Abstract:Abstract: Gallery Parfume Shop is a business engaged in cosmetics located on Jalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, North Sumatra. In the procedures and management of sales management at Gallery…
y Parfume is still done manually, the reports are still recorded in notes the impact of this is that Gallery Parfume has difficulty in evaluating their sales performance, identifying market trends, and planning effective sales strategies and also difficulty building loyalty. Therefore, a system is needed, by implementing E-CRM at Gallery Parfume can get new customers, improve customer relationships, and retain customers, which will ultimately create customer loyalty and to measure the increase in profitability resulting from the use of E-CRM into a web-based application so that it will later facilitate increasing sales, customer loyalty, and saving operational costs. The method used to collect and analyze this research data is a qualitative method. It is expected that through this web application it can also build a database to make it easier for Gallery Parfume to search for data and reports.
Keywords: consumers; e-crm; stores
Abstrak: Toko Gallery Parfume merupakan usaha yang bergerak dibidang kosmetik yang berada dijalan Merdeka, Simpang Empat, Kec. Tanjung Tiram, Kab. Batu Bara, Sumatera Utara. Dalam prosedur dan manajemen pengelolaan penjualan di Gallery Parfume masih dilakukan secara manual, laporan nya masih tercatat di notes dampak dari hal tersebut gallery Parfume kesulitan dalam mengevaluasi kinerja penjualan mereka, mengidentifikasi tren pasar, dan merencanakan strategi penjualan yang efektif juga kesulitan membangun loyalitas. Maka dengan hal itu diperlukan sebuah sistem, dengan menerapkan E-CRM di Gallery Parfume dapat memperoleh pelanggan baru, meningkatkan hubungan dengan pelanggan, dan mempertahankan pelanggan, yang pada akhirnya akan terciptanya loyalitas pelanggan dan untuk mengukur peningkatan profitabilitas yang dihasilkan dari penggunaan E-CRM kedalam bentuk aplikasi berbasis web agar nantinya memudahkan dalam peningkatan penjualan, loyalitas pelanggan, dan penghematan biaya operasional. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data penelitian ini dengan metode kualitatif. Diharapankan melalui aplikasi web ini juga dapat membangun database guna memudahkan Gallery Parfume dalam mencari data dan laporan.
Kata Kunci: e-crm; konsumen; toko
Abstract:Abstract: Data on stunting cases among toddlers in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city Not yet processed in a way computerized use digital map , so that the monitoring process in-depth investigation of the…
e distribution and patterns of stunting in a area Not yet presented with Good . This matter Of course impact on cadre Public health center Semula Jadi For monitor number nutrition bad And spread prevalence of stunting in Datuk Bandar Timur sub-district, Tanjung Balai city . For That need development A system internal data management form chart nor map that can be give description spread nutrition bad in the region Mayor. Planning And development system information This done with use method data collection and interview direct to the UPTD Community Health Center Semula Jadi . Objective it was built this webgis can assist in identifying areas that need nutritional intervention, mapping the prevalence of stunting and malnutrition, as well as monitoring nutrition programs and optimizing resource allocation. Results from GIS can plays an important role in supporting efforts to prevent and overcome stunting problems by providing tools effective software for collecting, analyzing and visualizing nutritional data spatially. The use of web GIS can also provide information on stunting locations from UPTD Semula Jadi Health Center data.
Keywords : geographic information system; location mapping system; stunting.
Abstrak: Data kasus stunting pada balita di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai belum diproses secara terkomputerisasi menggunakan peta digital, sehingga proses pemantauan penyelidikan mendalam tentang sebaran dan pola stunting disuatu daerah belum tersajikan dengan baik. Hal ini tentu berdampak pada kader puskesmas Semula Jadi untuk memantau angka gizi buruk dan penyebaran prevalensi stunting di kecamatan datuk bandar timur kota tanjung balai. untuk itu perlu pembangunan sebuah sistem pengelolaan data dalam bentuk grafik maupun peta yang dapat memberikan gambaran penyebaran gizi buruk diwilayah Datuk Bandar. Perancangan dan pembangunan sistem informasi ini dilakukan dengan menggunakan metode pengambilan data dan wawancara langsung ke UPTD Puskesmas Semula Jadi. Tujuan dibangunnya webgis ini dapat membantu dalam identifikasi daerah yang membutuhkan intervensi gizi, pemetaan prevalensi stunting dan gizi buruk, serta memantau program-program gizi dan optimalisasi alokasi sumber daya. Hasil dari SIG dapat berperan penting dalam mendukung upaya pencegahan dan penanggulangan masalah stunting dengan menyediakan alat software yang efektif untuk pengumpulan, analisis, dan visualisasi data gizi secara spasial. Kegunaan webgis juga dapat memberikan informasi mengenai lokasi stunting dari data UPTD Puskesmas Semula Jadi.
Kata kunci: sistem informasi geografis; sistem pemetaan lokasi; stunting
Abstract:Abstract: CRM (Customer Relationship Management) is a type of management regarding the management of the company with customers to improve relationships with customers. CRM can be adapted to E-CRM (Electronic Customer Relationship…
lationship Management) which requires the role of information technology. Symple Store is a business that sells various t-shirts, apparel, and screen printing services. To see the product, customers must come directly to the store because there is no media to convey product information to customers. Symple Store does not have a way to place an order if the customer does not have the time to come to the store. The purpose of this research is to create a system using E-CRM so that Symple Store sales can be done online and the E-CRM feature is a medium used to maintain the relationship between the store and customers and can also increase customer loyalty. After implementing the E-CRM application on the Symple Store, it can make it easier for customers to place orders online and the E-CRM application becomes a medium for promoting Symple Store products and with E-CRM features such as product information, transactions, discounts, promos, vouchers, chats can maintain the relationship between the store and customers and can also increase customer loyalty.
Keywords: e-crm; loyality; symple store.
Abstrak: CRM (Customer Relationship Management) merupakan jenis management mengenai pengelolaan perusahaan dengan pelanggan untuk meningkatkan hubungan dengan pelanggan. CRM dapat diadaptasi dengan E-CRM (Electronic Customer Relation Management) yang mana membutuhkan peranan teknologi informasi. Symple Store merupakan usaha yang menjual berbagai barang kaos, pakaian jadi, dan jasa sablon. Untuk melihat produk tersebut pelanggan harus datang langsung ke Toko karena belum adanya media untuk menyampaikan informasi produk kepada pelanggan. Symple Store belum memiliki cara untuk melakukan proses pemesanan apabila pelanggan tidak memiliki waktu untuk datang ke Toko. Tujuan penelitian ini yaitu membuat sistem menggunakan E-CRM sehingga penjualan Symple Store dapat dilakukan secara online dan fitur E-CRM menjadi media yang digunakan untuk mempertahankan hubungan pihak toko dengan pelanggan dan juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan. Setelah menerapkan aplikasi E-CRM pada Toko Symple Store maka dapat mempermudah pelanggan melakukan pemesanan secara online dan aplikasi E-CRM menjadi media promosi produk Symple Store dan dengan adanya fitur E-CRM seperti informasi produk, transaksi, diskon, promo, voucher, chat dapat mempertahankan hubungan pihak toko dengan pelanggan dan juga dapat meningkatkan loyalitas pelanggan.
Kata Kunci: e-crm; loyalitas; symple store.
Abstract:Abstract: By leveraging digital technology, Laporkitong enhances transparency and accountability, as well as facilitates public participation in the oversight and enforcement processes related to land use and natural resource…
ource management. The Laporkitong website functions as an online reporting application aimed at documenting instances of spatial planning violations in the West Papua Province. The lack of public knowledge about the Laporkitong application has led to numerous issues. Therefore, an analysis of the adoption of the Laporkitong application is necessary. This study aims to investigate the influence of Perceived Quality, Perceived Control, and Perceived Ease of Use factors as determinants of the residents' willingness to use the Laporkitong application, employing the Technology Acceptance Model (TAM) and DeLone and McLean IS Success (IS D&M) theories. As many as 160 valid respondents are gathered based purposive sampling technique and evaluated using Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The results inform that all seven hypotheses are accepted with the R-square of the intention to use is 0.273 indicationg 27.3% variance of the model can determine the outcome. Further discussion and conclusion regarding the implication of theoretical and practical contribution are also discussed.
Keywords: laporkitong; perceived control; perceived ease of use; perceived quality; technology acceptance model
Abstrak: Dengan memanfaatkan teknologi digital, Laporkitong meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, serta memfasilitasi partisipasi publik dalam proses pengawasan dan penegakan terkait penggunaan lahan dan pengelolaan sumber daya alam. Website Laporkitong berfungsi sebagai aplikasi pelaporan online yang bertujuan untuk mendokumentasikan pelanggaran perencanaan tata ruang di Provinsi Papua Barat. Minimnya pengetahuan masyarakat terhadap aplikasi Laporkitong menyebabkan banyak permasalahan. Maka dari itu perlu dilakukan analisis mengenai adopsi pada aplikasi Laporkitong. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh faktor Kualitas yang Dirasakan, Kendali yang Dirasakan, dan Kemudahan Penggunaan yang Dirasakan sebagai penentu keinginan penduduk untuk menggunakan aplikasi Laporkitong, dengan menggunakan Model Penerimaan Teknologi (TAM) dan teori Kesuksesan Sistem Informasi (IS D&M) DeLone dan McLean. Sebanyak 160 responden valid dikumpulkan berdasarkan teknik purposive sampling dan dievaluasi menggunakan Partial Least Square Structural Equation Modeling (PLS-SEM). Hasilnya menunjukkan bahwa semua tujuh hipotesis diterima dengan R-square niat untuk menggunakan adalah 0,273, menunjukkan bahwa 27,3% variasi model dapat menentukan hasilnya. Diskusi lebih lanjut dan kesimpulan mengenai implikasi kontribusi teoritis dan praktis juga dibahas.
Kata kunci: laporkitong; pengendalian yang dirasakan; kemudahan penggunaan yang dirasakan; kualitas yang dirasakan; model penerimaan teknologi
Abstract:Abstract: In the health sector, information technology was initially used for exchanging information between patients and doctors, health services, and exchanging health documents. The aim of applying information technology…
ogy to the health sector is to increase the effectiveness and efficiency of the performance of doctors and clinic staff. This research uses COBIT 2019 as a framework for evaluating information technology governance. Primary data is collected directly from the research subjects through observation and interviews, while secondary data is sourced from other materials, such as documents or websites related to the research subject. This research focuses on Risk Profile and I&T Related Issues, with domains: APO11 – Managed Quality, and APO13 – Managed Security. Through interviews and evaluation, each priority objective was found to be at capability level 2 with ratings of 100% and 86% respectively. There are no significant gaps between the current capability levels; both are at level 2.
Keywords: auditing; COBIT 2019; telemedicine
Abstrak: Di sektor kesehatan, teknologi informasi awalnya digunakan untuk pertukaran informasi antara pasien dan dokter, layanan kesehatan, dan pertukaran dokumen kesehatan. Tujuan penerapan teknologi informasi di sektor kesehatan adalah untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kinerja dokter dan staf klinik. Penelitian ini menggunakan COBIT 2019 sebagai kerangka kerja untuk mengevaluasi tata kelola teknologi informasi. Data primer dikumpulkan langsung dari subjek penelitian dengan melakukan pengamatan dan interaksi langsung, sementara data sekunder diperoleh dari sumber lain. didapatkan dari jurnal atau situs website yang berkaitan dengan subjek penelitian. Penelitian ini berfokus pada Risk Profile dan I&T Related Issues, dengan domain : APO11 – Managed Quality, dan APO13 – Managed Security. Melalui wawancara dan evaluasi, setiap tujuan prioritas ditemukan berada pada level kapabilitas 2 dengan nilai masing-masing 100% dan 86%. Tidak ada kesenjangan signifikan antara tingkat kapabilitas saat ini; keduanya berada pada level 2.
Kata kunci: audit; COBIT 2019; telemedis
Abstract:Abstract: College libraries are built and designed based on the needs of the academic community to support learning, research, and community service. Management of higher education institutions in Indonesia refers to Organizing…
anizing libraries in Indonesia is regulated in National Library Director Regulation No. 13 of 2017. College libraries currently use information technology to support operations. To assess the alignment of a university's goal of providing a library that complies with information technology regulations and management, library management needs to be audited. At the ISB Atma Luhur library, audits were carried out using the COBIT 4.1 framework. especially in the Acquire and Implement (AI) domain. The AI domain is a domain that assesses whether plans have been successfully acquired and implemented. This research uses interview and questionnaire methods as primary data source data collection media. The respondents involved were the head of the library and the ISB Atma Luhur library staff. The results of data processing show that the AI domain is at 2,754 with a maturity level of 3-Define Process. Of the 7 control objectives under the AI domain, AI4 Anable Operation and Use is the highest control objective with 3.28. Meanwhile, the lowest control objective is AI2 Acquire and maintain application software with 2.50.
Keywords: acquire and implement COBIT 4.1; college library ; information systems audit.
Abstrak: Perpustakaan perguruan tinggi dibangun dan dirancang berdasarkan kebutuhan civitas akademika untuk menunjang pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengelolaan perguruan tinggi di Indonesia mengacu pada Penyelenggaraan perpustakaan di Indonesia diatur dalam Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional Nomor 13 Tahun 2017. Perpustakaan perguruan tinggi saat ini sudah memanfaatkan teknologi informasi untuk menunjang operasionalnya. Untuk menilai keselarasan tujuan perguruan tinggi dalam menyediakan perpustakaan yang sesuai dengan regulasi dan pengelolaan teknologi informasi, maka pengelolaan perpustakaan perlu dilakukan audit. Pada perpustakaan ISB Atma Luhur, audit dilakukan dengan menggunakan framework COBIT 4.1. khususnya di domain Acquire and Implement (AI). Domain AI adalah domain yang menilai apakah rencana telah berhasil diperoleh dan diterapkan. Audit sistem informasi perpustakaan ini bertujuan untuk menilai keselarasan rencana dan akuisisi impelentasi sistem untuk meningkatkan layanan perpustakaan. Penelitian ini menggunakan metode wawancara dan angket sebagai media pengumpulan data sumber data primer. Responden yang terlibat adalah kepala perpustakaan dan staf perpustakaan ISB Atma Luhur. Hasil pengolahan data menunjukkan domain AI berada pada angka 2.754 dengan tingkat kematangan 3-Define Process. Dari 7 tujuan pengendalian dalam domain AI, AI4 Anable Operation and Use merupakan tujuan pengendalian tertinggi dengan nilai 3,28. Sedangkan tujuan pengendalian terendah adalah AI2 Memperoleh dan memelihara perangkat lunak aplikasi dengan nilai 2,50.
Kata kunci: acquire and implement COBIT 4.1.; audit sistem informasi; perpustakaan perguruan tinggi.
Abstract:Abstract: The Manual Drawing Laboratory and Computer Laboratory of the Furniture Design Study Program are some of the infrastructures used to support learning and practicum in the Polytechnic of Furniture Industry and Wood…
od Processing. Services at these two laboratories utilize the Laboratory website which can be accessed publicly via the address https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, in which the purpose of developing the website is to simplify the process for stakeholders to access information regarding practicum activities conducted in the laboratories. Ease of access to this information needs to be evaluated, especially related to usability on the website. The evaluation of the laboratory website's usability is performed using the System Usability Scale (SUS) method, which provides a structured approach to measuring the effectiveness and user experience of the website. It is hoped to obtain a representation of the user's experience of the function and appearance of the laboratory website as advice on what features might be developed to improve the services. According to the results of data processing from 44 respondents, the average SUS score was 59.32. Based on this score, the Acceptability Range category is still in the marginal range, meaning there are still several things that need to be corrected or improved so the website can help in the daily operational activities of the laboratory.
Keywords: laboratory; SUS; usability; user; website
Abstrak: Laboratorium Gambar dan Laboratorium Komputer Program Studi Desain Furnitur merupakan sarana penunjang praktikum di Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu. Pelayanan pada kedua laboratorium ini telah memanfaatkan website yang dapat diakses secara publik melalui alamat https://labdesainfurnitur.poltek-furnitur.ac.id/, pemanfaatan website bertujuan untuk memudahkan para pengguna dalam memperoleh informasi seputar kegiatan praktikum di laboratorium di setiap waktu. Adanya pemanfaatan teknologi informasi tersebut perlu dievaluasi untuk mengetahui kegunaan website bagi para pengguna serta sebagai masukan untuk pengelola laboratorium dalam mengembangkan website di masa mendatang. Evaluasi website laboratorium dilakukan dengan metode System Usability Scale (SUS). Melalui evaluasi kegunaan pada website laboratorium diharapkan diperoleh representasi pengalaman pengguna terhadap fungsi dan tampilan website laboratorium dan diperoleh saran fitur-fitur yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan pelayanan di laboratorium. Data yang diperoleh sebanyak 44 responden menghasilkan skor SUS dengan rata-rata 59,32. Berdasarkan skor tersebut, rentang akseptabilitas website masih berada pada rentang marginal, sehingga masih ada beberapa fitur yang perlu ditingkatkan agar website dapat membantu kegiatan operasional laboratorium sehari-hari.
Kata kunci: kegunaan; laboratorium; pengguna; SUS; website
Abstract:Abstract: The widespread use of information and communication technology (ICT) has enhanced effectiveness and quality in management, research, and education at educational institutions. In this digital age, secondary schools…
ools are required to improve operational efficiency and educational strategies through the use of information technology. Therefore, the implementation of an enterprise architecture (EA) framework is crucial to ensure a strategic alignment between educational goals and technology. However, before implementing the framework, schools must evaluate various factors that influence the suitability and effectiveness of EA, including current technology needs, staff competencies, existing infrastructure conditions, and other factors. This study gathers and analyzes data from related studies, and the results indicate the importance of understanding EA principles to optimize academic and administrative processes. By considering variables in the selection of the EA framework, evaluating school readiness, and identifying existing challenges, this research aims to assist secondary schools in effectively implementing EA. The expected outcome of this research provides theoretical support for the adoption of EA, thus facilitating more efficient strategic and operational planning in secondary schools.
Keywords: enterprise architecture; framework; information and communication technology; secondary school.
Abstrak: Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara luas telah meningkatkan efektivitas dan kualitas dalam manajemen, penelitian, dan pendidikan di institusi pendidikan. Di era digital ini, sekolah menengah dituntut untuk meningkatkan efisiensi operasional dan strategi pendidikan melalui pemanfaatan teknologi informasi. Oleh karena itu, penerapan framework arsitektur enterprise (EA) menjadi penting untuk memastikan aliansi strategis antara tujuan pendidikan dan teknologi. Namun, sebelum penerapan framework dilakukan, sekolah harus mengevaluasi berbagai faktor yang mempengaruhi kesesuaian dan efektivitas EA, termasuk kebutuhan teknologi terkini, kompetensi staf, kondisi infrastruktur yang ada, dan faktor lainnya. Penelitian ini mengumpulkan dan menganalisis data dari studi terkait, hasilnya menunjukkan bahwa pentingnya pemahaman tentang prinsip-prinsip EA untuk mengoptimalkan proses akademik dan administratif. Dengan mempertimbangkan variabel-variabel dalam pemilihan framework EA, evaluasi kesiapan sekolah, dan identifikasi tantangan yang ada, penelitian ini bertujuan untuk membantu sekolah menengah dalam mengimplementasikan EA secara efektif. Diharapkan hasil dari penelitian ini memberikan kontribusi teoretis yang mendukung pengadopsian EA, sehingga memfasilitasi perencanaan strategis dan operasional yang lebih efisien di sekolah menengah.
Kata kunci:arsitektur enterprise; framework; sekolah menengah; teknologi informasi dan komunikasi.
Abstract:Abstract: In the current digital era, transportation booking applications have become an integral part of people's daily lives. One of the preferred applications is the Suroboyo Bus Booking Application (GOBIS). GOBIS is…
a platform dedicated specifically to accessing Suroboyo Bus transportation services. However, with the advancement of technology and changing user needs, the GOBIS application also needs to be adjusted to remain relevant and meet expectations. Many users have complained about the application's ambiguous interface, unclear colors, and other issues. Therefore, a redesign of this application is necessary. This study employs the User-Centered Design (UCD) method and SUS testing to obtain a new design that can be implemented. The results show a significant improvement in application usability, with the average SUS score from users after the redesign process reaching 82.25, rated as "good" with a "B" grade. Comparing it to the usability score of the previous version, which only reached 57.25 with a "poor" rating and a "D" grade, indicates a substantial improvement. Thus, the new design demonstrates a significant improvement in usability compared to the previous version.
Keywords: redesign; GOBIS aplication; user interface; UCD; system usability scale
Abstrak: Dalam era digital saat ini, aplikasi pemesanan transportasi telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu pilihan utama yang sering digunakan adalah Aplikasi Golek Bis (GOBIS) Suroboyo Bus. GOBIS dirancang khusus sebagai platform untuk mengakses moda transportasi Suroboyo Bus. Namun, sejalan dengan kemajuan teknologi dan evolusi kebutuhan pengguna, perlu penyesuaian agar aplikasi Golek Bis tetap relevan dan memuaskan pengguna. Banyak pengguna mengeluhkan tentang antarmuka aplikasi yang kurang jelas, warna yang ambigu, dan masalah lainnya. Oleh karena itu, perlu dilakukan redesain aplikasi ini. Penelitian ini menerapkan metode UCD dan mengujikan SUS untuk mendapatkan desain baru yang lebih baik. Hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kegunaan aplikasi, dengan nilai rata-rata skor SUS pengguna setelah proses redesain mencapai 82.25, dinilai sebagai "good" dengan peringkat "B". Perbandingannya dengan nilai kegunaan versi sebelumnya yang hanya mencapai 57.25 dengan penilaian "poor" dan peringkat "D" menunjukkan peningkatan yang signifikan. Oleh karena itu, desain baru menunjukkan perbaikan yang berarti dalam hal kegunaan dibandingkan dengan versi sebelumnya.
Kata kunci: redesign; aplikasi GOBIS; user interface; UCD; system usability scale
Abstract:Abstract: One of the keys to the success of a company or agency in achieving certain goals is the workforce. However, finding the ideal partner that suits the needs of the organization or agency is difficult. Therefore,…
the selection of suitable potential partners is very important in order to be able to recruit partners who are competent in their fields and meet the company's expectations and meet all stages carried out by the organization. The Preference Selection Index method is the method used in selecting employees. The option that returns the highest Preference Index value after all criteria and alternatives have been calculated is the best option, or options selected. Based on research findings, Andreyanto Wijaya's alternative is the best alternative to be chosen as the company's partner with the highest score, which is 0.95346.
Keywords: decision support system; PSI; recruitment; partner
Abstrak: Salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan atau instansi dalam mencapai tujuan tertentu adalah tenaga kerjanya. Namun, menemukan Mitra ideal yang sesuai dengan kebutuhan organisasi atau instansi memang sulit. Oleh karena itu, pemilihan calon Mitra yang sesuai sangatlah penting agar dapat merekrut mitra yang berkompeten di bidangnya dan memenuhi harapan perusahaan serta memenuhi seluruh tahapan yang dilakukan oleh organisasi. Metode Preference Selection Index adalah metode yang digunakan dalam menseleksi pegawai. Pilihan yang menghasilkan nilai Indeks Preferensi tertinggi setelah semua kriteria dan alternatif dihitung adalah pilihan terbaik, atau pilihan yang terpilih. Berdasarkan temuan penelitian, alternatif Andreyanto Wijaya merupakan alternatif terbaik untuk dipilih menjadi mitra untuk perusahaan dengan skor tertinggi yaitu 0,95346.
Kata Kunci : sistem pendukung keputusan; PSI; rekrutmen; mitra