs, collect feedback and ensure that the resulting Smart School application meets the expectations and needs of all stakeholders. The Smart School application has many features, such as student data management, lesson schedules, homework and test management, communication between teachers, students and parents, and tracking student learning progress. This application is designed with a web interface like computers, tablets and smartphones. The resulting Smart School application using the Prototype approach will be better able to meet changing user needs and help improve the quality of education in schools. Apart from that, web technology will make it easier to access and use applications by all stakeholders in the world of education.
Keywords: Smart School Application; Prototype; Website
Abstrak: Kemajuan teknologi informasi sudah meninggalkan efek yang substansial terhadap dunia pendidikan. Salah satu dampak tersebut adalah munculnya konsep sekolah cerdas. Aplikasi Smart School merupakan solusi untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan prosedur pendidikan di sekolah. Riset ini bermaksud untuk merancang aplikasi Smart School dengan menggunakan metode Prototype berbasis Web. Metode Prototipe memungkinkan pengembang merancang dan mengembangkan prototipe aplikasi yang dapat diuji oleh pengguna (guru, siswa, dan orang tua) sebelum menerapkan aplikasi sebenarnya. Hal ini akan membantu mengidentifikasi kebutuhan pengguna, mengumpulkan umpan balik dan memastikan bahwa aplikasi Smart School yang dihasilkan memenuhi harapan dan kebutuhan seluruh pemangku kepentingan. Aplikasi Smart School dirancang dengan banyak fitur yang beragam seperti pengelolaan data siswa, jadwal pelajaran, pengelolaan pekerjaan rumah dan ulangan, komunikasi antara guru, siswa dan orangtua, serta pelacakan kemajuan perkembangan pembelajaran siswa. Aplikasi ini dirancang dengan antarmuka web seperti komputer, tablet, dan smartphone. Dengan menggunakan pendekatan Prototype, diharapkan aplikasi Smart School yang dihasilkan akan lebih mampu memenuhi perubahan kebutuhan pengguna dan dapat membantu meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah. Selain itu, pemanfaatan teknologi web akan memudahkan akses dan penggunaan aplikasi oleh seluruh pemangku kepentingan di dunia pendidikan.
Kata kunci: Aplikasi Smart School; Prototype; Website
Abstract:Abstract: Twitter, as a social media platform, has rapidly grown as a means for people to express their opinions and thoughts on various topics, including education. The number of Twitter users surged to 10.645.000 in 2020,…
20, with a significant increase during the pandemic. Telkom University, as a private institution of higher education in Indonesia, has become one of the topics of discussion on Twitter. Users’ opinions about Telkom University vary, ranging from positive to negative. To gain deeper insights into public view, sentiment analysis is essential. The analysis follows the Knowledge Discovery in Databases (KDD) process, utilizing the Naive Bayes classification algorithm. The evaluation results indicate the best accuracy achieved with an 80:20 data split, resulting in an accuracy rate of 82.05%, precision of 82.3%, recall of 82.05%, and F1-Score of 82.08%. The Naïve Bayes model demonstrates good performance for sentiment analysis of public views regarding Telkom University on Twitter.
Keywords: naïve bayes; sentiment analysis; twitter; telkom university.
Abstrak: Media sosial Twitter berkembang pesat sebagai sarana masyarakat berekspresi untuk menuangkan opini dan pikiran mereka mengenai topik apapun, termasuk pendidikan. Pengguna Twitter meningkat tajam hingga 10.645.00 pengguna pada tahun 2020 dan terus meningkat selama pandemi. Telkom University sebagai perguruan tinggi menjadi salah satu topik yang dibicarakan yang berkaitan dengan pendidikan. Pendapat mengenai Telkom University yang diungkapkan oleh pengguna Twitter beragam, baik positif maupun negatif. Analisis sentimen diperlukan untuk memahami pandangan publik lebih mendalam. Digunakan tahapan Knowledge Discovery in Databases dan algoritma klasifikasi Naïve Bayes dalam analisis ini. Hasil evaluasi menunjukkan akurasi paling baik dicapai dengan rasio data 80:20, dengan nilai akurasi sebesar 82.05%, nilai presisi sebesar 82.3%, nilai recall sebesar 82.05%, dan nilai F1-Score sebesar 82.08%. Model klasifikasi Naïve Bayes memiliki performa baik untuk analisis sentimen pandangan publik di Twitter mengenai Telkom University.
Kata kunci: analisis sentimen; naïve bayes; twitter; telkom university.
Abstract:Abstract: Technology is able to digitize human work that was originally manual to become automatic and of course takes less time and better accuracy compared to results done by humans. But there are still many companies…
that have not implemented this technology. The use of the AngularJS framework in web application development has proven to be effective in enhancing the user experience and ease of development. In addition, the application of Agile methods in the application development process can provide the flexibility and adaptability needed to deal with frequent changes in requirements. This study aims to investigate the implementation of the AngularJS framework in the design of a web-based acceptance system application using the Agile method. The results of the study show that the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications provides significant benefits. In conclusion, the implementation of the AngularJS framework in the design of web-based acceptance system applications using Agile methods can improve efficiency, quality, and user experience. Using AngularJS enables the development of responsive and interactive applications, while the Agile method facilitates adaptation to changing customer needs. Therefore, the use of AngularJS with an Agile approach should be carefully considered by organizations wishing to develop successful web-based acceptance system applications.
Keyword s: Admissions, Agile, AngularJS, Web
Abstract: Teknologi mampu mendigitalisasi pekerjaan manusia yang awalnya manual menjadi otomatis dan tentunya memakan waktu yang lebih singkat dan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan hasil yang dikerjakan oleh manusia. Tetapi masih banyak perusahaan perusahaan yang belum menerapkan teknologi ini. Penggunaan framework AngularJS dalam pengembangan aplikasi web telah terbukti efektif dalam meningkatkan pengalaman pengguna dan kemudahan pengembangan. Selain itu, penerapan metode Agile dalam proses pengembangan aplikasi dapat memberikan fleksibilitas dan adaptabilitas yang diperlukan untuk menghadapi perubahan persyaratan yang sering terjadi. Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web memberikan manfaat yang signifikan. Dalam kesimpulannya, implementasi framework AngularJS dalam desain aplikasi sistem penerimaan berbasis web menggunakan metode Agile dapat meningkatkan efisiensi, kualitas, dan pengalaman pengguna. Penggunaan AngularJS memungkinkan pengembangan aplikasi yang responsif dan interaktif, sementara metode Agile memfasilitasi adaptasi terhadap perubahan kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu, penggunaan AngularJS dengan pendekatan Agile harus dipertimbangkan secara cermat oleh organisasi yang ingin mengembangkan aplikasi sistem penerimaan berbasis web yang sukses.
Keywords: Admisi, Agile, AngularJS, Web
Abstract:Abstract: Sales of products that are frequently sold and new products at HNI Range fluctuate, namely sometimes increasing and sometimes decreasing. This is because consumers often move to other stockists because the product…
uct they want is not available, whereas if they have to buy, they must pre-order and wait a few days. This problem had an impact on product stock control which could not be predicted properly by HNI Kisaran. The purpose of this study is to apply the Single Exponential Smoothing method for forecasting product sales at HNI Kisaran based on the data obtained. The research method used in this research is qualitative research which is research that only collects data and explains descriptively/narratively without having to be processed by statistical tests. This research will only utilize data obtained from research sites and input them without changing anything. Manual calculation results and computerized calculation results have the same results. Using the Single Exponential Smoothing method can help HNI Kisaran to determine the amount of product that must be provided in order to be able to meet customer demand.
Keywords: forecasting; product; single exponential smoothing
Abstrak: Penjualan produk yang sering terjual dan produk baru di HNI Kisaran mengalami fluktuasi yaitu kadang kala meningkat dan kadang kala menurun. Hal ini disebabkan karena konsumen sering berpindah-pindah ke Stockis lainya dikarenakan produk yang diinginkan tidak ada sedangkan jika harus membeli, harus melakukan Pre Order terlebih dahulu dan menunggu beberapa hari. Masalah tersebut berdampak pada pengendalian stok produk yang tidak dapat diprediksi dengan baik oleh pihak HNI Kisaran. Tujuan penelitian ini adalah menerapkan metode Single Exponential Smoothing untuk peramalan penjualan produk di HNI Kisaran berdasarkan data yang diperoleh. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang merupakan penelitian yang hanya mengumpulkan data dan menjelaskan secara deskripstif/narasi tanpa harus diolah dengan pengujian statistik. Penelitian ini hanya akan memanfaatkan data yang diperoleh dari tempat riset dan menginputkannya tanpa mengubah apapun. Hasil perhitungan manual dan hasil perhitungan komputerisasi memiliki hasil yang sama. Menggunakan metode Single Exponential Smoothing dapat membantu pihak HNI Kisaran untuk menentukan jumlah produk yang harus disediakan agar mampu memenuhi permintaan pelanggan.
Kata kunci: peramalan; produk; single exponential smoothing
Abstract:Abstract: Currently in Indonesia freight forwarding services or expeditions are increasingly being used in business. Companies that provide freight forwarding services are also increasingly popping up, besides that the range…
ange of shipping services is much wider, starting from big cities to small villages, now they are starting to become targets in the business process of freight forwarding services. There are also various kinds of goods that can be sent, ranging from small items, large items such as vehicles, or items that are private in nature such as documents. It is also undeniable that currently goods delivery services have become a mainstay of the community since the pandemic hit. However, in a number of cases with the onset of COVID-19 this can reduce income in goods delivery services due to the emergence of lock down policies in various regions according to the risk map zone for the spread of COVID-19 so that public transportation restrictions must be carried out, therefore it is necessary to carry out and also transformation in technology. One of the companies in the delivery service sector, namely a logistics company, must create a management strategy so that it can survive under the effects of the post-pandemic digital transformation in the logistics sector. In this study, the authors will discuss the business strategies carried out by logistics companies in dealing with the post-COVID-19 pandemic.
Keywords: logistics, strategy management, transformation digital
Abstrak: Saat ini di Indonesia jasa pengiriman barang atau ekspedisi semakin marak digunakan dalam proses bisnis. Perusahaan penyedia jasa layanan pengiriman barang pun semakin banyak bermunculan, selain itu jangkauan pengiriman barang pun jauh lebih luas mulai dari kota-kota besar sampai ke desa-desa kecil sekarang sudah mulai menjadi target dalam proses bisnis jasa layanan pengiriman barang. Barang yang dapat dikirim pun ada berbagai macam mulai dari barang yang kecil, barang yang besar seperti kendaraan, ataupun barang yang bersifat privasi seperti dokumen. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa saat ini jasa pengiriman barang menjadi andalan masyarakat semenjak melandanya pandemi. Namun, pada beberapa kasus dengan melandanya COVID-19 ini bisa menurunkan penghasilan pada jasa layanan pengiriman barang dikarenakan munculnya kebijakan lock down di berbagai daerah sesuai dengan zona peta resiko penyebaran COVID-19 sehingga harus dilakukan pembatasan transportasi umum. Perusahaan di bidang jasa pengiriman yaitu perusahaan logistik harus membuat manajemen strategi yang lebih baik agar mampu bertahan di bawah pengaruh pandemic terhadap perusahaan logistic dalam teknologi informasi dalam transformasi digital ERP logistik. Pada penelitian ini penulis akan membahas mengenai strategi-strategi yang dilakukan oleh perusahaan logistic untuk menangani masalah tersebut.
Kata kunci: logistik, manajemen strategi,transformasi digital
Abstract:Abstract: A digital library is a service system that capable in supporting access to information objects automatically using a computer technology. In this study, the authors aimed to develop a digital library application…
n based on SLiMS 9 bulian at MAN 1 Bukittinggi library, especially in terms of content with the addition of e-book features, and changing the character of its applications into mobile version, which were previously local (intranet). The methods used were research and development, while system development used the Waterfall model. This study succeeded to develop a digital library application based on SLiMS 9 at MAN 1 Bukittinggi library. The development of the digital library in this study has been carried out through testing, including three types of product tests, namely validity test, practicality test, and effectiveness test, each of which was tested using a questionnaire instrument. The product validity test obtained an average value of 0.88 in the valid category; the product practicality test obtained an average value of 0.90 in the very practical category; and the product effectiveness test obtained an average value of 0.94 in the high effectiveness category. Based on the product test results that have been described, the digital library development product in this study was declared feasible and applicable as a digital library, and can be accessed via mobile by users, such as students, teachers, and library members of MAN 1 Bukittinggi.
Keywords: Digital Library; Mobile Application; Research and Development; SLiMS 9
Abstrak: Perpustakaan digital merupakan sebuah sistem yang memiliki layanan yang mendukung akses objek informasi secara otomasi menggunakan teknologi komputer. Dalam studi ini, peneliti bermaksud mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 bulian pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi, khususnya dari sisi content-nya dengan penambahan fitur e-book, serta mengubah sifat aplikasinya menjadi bersifat mobile, yang mana sebelumnya bersifat lokal (intranet). Metode dalam studi ini adalah penelitian dan pengembangan, sedangkan pengembangan sistem dilakukan menggunakan model Waterfall. Penelitian ini berhasil mengembangkan aplikasi perpustakaan digital berbasis SLiMS 9 pada perpustakaan MAN 1 Bukittinggi. Pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini telah dilakukan melalui pengujian, meliputi tiga jenis uji produk, yaitu uji validitas, uji praktikalitas, dan uji efektivitas, yang setiap pengujiannya dilakukan menggunakan instrumen angket. Uji validitas produk memperoleh nilai rerata 0,88 dengan kategori Valid; uji praktikalitas produk memperoleh nilai rerata 0,90 dengan kategori Sangat Praktis; dan uji efektivitas produk memperoleh nilai rerata 0,94 dengan kategori Efektivitas Tinggi. Berdasarkan hasil uji produk yang telah diuraikan, produk pengembangan perpustakaan digital dalam penelitian ini dinyatakan layak dan dapat diterapkan sebagai perpustakaan digital, serta dapat diakses secara mobile oleh para pengguna, yaitu siswa, guru, dan anggota perpustakaan MAN 1 Bukittinggi.
Kata kunci: Aplikasi Mobile; Perpustakaan Digital; Penelitian dan Pengembangan; SLiMS 9
Abstract:Abstract: Glaucoma is the second leading eye disease of blindness after cataracts. An ophthalmologist does a glaucoma examination with an eye screening that will produce a retinal image. The diagnosis's result of the retinal…
inal image is subjective because each doctor has dissent and a condition experienced. This research builds a system to identify retinal images in the category of glaucoma or normal patients. The purpose of this system as a tool is to help ophthalmologists diagnose glaucoma. This process begins by changing the colour of an image to validity. The image is extracted using the Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) and produces five features than the result of the five features used as input to neural network Learning Vector Quantization (LVQ). The amount of retinal image data used 60 data for learning and 20 for testing. And the number of neurons used is 12, and the epoch of as many as 1000 was obtained based on the results comparison of variations against 8, 10, 12, 18, and 20 neurons with 500, 900, 1000, and 1100 epochs. The learning process results from the value of weights that will be used in the testing process. The results of this study obtained an accuracy rate of 85%, a precision of 89%, and a recall of 80%.
Keywords: glaucoma; LVQ; GLCM
Abstrak: Glaukoma merupakan penyakit mata penyebab kebutaan nomor dua setelah katarak. Pemeriksaan penyakit glaukoma dilakukan oleh dokter spesialis mata dengan cara skrining mata yang akan menghasilkan citra retina. Hasil diagnosa citra retina oleh dokter bersifat subjektif karena setiap dokter memiliki pendapat yang berbeda serta kondisi yang dialami. Penelitian ini membangun sistem untuk mengidentifikasi citra retina mata kedalam kategori penderita glaukoma atau normal. Tujuan pembuatan sistem ini sebagai alat bantu bagi dokter mata dalam mendiagnosa glukoma. Proses ini diawali dengan mengubah warna citra menjadi keabuan, kemudian citra tersebut diekstraksi menggunakan Gray Level Co-occurrence Matrix (GLCM) dan menghasilkan lima nilai fitur yang kemudian hasil dari kelima fitur tersebut digunakan sebagai masukan jaringan syaraf tiruan Learning Vector Quantization (LVQ). Jumlah data citra retina yang digunakan sebanyak 60 data untuk learning dan 20 data untuk testing. Dan untuk jumlah neuron yang digunakan yaitu 12 dan epoch sebanyak 1000 yang didapat berdasarkan hasil perbandingan variasi terhadap neuron sejumlah 8, 10, 12, 18, 20 dengan jumlah epoch sejumlah 500, 900, 1000 dan 1100. Hasil dari proses learning yaitu nilai bobot yang akan digunakan sebagai bobot di proses testing. Hasil penelitian ini diperoleh tingkat akurasi sebesar 85%, presisi sebesar 89% dan recall sebesar 80%.
Kata kunci: glaukoma; LVQ; GLCM
Abstract:Abstract: Currently in almost every city around the world that loves flowers, including ornamental plants,. All cities are aggressively arranging their landscaping to compensate for motorized vehicle pollution or the arrangement…
rrangement of city parks planted with decorative gardens with the aim of greening the city. Sometimes there are problems in making decisions to determine suitable and good ornamental plants for planting in the city, in a decision that takes a long time. Determination of the types of ornamental plants to be planted through several factors such as leaf shape, color, stems and branches, roots and soil. On these issues, the authors conducted research on the determination of ornamental plants for city parks in the form of a decision support system application using the Analytical Hoerarchy Process (AHP) method.
Keywords: analytical hoerarchy process (AHP); decisionnsupporttsystem (SPK),
Abstrak: Saat ini hampirrdi setiap kota di seluruh dunia yang menyukai bunga termasuk tanaman hias, Semua kota gencar menata pertamanannya untuk mengimbangi polusi kendaraan bermotor maupun untuk penataan taman kota yang ditanami tamanan hias bertujuan untuk menghijaukan kota. Terkadang terdapat masalah dalam pengambilan keputusan untuk menentukan tanaman hias yang cocok dan bagus umtuk ditanam pad ataman kota, dalam pengambilan keputusan yang dilakukan terkadang memakan waktu yang cukup lama . Penentuan jenis tanaman hias yang akan ditanam melalui beberapa faktor seperti bentuk daun, warna, batang dan cabang, akar dan Tanah. Atas permasalahan tersebut penulis melakukan penelitian tentang penentuan tanaman hias untuk taman kota yang berupa aplikasi sistem pendukug keputusan yang menggunakan metode Analytical Hoerarchy Process (AHP).
Kata kunci: proses analisis hirarkie (AHP); sistem pendukung keputusan (SPK)
Abstract:Abstract: In today's technological developments, digital images are a medium that is often used to store a person's identity. Digital images are currently widely used for data security needs. On the other hand, images can…
n also be used as a medium for tapping data. Today's digital media provide many things in manipulating and changing the information contained in these images. In this study, the authors conducted a study to examine similarities in digital images so that it could be seen whether the information was authentic or not. detecting image similarities can help find out information whether the image is the same as the original object or not. The method used in this research is the Eigen Face method. The face eigen method is a method that can be used to check and match the similarities of an image. With the eigenface value, Figure 1, Figure 2, Figure 3, it can be determined that with other eigenface values can be determined based on the eigenface matrix values obtained from each image. Based on the values obtained from Figures 1, 2, and 3, it can be concluded that the eigenface method is able to present facial similarities with a presentation value of 80%.
Keywords: Eigenface; Face Recognation; Images; Images Processing
Abstrak: Dalam perkembangan teknologi saat ini, gambar digital merupakan media yang sering digunakan untuk menyimpan identitas seseorang. Gambar digital saat ini banyak digunakan untuk kebutuhan keamanan data. di sisi lain, gambar juga dapat digunakan sebagai media penyadapan data. Media digital saat ini menyediakan banyak hal dalam memanipulasi dan mengubah informasi yang terdapat pada gambar tersebut. Dalam penelitian ini penulis melakukan penelitian untuk menelaah kemiripan pada citra digital sehingga dapat diketahui apakah informasi tersebut otentik atau tidak. Mendeteksi kemiripan citra dapat membantu mengetahui informasi apakah citra tersebut sama dengan objek aslinya atau tidak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Eigen Face. Metode eigen wajah merupakan metode yang dapat digunakan untuk mengecek dan mencocokkan kemiripan suatu citra. Dengan nilai eigenface, Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3, dapat ditentukan bahwa dengan nilai eigenface lainnya dapat ditentukan berdasarkan nilai matriks eigenface yang diperoleh dari masing-masing citra. Berdasarkan nilai yang diperoleh dari Gambar 1, 2, dan 3, dapat disimpulkan bahwa metode eigenface mampu menghadirkan kemiripan wajah dengan nilai presentasi 80%..
Kata kunci: Citra; Eigenface; Pengolahan Citra Digital; Pengenalan Wajah