Abstract:Abstract: The Presidential general election on 2019 became one of the most popular topics on twitter nowdays. The society give their opinion about the pair of candidates that they are support through the social media.…
ia. This research was predicts about the society sentimens toward the candidates of President and Vice President of Republic of Indonesia. The data was used based on the tweet on the @jokowi twitter account. The retrieval of data by using the Tweepy library with the Python 2.7 programming language. This research was classified became of two of society sentiments classes, namely positive and negative. The modeling was used of the weighting method Unigram, Bigram, Trigram, N-Gram (1-2) and N-Gram (1-3) that used the Naïve Bayes Algorithm on the Weka Application. The modeling data was used by the dataset of 646 sentences. The highest results of this reseach were obtained by Unigram Weighting, namely: 81.4% accuracy, 81.5% precision, 81.3% recall with a time of 0.3 s.
Keywords: classification, naïve bayes, 2019 presidential election, twitter, unigram
Abstrak: Pemilihan Umum tentang Pilpres 2019 menjadi salah satu topik yang ramai diperbincangkan di Twitter. Adu pendapat di sosial media oleh masyarakat mengandung opini terhadap pasangan calon yang didukungnya. Penelitian ini memprediksi sentimen masyarakat kepada pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia. Data yang digunakan adalah tweet yang ada pada akun Twitter @jokowi. Pengambilan data menggunakan library Tweepy dengan bahasa pemrograman Python 2.7. Penelitian ini mengklasifikasi sentimen masyarakat menjadi 2 kelas, yaitu positif dan negatif. Kemudian dilakukan pemodelan dengan metode pembobotan Unigram, Bigram, Trigram, N-Gram (1-2) Dan N-Gram (1-3) menggunakan Algoritme Naïve Bayes pada Aplikasi Weka. Pembuatan model menggunakan dataset yang berjumlah 646 kalimat. Hasil tertinggi yang diperoleh pada penelitian ini adalah dengan menggunakan Pembobotan Unigram, yaitu : akurasi 81,4%, presisi 81,5 % , recall 81,3 % dengan catatan waktu 0,3s.
Kata kunci: klasifikasi, naïve bayes, pilpres 2019, twitter, unigram.
Abstract:Abstract: The need for fulfilling the quantity and quality of beef in Indonesia is still very less than the supply of beef in Indonesia, for 2020 alone the demand for beef in Indonesia is around 700,000 tons while the domestic…
mestic supply is only 400,000 tons, from that Indonesia is still 300,000 tons less. Therefore, to meet the beef needs, an additional supply of beef is needed by importing beef from abroad in the form of processed meat and prospective beef breeders. The problem experienced by independent local breeders is the selection of the best cattle breeds The process of selecting cattle breeds conducted so far by farmers is still manual and traditional. They did this because of the lack of qualified knowledge to choose the best beef breed based on certain criteria and which alternative cow options are suitable for beef cattle. So that the process of enlarging cattle breeds becomes shorter in time with maximum results. The technology used is using the MOORA and WASPAS methods as a comparison in determining the best beef cattle breeds. The method is expected to produce a comparison so that the results obtained from a more accurate method in selecting the best beef breeders in order to advance the local independent livestock business in particular and become self-sufficient beef in general.
Keywords: Beef Cattle; decision support system; MOORA; WASPAS
Abstrak: Kebutuhan akan pemenuhan kuantitas dan kualitas daging sapi di indonesi sangat masih kurang dari persedian sapi yang ada di Indonesia, untuk tahun 2020 ini sendiri kebutuhan akan daging sapi di Indonesia sekitar 700.000 ton sementara persedian dalam negeri hanya mencapai 400.000 ton, dari itu Indonesia masih kurang 300.000 ton lagi. Oleh karena itu, untuk mencukupi kebutuhan daging sapi tersebut diperlukan tambahan suplai daging sapi dengan melakukan impor daging sapi dari luar negeri baik berupa daging olahan maupun bakalan calon bibit sapi. Masalah yang dialami oleh para peternak lokal mandiri yaitu pemilihan bibit sapi terbaik Proses pemilihan bibit sapi yang dilakukan selama ini oleh peternak masih dengan cara manual dan tradisional. Hal tersebut mereka lakukan Karena kurangnya pengetahuan yang mumpuni untuk memilih bibit sapi terbaik berdasarkan kriteria-kriteria tertentu dan beberapa pilihan alternatif sapi mana yang cocok untuk dijadikan sapi potong. Sehingga dengan demikian proses pembesaran bibit sapi menjadi lebih singkat waktunya dengan hasil yang maksimal. Teknologi yang digunakan yaitu menggunakan metode MOORA dan WASPAS sebagai pembanding dalam menetukan bibit sapi potong terbaik. Dari metode tersebut diharapkan menghasilkan perbandingan sehingga didapat hasil dari metode yang lebih akurat dalam pemilihan bibit sapi terbaik demi memajukan usaha peternakan mandiri lokal secara khusus dan menjadi swasembada daging sapi secara umum.
Kata Kunci: bibit sapi; sistem penunjang keputusan; MOORA; WASPAS
Abstract:OSN (Olimpiade Sains Nasional) merupakan kegiatan perlombaan di bidang sains dan ilmu pengetahuan yang dirancang pemerintah untuk mengembangkan bakat dan prestasi siswa. OSN juga menjadi salah satu ajang tahunan yang sangat…
gat diminati siswa dalam mengasah kemampuan dibidang sains dan ilmu pengetahuan. Untuk dapat menjadi peserta dan mendapatkan juara dalam dalam kompetisi ini bukanlah hal yang mudah. Perlu adanya pembimingan yang intensif kepada siswa yang memiliki potensi. Dalam memilih siswa yang akan dibimbing dan dikutsertakan dalam OSN, seleksi internal yang ketat perlu dilakukan sekolah untuk dapat mengantarkan siswa meraih prestasi tersebut. Selama ini seleksi yang dilakukan guru cenderung subyektif seperti dengan menujuk langsung peserta yang akan mengikuti tes seleksi. Seperti halnya dilokasi penelitian SMPS Tamansiswa Sukadamai, selama ini guru menyeleksi peserta OSN hanya fokus dengan yang mendapatkan ranking 1-3 di kelas saja. Padahal bisa saja ada siswa yang tidak rangking 1-3 justru memiliki keahlian pada bidang yang diolimpiadekan. Hasilnya, belum ada siswa yang mampu bersaing di tingkat kecamatan. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk membantu sekolah menyeleksi seluruh siswa yang berminat dalam olimpiade dengan menggunakan teknologi Sistem Pendukung Keputusan. Melalui perbandingan 2 metode yaitu Multy Factor Evaluation Process (MFEP) dan Multi Attribute Utility Theory (MAUT), peneliti akan melakukan analisis perbandingnan untuk mendapatkan hasil yang lebih konsisten. Metode MFEP merupakan metode yang menimbang beberapa faktor yang berpengaruh terdahap alternatif. Sedangkan metode MAUT merupakan metode yang memiliki skema evaluasi akhir dengan bobot dan nilai relavan terhadap alternatif. Berdasarkan hasil yang telah dilakukan, metode MFEP dapat menghasilkan calon peserta terbaik yaitu A13 dengan nilai16,96. Sedangkan metode MAUT dapat menghasilkan calon peserta OSN terbaik yaitu A5 dengan nilai 0,680. Penelitian ini diharapatkan dapat membantu untuk seleksi calon peserta OSN.
Abstract:Abstract: Sulaman Mayang's Industry has implemented a desktop-based system in data processing, a one-way system involving only one actor/user of the system. So that in use there are some new problems that have arisen that…
t affect the performance of services to customers. This study aims to analyze and test the quality of the Mayan embroidery information system using the McCall method. Analysis is carried out on several aspects of the product operation including the quality factors of correctness (truth), reliability (reliability), efficiency (efficiency), integrity (integrity) and usability (usability). Data was collected through questionnaires from 38 respondents involving workers/employees and customers. The results showed that overall the quality of the Sulaman Mayang information system was at the level of 76% (the quality of the information system was good according to the scale interpretation of the percentage of quality factors). Thus the quality of Mayang embroidery information systems needs to be improved in accordance with recommendations which are improvements to the quality of Mayan embroidery information systems.
Keywords: McCall Method; Sulaman Mayang; the quality of information system.
Abstrak: Industri Sulaman mayang sejauh ini menerapkan sistem berbasiskan dekstop dalam pengolahan data, sistem yang digunakan satu arah hanya melibatkan satu aktor/pengguna sistem saja. Sehingga dalam penggunaan ada beberapa persoalan baru yang bermunculan yang mempengaruhi kinerja layanan terhadap pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menguji kualitas sitem informasi sulaman mayang dengan meggunakan metode McCall. Analisa dilakukan terhadap beberapa aspek dalam product operation diantaranya faktor kualitas correctness (kebenaran), reliability (keandalan), effisiensy (efisien), integrity (integritas) dan usability (kegunaan). Data dikumpulkan melalui kuosioner dari 38 responden yang melibatkan pekerja/karyawan dan pelanggan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan kualitas sistem informasi sulaman mayang berada pada level 76% (kualitas sistem informasi tersebut baik menurut skala penafsiran persentase faktor kualitas). Dengan demikian kualitas sistem informasi sulaman mayang perlu ditingkatkan sesuai dengan rekomendasi yang merupakan perbaikan kualitas sistem informasi sulaman mayang.
Kata kunci: kualitas sistem informasi; metode McCall; Sulaman Mayang
Abstract:Abstract: The Poor Student Assistance Program is a government program aimed at removing barriers to poor students from participating in school to support the Nine-Year Compulsory Basic Education Program. According to TNP2K,…
2K, the target of BSM recipients is based on the criteria of students' economic conditions and not on the achievements of students. The problem so far is not a few are found that BSM recipients are those who are classified as capable so that this program is not well-targeted. The purpose of applying the combination of 2 AHP and MFEP methods is to apply Decision Support System (SPK) technology in determining students who receive poor student assistance at Tamansiswa Sukadamai SMPS so that it helps decision-makers to get objective decisions. The combination is based on the superiority of each method in analyzing each criterion and alternatives related to the selection of BSM recipients. AHP is used to analyze criteria to produce criteria that have a good consistency. Then an alternative ranking process is carried out using the MFEP method. Based on the results of the analysis of the combination of the AHP and MFEP methods that have been carried out that the AHP method can help schools in determining the main factors that are very priority in receiving poor student assistance, while the MFEP method can determine the best alternative for eligible students as recipients of poor student assistance in the form of ranking the highest value is A9 with 1,097.
Keywords: AHP Method; MFEP Method; Poor Student Assistance; SPK.
Abstrak: Program Bantuan Siswa Miskin (BSM) merupakan program pemerintah yang ditujukan untuk menghilangkan halangan siswa miskin berpartisipasi untuk bersekolah mendukung program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun. Menurut TNP2K adapun yang menjadi sasaran penerima BSM yaitu berdasarkan kriteria kondisi ekonomi siswa dan bukan berdasarkan prestasi siswa. Permasalahan selama ini justru tidak sedikit dijumpai bahwa penerima BSM merupakan mereka yang tergolong mampu, sehingga program ini menjadi kurang tepat sasaran. Adapun tujuan dari penerapan kombinasi 2 metode AHP dan MFEP ini adalah untuk menerapkan teknologi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam penentuan siswa penerima bantuan siswa miskin di SMPS Tamansiswa Sukadamai sehingga membantu pengambil keputusan untuk mendapatkan keputusan yang objektif. Kombinasi dilakukan berdasarkan keunggulan dari masing-masing metode dalam menganalisis setiap kriteria dan alternative terkait pemilihan penerima BSM. AHP digunakan untuk menganilis kriteria sehingga menghasilkan kriteria yang memiliki konsistensi yang baik. Selajutnya dilakukan proses perangkingan alternatif menggunakan metode MFEP. Berdasarkan hasil analisis dari kombinasi metode AHP dan MFEP yang telah dilakukan bahwa metode AHP dapat membantu sekolah dalam menentukan faktor utama yang sangat prioritas dalam penerima bantuan siswa miskin, sedangkan metode MFEP dapat menentukan alternatif terbaik siswa yang layak sebagai penerima bantuan siswa miskin dalam bentuk perangkingan dengan nilai tertinggi yaitu A9 dengan 1,097.
Kata Kunci : Bantuan Siswa Miskin; Metode AHP; Metode MFEP; SPK.
Abstract:Abstract: Chili consumption in Indonesia continues to increase. Imports are carried out by the government to meet domestic needs such as those from Malaysia and Vietnam. To overcome this chili import problem, it is necessary…
sary to maximize the efforts made by local farmers to produce chili yields with optimal quantity and quality. Efforts that can be made besides increasing unproductive agricultural land are applying technology to determine the best / superior chili seeds. So far, local farmers use hereditary concepts such as trial and error in determining the chili seeds to be planted. As a result of which occurs that the harvest is unstable and tends to fall even the possibility of crop failure. The purpose of the analysis of this research is to apply technology that can improve chili crop yields through the application of a Decision Support System. To get more optimal results, the application of technology is carried out using the concept of a combination of 2 methods based on the superiority of each method. The method used is the Analytical Hierarchy Process (AHP) because it has accurate criteria analysis. Furthermore, the Weighted Product (WP) method is applied because it can find alternative preference values that are quick and easy. Based on the process and results of the analysis that has been done, the application of the AHP method can produce priority factors for selecting superior chili seeds that are weighted for ranking WP method. Whereas the WP method can produce an alternative ranking quickly with the highest alternative being A5 with a value of 0.153.
Keywords: Chili Seeds; AHP; Weighted Product; SPK.
Abstrak: Konsumsi cabai di Indonesia terus mengalami peningkatan. Impor dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri seperti dari negara Malaysia dan Vietnam. Untuk mengatasi masalah impor cabai ini, perlu upaya maksimal yang dilakukan oleh petani lokal untuk menghasilkan hasil panen cabai dengan kuantitas dan kualitas yang optimal. Upaya yang dapat dilakukan selain memperbanyak lahan pertanian yang belum produktif yaitu menerapkan teknologi teknologi untuk menentukan benih cabai yang terbaik/unggul. Selama ini petani lokal menggunakan konsep turun temurun seperti coba-coba dalam menentukan benih cabai yang akan ditanam. Akibat yang terjadi yaitu hasil panen yang tidak stabil dan cendrung turun bahkan kemungkinan gagal panen. Adapun tujuan dari analisis penelitian ini adalah untuk menerapkan teknologi yang dapat meningkatkan hasil panen tanaman cabai melalui penerapan Sistem Pendukung Keputusan. Untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal, penerapan teknologi dilakukkan menggunakan konsep kombinasi 2 metode yang didasarkan pada keunggulan dari masing-masing metode. Metode yang digunakan Analitical Hierarchy Process (AHP) karena memilki analisis kriteria yang akurat. Selanjutnya diterapkan metode Weighted Product (WP) karena memiliki kemampuan penemuan nilai preferensi alternatif yang cepat dan mudah. Berdasarkan proses dan hasil analisis yang telah dilakukan, penerapan metode AHP mampu menghasilkan faktor prioritas pemilihan benih cabai unggul yang menjadi nilai bobot untuk perankingan metode WP. Sedangkan metode WP mampu menghasilkan perankingan alternatif dengan cepat dengan alternatif tertinggi yaitu A5 dengan nilai 0,153.
Kata Kunci: AHP; Benih Cabai; SPK; Weighted Product.
Abstract:Abstract: The mobile application cannot be separated from the presence of the use of notifications. Many types of mobile devices used by users are using the method to make notifications that can be run on all types of devices…
vices that are important to do. This study discusses how to implement the program code for notifications on mobile applications based on hybrid mobile applications and the use of oneSignal as a push notification service. The method used in this research is analysis, code implementation, testing, and evaluation of the results of several implementation methods. The analysis carried out contains an analysis of what methods can be used to make notifications to the mobile application. After getting the method in the analysis phase, the next step is to try various methods of implementing the code and testing the code of the mobile application program using the code-and-fix life cycle method. The test results of each implementation method are then evaluated and the best code implementation method is determined. The final result of this research is recommendations for implementing program code into hybrid mobile applications using the oneSignal service.
Keywords: mobile hybrid; oneSignal; push notification
Abstrak: Aplikasi mobile saat ini tidak bisa lepas dari adanya penggunaan notifikasi. Banyaknya jenis device mobile yang digunakan user, mengakibatkan penggunaan metode untuk membuat notifikasi yang dapat berjalan di semua jenis device penting untuk dilakukan. Penelitian ini membahas tentang bagaimana mengimplementasikan kode program untuk notifikasi pada aplikasi mobile yang berbasis aplikasi mobile hybrid serta penggunaan oneSignal sebagai servis push notification-nya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis, implementasi kode, testing dan evaluasi perbandingan hasil beberapa metode implementasi. Analisis yang dilakukan meliputi analisis metode apa saja yang dapat digunakan untuk membuat notifikasi ke aplikasi mobile. Setelah mendapatkan perbandingan metode pada tahapan analisis, tahapan selanjutnya yaitu mencoba berbagai metode implementasi kode dan dilakukan testing kode program aplikasi mobile dengan menggunakan metode code-and-fix life cycle. Hasil testing masing-masing metode implementasi kemudian dievaluasi dan ditentukan metode implementasi kode terbaik. Hasil akhir dari penelitian ini adalah rekomendasi implementasi kode program kedalam aplikasi mobile hybrid untuk memunculkan notifikasi pada aplikasi menggunakan servis oneSignal.
Kata kunci: mobile hybrid; notifikasi; oneSignal
Abstract:Abstract: Demand forecasting for ayam geprek at Geprek Bensu is needed to make chicken inventory decisions to reduce inventory that often out of stock. This study uses time series single moving average (SMA) and single…
le exponential smoothing (SES) method to make geprek chicken requests in Geprek Bensu. This study sampled sales reports in October 2018 - September 2019. Results obtained from recognition using Mean absolute deviation (MAD = 3,116), Absolute Percentage Error indicate (MAPE = 9%), and mean squared error (MSE = 2,762) shows that Single Moving Average produces more accurate results compared to the Single exponential smoothing method.
Keywords: Demand Forecasting; Single moving average; Single exponential smoothing; Time Series.
Abstrak: Peramalan permintaan ayam geprek pada Geprek Bensu sangat dibutuhkan untuk pengambilan keputusan penyediaan stok ayam dan mengurangi out of stock yang sering terjadi. Penelitian menggunakan metode seri waktu Single moving average (SMA) dan Single exponential smoothing (SES) untuk membuat peramalan permintaan ayam geprek di Geprek Bensu. Penelitian ini mengambil sample laporan penjualan pada bulan Oktober 2018 – September 2019. Hasil yang di dapatkan dari perbandingan akurasi menggunakan Mean absolute deviation (MAD = 3,116), Absolute Percentage Error indicate (MAPE = 9%), dan mean squared error (MSE = 2,762) menunjukkan bahwa Single Moving Average memiliki hasil yang lebih akurat jika dibandingkan dengan metode Single exponential smoothing.
Kata kunci: Peramalan permintaan; Pemulusan eksponensial; Rata-rata bergerak; Seri waktu.
Abstract:Abstract: The development of Information Technology in the field of education, a survey on the Use and Utilization of Information and Communication Technology was carried out on 4,014 schools in 34 provinces. Based on the…
e level of education, elementary and equivalent as much as 64.55 percent, junior high school and equivalent as much as 19.22 percent and high school and equivalent as much as 16.23 percent. While the use of applications in the field of education is still felt to be lacking especially in rural schools so that there is a gap between urban schools and rural schools. This condition occurs in SMP PGRI Malangbong where the use of applications is still lacking. One example is in the recording of books in schools that are still manual which complicates operations in the school. The solution offered is to create an online book recapitulation system which is expected to be very useful for school operations. The online book recapitulation system was built using the waterfall method starting from the analysis, design, implementation, testing to maintenance stages.
Keywords: Book Information system; Books; Schools
Abstrak: Perkembangan Teknologi Informasi di bidang pendidikan, survei Penggunaan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dilakukan terhadap 4.014 sekolah yang tersebar di 34 provinsi. Berdasarkan jenjang pendidikan, SD dan sederajat sebanyak 64,55 persen, SMP dan sederajat sebanyak 19,22 persen dan SMA dan sederajat sebanyak 16,23 persen. Sedangkan penggunaan aplikasi dibidang pendidikan masih dirasa kurang terutama di sekolah-sekolah pedesaan sehingga terjadinya kesenjangan antara sekolah diperkotaan dan sekolah pedesaan. Kondisi tersebut terjadi pada SMP PGRI Malangbong dimana penggunaan aplikasi masih sangat kurang. Salah satu contohnya adalah dalam perekapan buku di sekolah yang masih bersifat manual yang menyulitkan operasional di sekolah tersebut. Solusi yang ditawarkan adalah dengan membuat sistem rekap buku online yang diharapkan sangat berguna bagi operasional sekolah. Sistem rekap buku online ini dibangun menggunakan metode waterfall mulai dari tahap analisis, desain, implementasi, pengujian sampai dengan pemeliharaan.
Kata Kunci : Buku Sekolah; Sistem Informasi Rekap Buku
Abstract:Abstract: The author reflects on one private company engaged in the field of communication that is still carrying out the process of inventory of conventional goods. In this study the authors conducted a web-based inventory…
ory information system design analysis, the authors used the Waterfall, the Java programming language the author chose in designing this inventory application. This web-based inventory application is to support the process of monitoring goods so that they can be better controlled so that they can become a reference as a decision maker quickly.
Keywords: Inventory, Waterfall Model, Web Based
Abstrak: Penulis melakukan pengamatan terhadap salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam bidang komunikasi yang masih melakukan proses inventaris barang secara konvensional. Pada penelitian ini penulis melakukan analisis perancangan sistem informasi inventarisasi berbasis web, penulis menggunakan model Waterfall, bahasa pemrograman Java dipilih penulis dalam merancang aplikasi inventarisasi ini. Aplikasi inventarisasi berbasis web ini untuk mendukung proses monitoring barang agar dapat terkontrol dengan lebih baik lagi sehingga dapat menjadi acuan sebagai pengambil keputusan dengan cepat.
Kata kunci: Berbasis Web, Inventaris, Model Waterfall