Abstract:Abstract: MBG is a strategic program of the Prabowo-Gibran administration. This program has become a widely discussed issue in the public. To better understand public perception of this program, sentiment analysis is necessary.…
essary. This study aims to compare the performance of algorithms machine learning SVM, RF, And BERT with preprocessing data analyzing public sentiment of the MBG program in media X. The total dataset for this study was 39,858 out of 42,465 successfully crawled tweets. The research methods included data collection, preprocessing data (cleaning, case folding, word normalization, stopword removal and stemming), feature extraction, model training (fine-tuning), handling class imbalance with SMOTE, and evaluation using accuracy, precision, recall, and f1-score. The research results show that without SMOTE, the best performing models are BERT with 89% accuracy, SVM 87%, and RF 78.4%. After SMOTE, the best algorithms were SVM with 92.94%, BERT with 88.3%, and RF with 86.59%. The results confirmed that SVM is the best algorithm if at leastclass imbalance. BERT is the best algorithm before and after SMOTE, because BERT is more effective in capturing the nuances of language on social media, so BERT is the most recommended in MBG sentiment analysis.
Keywords: sentiment analysis; machine learning; SVM, RF, and BERT
Abstrak: MBG merupakan program strategis pemerintahan Prabowo - Gibran. Program ini menjadi isu yang banyak diperbincangkan publik. Untuk mengetahui lebih dalam persepsi masyrakat tentang program ini, perlu dilakukan analisis sentiment. Penelitian ini bertujuan membandingkan kinerja algoritma machine learning SVM, RF, dan BERT dengan preprocessing data menganalisis sentiment public program MBG di media X. Total dataset penelitian ini adalah 39.858 dari 42.465 tweet yang berhasil di crawling. Metode penelitian mencakup pengumpulan data, preprocessing data (cleaning, case folding, normalisasi kata, stopword removal dan stemming), ekstraksi fitur, pelatihan model (fine-tuning), penanganan class imbalance dengan SMOTE, dan evaluasi menggunakan akurasi, presisi, recall, dan f1-score. Hasil peneltian menunjukkan, tanpa SMOTE model dengan kinerja terbaik adalah BERT dengan akurasi 89%, SVM 87%, dan RF 78,4%. Setelah SMOTE algoritma terbaik adalah SVM 92,94%, BERT 88,3% dan RF 86,59%. Hasil penelitian menegaskan bahwa SVM adalah algoritma terbaik jika minimal class imbalance. BERT adalah algoritma terbaik sebelum dan sesudah SMOTE, karena BERT lebih efektif dalam menangkap nuansa bahasa pada media sosial, sehingga BERT paling di rekomendasikan dalam analisis sentimen MBG.
Kata kunci: analisis sentimen; machine learning; SVM, RF, dan BERT
Abstract:Abstract: Stroke is one of the leading causes of death and disability in various parts of the world, including in Indonesia. Along with the development of digital technology, the use of Machine Learning in the health sector…
tor is growing, one of which is in an effort to predict the occurrence of stroke. This study aims to implement the Logistic Regression algorithm in predicting the likelihood of a person having a stroke based on data from the Brain Stroke dataset. The research process includes data preprocessing (missing value handling, normalization, and label encoding), dividing the data into 80% training data and 20% test data, as well as model training. The model was then evaluated using several measures such as accuracy, precision, recall, F1-score, and ROC-AUC, as well as a confusion matrix. The results of the study showed that Logistic Regression was able to provide stroke classification results with an accuracy of 82.4%, precision of 80.1%, recall of 78.6%, F1-score of 79.3%, and a ROC-AUC value of 0.87. Then, the model is integrated into applications that use Streamlit, so it can be used interactively to predict stroke risk in new data. The results of this study show that the combination of Machine Learning and web-based applications has the potential to support efforts to detect early stroke risk.
Keywords: logistic regression; machine learning; prediction; streamlit; stroke.
Abstrak: Stroke adalah salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia. Seiring perkembangan teknologi digital, penggunaan Machine Learning dalam bidang kesehatan semakin berkembang, salah satunya dalam upaya memprediksi terjadinya penyakit stroke. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan algoritma Logistic Regression dalam memprediksi kemungkinan seseorang mengalami stroke berdasarkan data dari dataset Brain Stroke. Proses penelitian meliputi preprocessing data (penanganan missing value, normalisasi, dan label encoding), membagi data menjadi 80% data latih dan 20% data uji, serta pelatihan model. Model kemudian dievaluasi menggunakan beberapa ukuran seperti akurasi, precision, recall, F1-score, dan ROC-AUC, serta confusion matrix. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Logistic Regression mampu memberikan hasil klasifikasi penyakit stroke dengan akurasi sebesar 82,4%, precision 80,1%, recall 78,6%, F1-score 79,3%, dan nilai ROC-AUC sebesar 0,87. Kemudian, model tersebut diintegrasikan ke dalam aplikasi yang menggunakan Streamlit, sehingga dapat digunakan secara interaktif untuk memprediksi risiko stroke pada data baru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kombinasi Machine Learning dan aplikasi berbasis web berpotensi mendukung upaya deteksi dini risiko stroke.
Kata kunci: logistic regression; machine learning; prediksi; streamlit; stroke.
Abstract:Abstract: Higher education plays an essential role in improving human resource quality, one of which is through the institution’s ability to monitor and predict student graduation outcomes. This study does not focus on a…
a specific university but utilizes the publicly available Students Performance in Exams dataset from Kaggle, consisting of 1,000 student records containing mathematics, reading, and writing scores, along with demographic attributes such as gender, parental education level, lunch type, and test preparation participation. The data were processed through a feature engineering stage by adding an average score variable as an early indicator of graduation status. A predictive model was developed using the Random Forest Classifier, achieving an accuracy of 94.5%. The final model was integrated into a Streamlit-based web application to provide an accessible tool for academic stakeholders. The results indicate that the proposed model can serve as an effective decision-support tool for early evaluation of students’ likelihood of graduation.
Keywords: prediction; random forest classifier, streamlit, student graduation.
Abstrak: Pendidikan tinggi memegang peran penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya melalui kemampuan institusi dalam memantau dan memprediksi tingkat kelulusan mahasiswa. Penelitian ini tidak berfokus pada perguruan tinggi tertentu, melainkan menggunakan dataset publik Students Performance in Exams dari Kaggle yang berisi 1.000 data mahasiswa, terdiri atas nilai matematika, membaca, menulis, serta atribut demografis seperti gender, tingkat pendidikan orang tua, jenis makan siang, dan partisipasi kursus persiapan. Data diolah melalui tahap feature engineering dengan menambahkan variabel average score sebagai indikator awal kelulusan. Model prediksi dibangun menggunakan algoritma Random Forest Classifier, yang menghasilkan tingkat akurasi sebesar 94,5%. Model ini kemudian diimplementasikan ke dalam aplikasi web berbasis Streamlit untuk memberikan layanan prediksi yang mudah diakses oleh pihak akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model mampu digunakan sebagai alat pendukung keputusan untuk melakukan evaluasi dini terhadap potensi kelulusan mahasiswa.
Kata kunci: kelulusan mahasiswa; prediksi; random forest classifier; streamlit.
Abstract:Abstract: In the era of sensitive health data and frequent cyberattacks, securing electronic medical records (EMR) has become a critical challenge. This study proposes a hybrid encryption framework combining Affine and AES…
ES algorithms with an AI-based key management module to enhance EMR security while maintaining efficiency. A dataset of 1,000 simulated records was evaluated using five cryptographic configurations: Affine-only, AES-only, RSA-only, Affine–AES, and Affine–AES with AI. Performance was measured through encryption/decryption latency and ciphertext size, while security was assessed under brute-force, SQL injection, and phishing simulations. The AI decision tree for key generation was evaluated using accuracy, precision, recall, F1-score, and entropy metrics. Results show that the AI-enhanced hybrid method eliminates brute-force success, introduces only minor latency overhead, and generates high-entropy keys with reliability above 98%. These findings indicate that integrating AI-based dynamic key regeneration into hybrid encryption can improve EMR security while remaining practical for clinical and cloud-based healthcare systems. Future work should involve real clinical datasets and explore post-quantum cryptographic extensions.
Keywords: AI key management; attack resistance; encryption performance; electronic medical records; hybrid encryption
Abstrak: Di era meningkatnya sensitivitas data kesehatan dan maraknya serangan siber, perlindungan Rekam Medis Elektronik (RME) menjadi tantangan penting. Penelitian ini mengusulkan kerangka enkripsi hibrida yang menggabungkan algoritma Affine dan AES dengan modul manajemen kunci berbasis AI untuk meningkatkan keamanan RME tanpa mengorbankan efisiensi. Dataset simulasi berisi 1.000 entri diuji menggunakan lima konfigurasi kriptografi: Affine-only, AES-only, RSA-only, Affine–AES, serta Affine–AES dengan AI. Performa diukur melalui latensi enkripsi/dekripsi dan ukuran ciphertext, sedangkan keamanan dievaluasi melalui simulasi serangan brute force, SQL injection, dan phishing. Model decision tree untuk manajemen kunci dinilai menggunakan metrik akurasi, presisi, recall, F1-score, dan entropi. Hasil menunjukkan bahwa metode hibrida dengan AI menghilangkan keberhasilan brute force, menambah overhead latensi yang minimal, serta menghasilkan kunci berentropi tinggi dengan reliabilitas di atas 98%. Temuan ini menunjukkan bahwa regenerasi kunci dinamis berbasis AI dalam skema enkripsi hibrida dapat meningkatkan keamanan RME sekaligus tetap praktis untuk sistem klinis dan layanan kesehatan berbasis cloud. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan dataset klinis nyata dan mengeksplorasi kriptografi pascakuantum.
Kata kunci: enkripsi hibrida; ketahanan serangan; kinerja enkripsi; manajemen kunci berbasis AI; rekam medis elektronik
Abstract:Abstract: In the era of the Internet of Things (IoT), cyber threats are increasingly complex and dynamic, thus demanding an adaptive and intelligent network security system. This study proposes a Convolutional Neural Network…
work (CNN)-based Intrusion Detection System (IDS) implemented through a Federated Learning (FL) approach in a Non-Independent and Identically Distributed (Non-IID) data environment. This approach allows the model to be trained in a distributed manner across multiple IoT devices without having to collect sensitive data to a central server, thereby maintaining data privacy while increasing the efficiency of the training process. The experiment used the CIC IoT 2023 dataset, which represents various modern IoT network traffic patterns. The results show that the proposed CNN–FL model achieves an overall accuracy of 0.99, with excellent performance in detecting various types of network traffic. The model obtains a perfect recall value (1.00) for normal traffic (Benign), as well as a very high F1-score for DDoS (0.99) and DoS (0.99) attacks. Stable and consistent performance across all five federation rounds demonstrates that this approach is a reliable, efficient, and accurate solution for detecting threats in distributed and privacy-preserving IoT networks.
Keywords: cnn; federated_learning; ids; non-iid; ciciot2023
Abstrak: Dalam era Internet of Things (IoT), ancaman siber semakin kompleks dan dinamis, sehingga menuntut sistem keamanan jaringan yang adaptif dan cerdas. Penelitian ini mengusulkan Intrusion Detection System (IDS) berbasis Convolutional Neural Network (CNN) yang diterapkan melalui pendekatan Federated Learning (FL) pada lingkungan data yang bersifat Non-Independent and Identically Distributed (Non-IID). Pendekatan ini memungkinkan model dilatih secara terdistribusi di berbagai perangkat IoT tanpa harus mengumpulkan data sensitif ke server pusat, sehingga mampu menjaga privasi data sekaligus meningkatkan efisiensi proses pelatihan. Eksperimen menggunakan dataset CIC IoT 2023, yang merepresentasikan berbagai pola lalu lintas jaringan IoT modern. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model CNN–FL yang diusulkan mencapai akurasi keseluruhan sebesar 0.99, dengan performa yang sangat baik dalam mendeteksi berbagai jenis lalu lintas jaringan. Model memperoleh nilai recall sempurna (1.00) untuk lalu lintas normal (Benign), serta nilai F1-score yang sangat tinggi untuk serangan DDoS (0.99) dan DoS (0.99). Kinerja yang stabil dan konsisten di seluruh lima putaran federasi membuktikan bahwa pendekatan ini merupakan solusi yang andal, efisien, dan akurat untuk mendeteksi ancaman pada jaringan IoT yang bersifat terdistribusi dan menjaga privasi (privacy-preserving).
Kata kunci: cnn; federated_learning; ids; non-iid; ciciot2023
Abstract:Abstrack: This research aims to improve battery performance and safety on the ECGO2 electric motorcycle by re-assembling the battery system using 18650 lithium cells, Daly BMS 13S/7A battery management system, and XH-M604…
4 module. The configuration used is 13S5P (65 cells), resulting in a total voltage of 48.1 V and a capacity of 14 Ah, or equivalent to 673.4 Wh of energy. Compared to the ECGO2 built-in battery that requires 4-7 hours of charging time, this system is able to speed up charging to ±1.6 hours using a 7 A current charger. Test results using an oscilloscope show that the voltage of the assembled battery is more stable under load than that of a single battery, with minimal ripple. The estimated operating time of an 800 W electric motor using a 673.4 Wh battery is about 50 minutes. To achieve 2 hours of operation, the 13S10P configuration or energy-saving mode (400-500 W) can be used. The system is also more cost-effective at Rp2,678 per Wh compared to the manufacturer's version of Rp4,464 per Wh, as well as improved safety against leakage and overheating.
Keywords: 18650 lithium battery; daly bms; electric motorcycle; fast charging.
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan performa dan keamanan baterai pada sepeda motor listrik ECGO2 dengan merakit ulang sistem baterai menggunakan sel lithium 18650, sistem manajemen baterai Daly BMS 13S/7A, dan modul XH-M604. Konfigurasi yang digunakan adalah 13S5P (65 sel), menghasilkan tegangan total 48,1 V dan kapasitas 14 Ah, atau setara dengan energi 673,4 Wh. Dibandingkan baterai bawaan ECGO2 yang memerlukan waktu pengisian 4–7 jam, sistem ini mampu mempercepat pengisian menjadi ±1,6 jam menggunakan charger arus 7 A. Hasil pengujian menggunakan osiloskop menunjukkan bahwa tegangan baterai rakitan lebih stabil di bawah beban dibandingkan baterai tunggal, dengan ripple minimal. Estimasi lama pengoperasian motor listrik 800 W menggunakan baterai 673,4 Wh adalah sekitar 50 menit. Untuk mencapai 2 jam pengoperasian, dapat digunakan konfigurasi 13S10P atau mode hemat energi (400–500 W). Sistem ini juga lebih hemat biaya dengan efisiensi harga Rp2.678 per Wh dibandingkan Rp4.464 per Wh versi pabrikan, serta meningkatkan keamanan terhadap kebocoran dan panas berlebih.
Kata kunci: baterai lithium 18650; daly bms; sepeda motor listrik; pengisian daya cepat.
Abstract:Abstract: Recommendation systems are becoming increasingly important with the growth of streaming platforms. The purpose of this study is to compare the performance of Content-Based Filtering, Neural Collaborative Filtering,…
ing, and a combination of both in a movie recommendation system. The method used in this study involves retrieving movie details from the TMDB API and ratings from the MovieLens 32M Dataset (2010-2023). Each model's performance is evaluated using evaluation metrics such as RMSE and MAE. The results of this study indicate that Neural Collaborative Filtering achieves the best prediction performance (RMSE = 0.785423, MAE = 0.581262), followed by the hybrid model (RMSE = 0.800863, MAE = 0.660872), while Content-Based Filtering produces low performance and limits the capabilities of the hybrid model. In conclusion, these findings highlight the superiority of latent feature-based models such as NCF that learn directly from user interaction patterns over content-based approaches in the context of modern recommendation systems.
Keywords: content-based filtering; hybrid filtering; movie recommendation; neural collaborative filtering.
Abstrak: Sistem rekomendasi menjadi semakin penting seiring berkembangnya platform streaming. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan kinerja Content-Based Filtering, Neural Collaborative Filtering dan kombinasi keduanya dalam sistem rekomendasi film. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan pengambilan detail film dari TMDB API dan rating dari dataset MovieLens 32M Dataset (2010-2023). Setiap peforma model dievaluasi dengan menggunakan metrik evaluasi seperti RMSE dan MAE. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa Neural Collaborative Filtering mencapai kinerja prediksi terbaik (RMSE = 0.785423, MAE = 0.581262), diikuti oleh model hybrid (RMSE = 0.800863, MAE = 0.660872), sementara Content-Based Filtering menghasilkankan peforma yang rendah dan membatasi kemampuan model hybrid. Kesimpulannya, penelitian ini menyoroti superiotas model berbasis latent feature seperti NCF yang belajar langsung dari pola interaksi pengguna dibandingkan pendekatan berbasis konten dalam konteks sistem rekomendasi modern.
Kata kunci: content-based filtering; hybrid filtering; neural collaborative filtering; rekomendasi film.
Abstract:Abstract: This study applies an integrated approach to optimize heart failure classification. The main objective is to address the challenge of class imbalance in medical datasets and to improve the accuracy, sensitivity,…
, and generalization of the classification model. The urgency of this issue is emphasized by statistics showing that cardiovascular diseases cause approximately 17.9 million deaths worldwide each year. Using a quantitative experimental approach, this study analyzes the "Heart Failure Prediction Dataset" from Kaggle, which consists of 918 records. The data were processed through normalization and encoding, followed by the application of SMOTE on the training set to balance class distribution. This step successfully increased model accuracy from 88.41% to 90.22% and minority class recall from 0.82 to 0.88. Furthermore, Bayesian Optimization was employed to refine the hyperparameters of SVM, resulting in a final model with an accuracy of 89.13% that demonstrated better generalization. This integrated approach significantly enhances the stability, sensitivity, and generalization of the model, making it a reliable tool for clinical decision support systems in predicting heart failure.
Keywords: bayesian optimization; heart failure; machine learning; SMOTE; SVM.
Abstrak: Penelitian ini menerapkan pendekatan terintegrasi untuk mengoptimalkan klasifikasi gagal jantung. Tujuan utama studi ini adalah untuk mengatasi tantangan ketidakseimbangan kelas dalam dataset medis dan meningkatkan akurasi, sensitivitas, serta generalisasi model klasifikasi. Urgensi ini ditegaskan oleh statistik yang menunjukkan bahwa penyakit kardiovaskular menyebabkan sekitar 17,9 juta kematian setiap tahun secara global. Menggunakan pendekatan eksperimental kuantitatif, penelitian ini menganalisis "Heart Failure Prediction Dataset" dari Kaggle, yang terdiri dari 918 catatan. Data diproses dengan normalisasi dan encoding, lalu SMOTE diterapkan pada data pelatihan untuk menyeimbangkan distribusi kelas. Langkah ini berhasil meningkatkan akurasi dari 88,41% menjadi 90,22% dan recall kelas minoritas dari 0,82 menjadi 0,88. Selanjutnya, Bayesian Optimization menyempurnakan hyperparameter SVM, menghasilkan model akhir dengan akurasi 89,13% yang menunjukkan generalisasi lebih baik. Pendekatan terintegrasi ini secara signifikan meningkatkan stabilitas, sensitivitas, dan generalisasi model. Hasil penelitian ini menjadikannya alat yang andal untuk sistem pendukung keputusan klinis dalam prediksi gagal jantung.
Kata kunci: bayesian optimization; gagal jantung; machine learning; SMOTE; SVM
Abstract:Abstract: Teacher performance appraisal is a very important aspect in improving the quality of education today, but often occurs during the assessment process of subjectivity constraints and lack of a structured system,…
in this study aims to build a data structure modeling and facilitate the school MAS Islamiyah Hessa Air Genting in the assessment to determine the best teacher transparently and measurably by using the Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) algorithm. The TOPSIS method was chosen because it is able to provide ranking results based on the closeness of alternatives to the ideal solution. In this modeling, assessment criteria data such as pedagogical, professional, personality, social competencies, as well as other indicators such as teacher discipline and achievement are modeled structurally in a relational database. The results show that the designed data structure is able to support the decision-making process efficiently and objectively.
Keywords: data structure; decision support system; teacher assessment; topsis; ranking.
Abstrak: Penilaian kinerja guru merupakan aspek yang sangat penting dalam peningkatan mutu pendidikan saat ini, namun sering terjadi saat proses penilaian kendala subjektivitas dan kurangnya sistem yang terstruktur, dalam penelitian ini bertujuan untuk membangun pemodelan struktur data serta mempermudah pihak sekolah MAS Islamiyah Hessa Air Genting dalam penilaian untuk menentukan guru terbaik secara transparan dan terukur dengan menggunakan algoritma Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Metode TOPSIS dipilih karena mampu memberikan hasil perankingan berdasarkan kedekatan alternatif terhadap solusi ideal. Dalam pemodelan ini, data kriteria penilaian seperti kompetensi pedagogik, profesional, kepribadian, sosial, serta indikator lain seperti kedisiplinan dan prestasi guru dimodelkan secara terstruktur dalam basis data relasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa struktur data yang dirancang mampu mendukung proses pengambilan keputusan secara efisien dan objektif.
Kata kunci: struktur data; topsis; penilaian guru; sistem pendukung keputusan; perangkingan
Abstract:Abstract: The development of information technology encourages businesses to take over digital systems in business operations, even in the sales process. The Point of Sales (POS) system is the leading solution for recording…
ing transactions, managing stock, and creating sales reports efficiently. This study aims to develop a POS application based on a website and make it easier for administrators to manage sales transactions, making them faster and more efficient. This system is made with a structured Agile Development method, requirements, design, development, testing, deployment, and implementation. The framework used is the Laravel framework, with system testing conducted using BlackBox. The test results show that the system is on track and that the efficiency of the transaction and reporting process can be increased. A web-based basis allows users to manage their business more easily in real time because this application is flexible and can be used on various devices.
Keywords: agile model;laravel;point of sales; websites
Abstrak: Pengembangan teknologi informasi mendorong bisnis untuk mengambil alih sistem digital dalam operasi bisnis, bahkan dalam proses penjualan. Sistem Point of Sales (POS) adalah solusi utama untuk merekam transaksi, mengelola stok dan membuat laporan penjualan secara efisien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangan aplikasi POS berdasarkan situs web dan memudahkan administrator dalam mengelola transaksi penjualan, membuatnya lebih cepat dan lebih efisien. Sistem ini dibuat dengan metode Agile Development yang terstruktur, requirement, design, development, testing, deployment, dan implementation serta kerangka kerja yang digunakan yaitu framework Laravel dengan pengujian sistem menggunakan Blackbox. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem berada di jalur dan bahwa efisiensi proses transaksi dan pelaporan dapat meningkat. Dengan berbasis web memungkinkan pengguna untuk lebih mudah mengelola bisnisnya secara real time, karena aplikasi ini fleksibel melalui berbagai perangkat.
Kata kunci: model agile;laravel;point of sales;website