Search Articles & Publications

Showing 461 articles found for "Penguatan"

PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK AKHLAK MULIA PESERTA DIDIK

Sahat Parulian
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk akhlak mulia peserta didik melalui pendekatan studi kepustakaan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada… da fenomena degradasi moral di kalangan peserta didik yang menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan jenis studi literatur (library research), yaitu dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal ilmiah, serta hasil penelitian terdahulu yang relevan. Teknik analisis data menggunakan analisis isi (content analysis) untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif dan sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki peran strategis dan multidimensional, yaitu sebagai pendidik (educator), pembimbing (counselor), teladan (role model), motivator, serta evaluator dalam membentuk karakter peserta didik. Implementasi pembentukan akhlak mulia dilakukan melalui integrasi nilai-nilai Islam dalam proses pembelajaran, pemberian keteladanan, pembiasaan perilaku positif, serta penciptaan lingkungan pendidikan yang religius dan kondusif. Selain itu, keberhasilan pembentukan akhlak juga dipengaruhi oleh sinergi antara guru, keluarga, dan lingkungan sosial. Implikasi penelitian ini menegaskan bahwa penguatan peran guru PAI tidak hanya terbatas pada aspek kognitif, tetapi juga harus menyentuh aspek afektif dan psikomotorik peserta didik secara holistik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru PAI secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan karakter di era modern. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan akhlak mulia.

PERBANDINGAN PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP FUNGSI SOSIAL MASJID DI WILAYAH PERUMAHAN DAN PEDESAAN

Himmayatul Muthmainnah, Julia Rahma Safira, Naurah Ayesha Maheswari, Dede Zubaidah
Abstract: Masjid memiliki kedudukan strategis dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Sejak masa Nabi Muhammad SAW, masjid… berfungsi sebagai pusat pembinaan umat dan penguatan peradaban Islam. Namun, dalam praktik kontemporer, fungsi sosial masjid belum sepenuhnya berjalan optimal. Berbagai tantangan masih dihadapi, seperti keterbatasan dana dan sumber daya, serta rendahnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda. Perbedaan persepsi masyarakat terhadap fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial turut memengaruhi tingkat keterlibatan jamaah dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan persepsi masyarakat di wilayah perumahan dan pedesaan mengenai fungsi masjid sebagai pusat aktivitas sosial, mengidentifikasi bentuk aktivitas sosial yang dominan, serta mengkaji faktor-faktor yang memengaruhi perbedaan persepsi tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, kuesioner terbuka, serta studi literatur. Lokasi penelitian meliputi Masjid Jami’ Darul Hikmah yang berada di wilayah perumahan dan Masjid Jami’ Taufiqillah yang berada di wilayah pedesaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Jami’ Darul Hikmah memiliki peran yang relatif seimbang antara fungsi sosial dan keagamaan dengan keterlibatan masyarakat yang cukup aktif, meskipun partisipasi remaja masih terbatas. Sementara itu, Masjid Jami’ Taufiqillah lebih menonjol dalam kegiatan keagamaan dengan jangkauan jamaah yang lebih luas, namun aktivitas sosialnya cenderung terbatas akibat faktor lokasi dan hambatan psikologis remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial melalui peningkatan partisipasi generasi muda dan dukungan masyarakat sekitar.

KEARIFAN LOKAL DAN PRAKTIK PEMBACAAN SURAH YASIN MALAM JUM’AT DI KALANGAN ETNIK MADURA SUNGAI BAKAU BESAR DARAT

Abdullah, Saifuddin Herlambang, Luqman Abdul Jabbar
Abstract:                                    Penelitian ini mengkaji kearifan lokal dan praktik pembacaan Surah Yasin malam Jumat di kalangan etnik Madura Sungai Bakau Besar Darat dalam perspektif Living Qur’an. Tujuan penelitian… Living Qur’an. Tujuan penelitian adalah menganalisis makna sosial-religius tradisi Yasinan, relasinya dengan nilai kearifan lokal, serta proses transformasi teks Al-Qur’an menjadi tradisi hidup dalam masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi agama melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan tokoh agama dan masyarakat, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Yasinan berfungsi sebagai media penguatan iman, sarana integrasi sosial, peneguh identitas keislaman etnik Madura, dan ruang negosiasi antara teks suci dan budaya lokal. Tradisi ini mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, spiritualitas, penghormatan kepada leluhur dan orang tua, serta pendidikan keagamaan antar generasi. Dalam perspektif Living Qur’an, Surah Yasin tampil sebagai teks hidup yang tidak hanya dibaca, tetapi dihidupi melalui ritual, simbol, dan relasi sosial, sehingga menjadi sumber harapan, doa, dan keselamatan kolektif. Penelitian ini menegaskan bahwa kearifan lokal tidak bertentangan dengan Al-Qur’an, melainkan menjadi medium kontekstualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial masyarakat. Implikasi penelitian ini bersifat teoretis dalam penguatan kajian Living Qur’an dan praktis bagi pengembangan pendidikan, dakwah kultural, serta pelestarian tradisi Islam lokal.

TRANSFORMASI MAHAR MENUJU MAHAR PRODUKTIF: KAJIAN MAQĀṢID AL-SHARĪ‘AH DAN PROSPEK PEMBAHARUAN HUKUM KELUARGA ISLAM

Husnul Khotimah, Jumni Nelli
Abstract: Mahar merupakan salah satu rukun penting dalam perkawinan Islam yang memiliki legitimasi normatif dalam Al-Qur’an dan hadis. Namun, dalam praktik sosial, mahar sering dipahami sebatas simbol formal yang cenderung konsumtif… mtif dan kurang memberi dampak jangka panjang bagi keberlangsungan rumah tangga. Berangkat dari persoalan tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis konsep mahar produktif dalam perspektif hukum Islam serta implikasinya terhadap pemberdayaan ekonomi keluarga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian normatif (library research), didukung dengan pendekatan yuridis-normatif dan sosiologis-hukum. Sumber data terdiri dari Al-Qur’an, hadis, literatur fiqh klasik dan kontemporer, regulasi hukum positif Indonesia, serta penelitian terdahulu. Analisis dilakukan secara deskriptif-analitis dengan kerangka maqāṣid al-sharī‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahar produktif memiliki dasar hukum yang sah dalam fiqh karena memenuhi syarat māl mutaqawwim. Praktiknya dapat ditemukan di beberapa daerah di Indonesia, seperti tanah di Minangkabau, ternak di NTB, dan peralatan usaha di Jawa. Mahar produktif terbukti memberikan dampak positif berupa pemberdayaan ekonomi istri, penguatan ketahanan rumah tangga, serta kontribusi dalam menekan angka perceraian akibat faktor ekonomi, meskipun masih menghadapi tantangan budaya yang memandang mahar sebagai simbol semata. Dari perspektif maqāṣid al-sharī‘ah, mahar produktif lebih selaras dengan tujuan syariat karena menghadirkan maslahat yang berkelanjutan. Oleh karena itu, mahar produktif memiliki prospek sebagai bagian dari ijtihad kontemporer hukum keluarga Islam, yang dapat dikembangkan melalui fatwa, regulasi, dan edukasi masyarakat, sehingga mendukung pembaharuan hukum Islam di Indonesia tanpa meninggalkan prinsip dasar syariat.

AL-MABĀNI WA AL-MA‘ĀNI: RELASI ANTARA BENTUK ṢARFIYYAH DAN MAKNA SEMANTIS DALAM BAHASA ARAB

Muhammad Rahmat Alimin, Nizar, Hamzah
Abstract: Kajian relasi antara bentuk (al-mabāni) dan makna (al-ma‘āni) merupakan aspek fundamental dalam linguistik Arab yang menegaskan keterpaduan antara sistem morfologi (al-ṣarf) dan semantik (al-dalālah). Dalam bahasa Arab,… Arab, setiap perubahan bentuk kata tidak hanya merepresentasikan variasi gramatikal, tetapi juga mengandung implikasi makna yang sistematis dan bermakna. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif hubungan antara bentuk ṣarfiyyah dan makna semantis melalui pendekatan morfosintaksis, dengan menelaah keterkaitan antara struktur morfologis dan fungsi sintaktis dalam pembentukan makna. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif–kualitatif berbasis studi kepustakaan dengan mengkaji karya-karya linguistik klasik, seperti Al-Kitāb karya Sibawaih dan Al-Khaṣā’iṣ karya Ibn Jinnī, serta membandingkannya dengan perspektif linguistik modern. Hasil kajian menunjukkan bahwa dalam bahasa Arab, bentuk berfungsi sebagai wadah makna (al-mabnā qālib al-ma‘nā), di mana perubahan huruf, pola wazan, dan struktur derivatif senantiasa membawa konsekuensi semantis yang jelas dan teratur. Relasi antara bentuk dan makna bersifat non-arbitrer serta mengikuti kaidah linguistik yang logis. Dengan demikian, pemahaman terhadap konsep al-mabāni wa al-ma‘āni menjadi landasan penting dalam studi morfosintaksis Arab dan memiliki relevansi aplikatif dalam pembelajaran bahasa Arab modern, khususnya dalam penguatan analisis gramatikal dan semantik..

ANALISIS ISI KURIKULUM PENDIDIKAN AGAMA ISLAM MATA PELAJARAN SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM (SKI) DI MTS AL-MUSYARROFAH

Ahmad Bakir, Muhammad Zuhdi, Bobi Erni Rusadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan menganalisis isi Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) di madrasah dengan pendekatan analisis konten (content analysis). Kajian ini didasari pentingnya… ntingnya SKI sebagai mata pelajaran yang tidak hanya menyajikan peristiwa sejarah, tetapi juga memuat nilai moral, budaya, dan identitas keislaman yang berperan dalam pembentukan karakter peserta didik. Analisis dilakukan terhadap struktur kurikulum, kompetensi, dan substansi materi yang tercantum dalam regulasi resmi, termasuk KMA 450 Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isi kurikulum SKI memiliki karakter integratif yang menggabungkan aspek historis dengan nilai-nilai keagamaan, serta berfungsi sebagai sarana penguatan literasi sejarah dan pembentukan karakter. Kurikulum disusun secara spiral mulai dari tingkat dasar hingga menengah, selaras dengan tahapan perkembangan kognitif peserta didik. Meski demikian, temuan empiris memperlihatkan adanya sejumlah kendala, seperti keluasan materi yang tidak sebanding dengan kedalaman pembelajaran, keterbatasan waktu belajar, dan variasi kompetensi guru dalam bidang historiografi. Analisis juga menegaskan bahwa kurikulum SKI perlu lebih adaptif terhadap perkembangan zaman melalui integrasi literasi digital, pendekatan historiografi kritis, dan model pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kurikulum SKI memiliki potensi kuat dalam membentuk pemahaman sejarah Islam yang komprehensif dan relevan, namun memerlukan penguatan pada aspek implementasi agar mampu menjawab tantangan pendidikan Islam di era modern. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan substansi kurikulum, peningkatan kompetensi guru, dan penyediaan sumber belajar yang lebih variatif.

REKONSTRUKSI SEJARAH BERDIRINYA PESANTREN USWATUN HASANAH DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN ISLAM DI WILAYAH MANGKANG

Bunga Fitri Lestari, Habib Aifan Kamil, Atina Asnassyifa, Ika Alief Affifah, Ilza Fadilatun Nadifa, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini bertujuan merekonstruksi secara historis proses berdirinya Pondok Pesantren Uswatun Hasanah di Mangkang serta menganalisis peran dan kontribusinya terhadap perkembangan Islam dan kehidupan sosial-keagamaan… masyarakat setempat. Penelitian menggunakan metode sejarah dengan menelusuri latar sosial-keagamaan, peran tokoh pendiri, dinamika kelembagaan, serta pengaruh pesantren terhadap pembentukan tradisi keislaman di wilayah Mangkang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan historis karena fokus kajian adalah rekonstruksi proses berdirinya Pondok. Data dikumpulkan melalui studi dokumentasi, wawancara dengan pengasuh, keluarga pendiri, dan observasi terhadap aktivitas kependidikan dan keagamaan di lingkungan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pesantren Uswatun Hasanah berkembang dari pondok berbasis tradisional menjadi kompleks pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan formal, nonformal, dan kepesantrenan, sekaligus berperan sebagai pusat dakwah, kaderisasi, dan penguatan identitas keagamaan masyarakat Mangkang. Temuan ini menegaskan posisi pesantren sebagai agen penting dalam pembinaan generasi muslim berilmu dan berakhlak serta sebagai motor transformasi sosial-keagamaan di tingkat lokal.​

KONTRIBUSI PENDIDIKAN PONDOK PESANTREN AL-AMANAH DALAM MENINGKATKAN NILAI-NILAI MODERASI BERAGAMA

Taufiqul Huda, Nurul Erlina, Lisa Damayanti, Ailsya Fauzia Haryono, Dwi Amalia, M Rikza Chamami
Abstract: Penelitian ini membahas kontribusi Pondok Pesantren Al-Amanah dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama melalui kegiatan pendidikan dan kehidupan sehari-hari santri. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif… riptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai moderat seperti sikap seimbang, toleransi, dan keadilan ditanamkan melalui pembelajaran kitab, keteladanan para pengasuh dan ustadz, serta pembiasaan dalam berbagai aktivitas sosial dan keagamaan. Lingkungan pesantren yang dihuni santri dari beragam daerah turut memperkuat terbentuknya sikap saling menghargai dan keterbukaan. Meski demikian, penelitian juga menemukan sejumlah tantangan, seperti kemampuan santri yang beragam, pengaruh konten digital yang tidak tervalidasi, serta keterbatasan sarana dan sumber daya pendidik. Temuan ini menegaskan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam memperkuat moderasi beragama, sekaligus membutuhkan penguatan literasi digital dan strategi pembelajaran yang lebih adaptif agar nilai moderasi dapat diinternalisasi secara lebih optimal.

IMPLEMENTASI NILAI-NILAI EVALUASI PENDIDIKAN DALAM PERSPEKTIF ISLAM: STUDI KASUS PELAKSANAAN EVALUASI DI MTSN 2 KARANGANYAR

Adi Kurniawan, Aryan Andika, Yusup Rohmadi
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi nilai-nilai evaluasi pendidikan dalam perspektif Islam melalui studi kasus pada praktik evaluasi pembelajaran di MTsN 2 Karanganyar. Latar belakang penelitian ini muncul… uncul dari adanya kesenjangan antara konsep evaluasi pendidikan Islami yang menekankan prinsip keadilan, kejujuran, pembinaan akhlak, serta pengembangan potensi peserta didik dengan realitas praktik evaluasi yang masih berfokus pada capaian kognitif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, melalui observasi proses evaluasi pembelajaran, analisis dokumen sekolah, serta wawancara dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang kurikulum, guru mata pelajaran, pembina boarding, dan siswa kelas boarding. Temuan penelitian menunjukkan bahwa praktik evaluasi di MTsN 2 Karanganyar telah mengintegrasikan sebagian prinsip evaluasi Islami, terutama pada aspek kejujuran, ketertiban belajar, dan pembinaan karakter melalui sistem monitoring harian di asrama. Namun, aspek evaluasi holistik yang mencakup spiritualitas, akhlak, dan karakter masih belum terstruktur dan belum memiliki instrumen baku. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi evaluasi berbasis nilai Islam di madrasah ini menunjukkan perkembangan positif, tetapi masih memerlukan penguatan pada aspek perencanaan instrumen, penjaminan mutu, dan tindak lanjut evaluasi. Oleh karena itu, integrasi konsep evaluasi Islami berbasis hisbah dan tazkiyah al-nafs dapat menjadi arah pengembangan sistem evaluasi yang lebih komprehensif.

EDUPRENEURSHIP SEBAGAI STRATEGI PENDIDIKAN DALAM MEMBANGUN KREATIVITAS WIRAUSAHA ISLAMI

Minatu Dhorifah, Dewi Fatimah Azzahra, Padmisari Kumara, Lestari, Reva Indah, Ferida Rahmawati
Abstract: Rendahnya minat untuk berwirausaha di kalangan anak muda menimbulkan kebutuhan akan pendidikan yang dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan mulai dari usia dini, bukan sekadar sebagai tambahan keterampilan tetapi juga sebagai… ai bagian dari pengembangan karakter. Artikel ini membahas peran edupreneurship sebagai metode pendidikan dalam menciptakan kreativitas wirausaha Islami dengan pendekatan kajian pustaka. Analisis akan berfokus pada pengertian edupreneurship, integrasi nilai-nilai Islam dalam kewirausahaan, serta cara yang dapat digunakan untuk menilai kreativitas wirausaha di sekolah. Kajian literatur dilakukan dengan melakukan pemeriksaan terhadap berbagai sumber akademis untuk memperkirakan kekuatan dan kelemahan penerapan program edupreneurship, termasuk dalam hal kurikulum, desain pembelajaran, kegiatan praktik seperti bazar sekolah, pembuatan produk, pemasaran digital, serta penerapan alat untuk mengembangkan kreativitas. Hasil analisis menunjukkan bahwa edupreneurship memiliki potensi besar untuk meningkatkan kreativitas wirausaha Islami jika diintegrasikan ke semua mata pelajaran, dijalankan secara teratur, dan didukung oleh alat evaluasi yang jelas. Tanpa dukungan tersebut, klaim keberhasilan dalam membentuk kreativitas bersifat deskriptif dan sulit untuk digeneralisasi. Sebagai kesimpulan, penguatan edupreneurship harus diarahkan pada pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis bukti agar dapat secara efektif membentuk generasi wirausaha Islami yang kreatif, beretika, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Abstrak dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Abstrak memuat secara singkat tentang latar belakang, tujuan, metode penelitian, hasil penelitian, dan kesimpulan penelitian. Abstrak berisi maksimum 250 kata, spasi tunggal ditulis dengan huruf miring (Italic) bagi abstrak Bahasa Inggris. Di bawah abstrak dicantumkan kata kunci yang terdiri atas maksimum enam kata, dimana kata pertama adalah yang terpenting. Abstrak dalam bahasa Indonesia merupakan terjemahan dari bahasa Inggris. Editor berhak untuk mengedit abstrak demi alasan kejelasan isi abstrak.