Search Articles & Publications

Showing 893 articles found for "Puan"

PENERAPAN TERAPI MUROTTAL AL-FATIHAH UNTUK MENGONTROL HALUSINASI PENDENGRAN PADA PASIEN SKIZOFRENIA

Ramadani, Kuatin, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya… ngnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan     internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat  tentang lingkungan  tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.Gangguan jiwa disebutkan sebagai bagian dari gangguan mental. Gangguan mental yang terjadi pada umumnya adalah gangguan kesemasan dan gangguan depresi, menimbulkan gangguan jiwa seperti halusinasi. Halusinasi adalah hilangnya kemampuan manusia dalam membedakan rangsangan internal dan rangsangan eksternal klien memberi persepsi atau pendapat tentang lingkungan tanpa ada obyek atau rangsangan yang nyata. Cara mengontrol halusinasi memerlukan penatalaksanaan non farmakologi yaitu terapi murottal. Tujuan studi kasus ini adalah menggambarkan penerapan terapi murottal Al-Fatihah pada pasien untuk mengontrol halusinasi pendengaran. Metode penelitian yang digunakan oleh penulis yaitu metode studi kasus deskriptif dengan pendekatan kepada 1 pasien halusinasi pendengaran yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, tinjauan literatur, dan demonstrasi. Hasil penelitian didapatkan sebelum diberikan terapi mutottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi 19 dan sesudah diberikan terapi murottal Al-Fatihah skor tingkat halusinasi menjadi 11. Pasien juga mampu mengontrol halusinasi dengan cara terapi murottal surat Al-Fatihah. Kesimpulan studi kasus ini yaitu terapi murottal surat Al-Fatihah dapat mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien. Diharapkan perawat dapat memasukkan terapi murottal sebagai salah satu penatalaksanaan non farmakologis dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasien halusinasi pendengaran.

PENERAPAN TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI PADA PASIEN ISOLASI SOSIAL

Febrianti, Sefi, Sundari , Ririn Isma, Rahmawati, Arni Nur
Abstract: Gangguan jiwa merupakan suatu keadaan jiwa yang tidak mempunyai hubungan dengan realitas, dimana selama periode gangguan jiwa, individu tersebut tidak menyadari apa yang dialami orang lain tentang hal yang sama dan orang… ng lain tidak mempunyai respons dengan cara yang sama. Berdasarkan data WHO tahun 2019, 1 dari setiap 8 orang atau 970 juta orang di seluruh dunia hidup dengan gangguan jiwa. Didapatkan data dari rekam medik di RSUD Banyumas pada tahun 2021 menyebutkan prevalensi isolasi sosial diruang Nakula ada 14 orang. Salah satu masalah yang ditemukan pada pasien gangguan jiwa berat adalah isolasi sosial. Masalah isolasi sosial dapat dilakukan dengan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS). Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) pada pasien isolasi sosial. Metode penelitian ini menggunakan studi kasus deskriptif. Studi kasus ini sudah dilaksanakan di Ruang Sadewa Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas tanggal 18 November 2023. Subyek pada studi kasus ini pasien dengan diagnosa Skizofrenia dengan masalah isolasi sosial. Instrumen pengumpulan data dengan format pengkajian asuhan keperawatan jiwa, lembar observasi Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisai (TAKS). Hasil studi menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi selama 9 hari dengan penerapan TAKS ada perubahan penurunan tanda dan gejala isolasi sosial sebelum dan sesudah dilakukan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS), dan pasien mampu meningkatkan kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Kesimpulan dari penelitian ini, hasil dari penerapan Terapi Aktivitas Kelompok Sosialisasi (TAKS) dari sesi 1 sampai sesi 7 perlu direkomendasikan agar perawatan pasien dengan isolasi sosial menjadi efektif.

PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA

Pratiwi, Dewi Kurniawati, Maknun, Lu’luil
Abstract: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui implementasi metode diskusi dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan untuk mengetahui pemanfaatan metode diskusi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka (library… ary research) dengan pengumpulan data yang dilakukan dengan menelaah teori-teori, pendapat, dan pokok pikiran yang terdapat dalam media cetak seperti buku, jurnal, dan majalah. Metode diskusi akan menunjukan interaksi para peserta didik seperti, berani bertanya serta mampu menjawab pertanyaan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, sehingga kondisi pembelajaran di kelas menjadi lebih efektif dan para peserta didik akan lebih berpikir kritis dalam berdiskusi. Penggunaan metode diskusi ini dapat menunjukan pengaruh yang signifikan, yaitu para peserta didik menjadi lebih aktif, sehingga pendidik dapat mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih baik.

PROBLEMATIKA PROSES PEMBELAJARAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS (AUTIS) DI KELAS III SD MUHAMMADIYAH SOCAH BANGKALAN

Pramesti, Shelia, Harsiwi, Nova Estu
Abstract: Penelitian ini mengkaji problematika proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan kondisi autism di kelas 3 SD Muhammadiyah Socah.Fokus utama Penelitian anak yang bernama ilham,seorang siswa kelas 3 yang mengalami… galami autisme.Selama proses pembelajaran,ilham menghadapi berbagai tantangan ,seperti kesulitan berbicara yang mengharuskannya ditatap terlebih dahulu sama guru,serta kesulitan dalam menulis,ketidakma mpuannya dalam memahami dan mengikuti perintah dasar guru.Pada masa penelitian ini,SD muhammmadiyah Socah tidak memiliki guru pendamping khusus untuk anak berkebutuhan khusus setelah sebelumnya pernah ada tetapi kemudian mengundurkan diri.Disini untuk wali kelas 3 bernama ustadzah Dian,berperan penting dalam mendampingi dan membantu proses pembelajarannya,meskipun tanpa bantuan khusus dari pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).Ilham disini sering duduk di lantai atau dipangku oleh guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.Meskipun demikian,perawatan sehari-hari ilham berlangsung normal,dan ia mampu berjalan dan berinteraksi dengan teman-temannya di kelas.Untuk Kepala sekolah SD ini bernama Bapak Ali Imron,menyadari tantangan ini dan terus berupaya mencari solusi terbaik untuk mendukung perkembangan dan pembelajaran ilham di lingkungan sekolah.Penelitian ini menyoroti pentingnya peran pendamping Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dalam mendukung proses pembelajaran yang inklusis dan optimal bagi anak-anak dengan autisme.

KESADARAN ORANG TUA TERHADAP ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS TUNA GRAHITA DI SEKOLAH DASAR REGULER

Mafarrikhah Rahmah Maulidi, Saniyatul, Harsiwi , Nova Estu
Abstract: Penelitian ini bertujuan untuk meneliti seberapa pentingnya peran orang tua dalam perkembangan kemampuan bagi anak berkebutuhan khusus khususnya bagi penyandang tuna grahita terutama dalam menyadari anaknya yang memiliki… gangguan tersebut. Pada  pelaksanaanya penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang di dukung dengan Teknik wawancara dan observasi dalam pengumpulan data sehingga dapat di temukan bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki gangguan yang bervariasi seperti gangguan pendengaran, penglihatan, hambatan intelektual, perubahan emosi dan hiperaktif. Melalui berbagai variasi tersebut tidak menjamin bahwa anak berkebutuhan khusus memiliki Tingkat kemampuan yang sama, melainkan mereka memiliki tingkatan yang berbeda meskipun memiliki jenis gangguan yang sama maka dari itu pendidik perlu menyiapkan proses pembelajaran yang sesuai untuk memenuhi kebutuhannya yang hal ini di dukung dengan adanya pengelompokan kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing gangguan serta adanya peran orang tua yang terlibat didalamnya namun di lapangan peneliti menemukan permasalahan bahwa kurangnya kesadaran orang tua dalam menerima keadaan anaknya membuat penyerapan kemampuan intelektualnya menjadi terkendala.

DAMPAK KONSUMSI ZAT GIZI MIKRO TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI

Khotimah, Khusnul
Abstract: Anemia merupakan kondisi kekurangan kadar hemoglobin dalam darah yang menjadi permasalahan utama gizi di Indonesia, terutama disebabkan oleh defisiensi zat besi. Kondisi ini memiliki dampak negatif yang signifikan terhadap… ap remaja, termasuk menurunkan konsentrasi belajar, mengurangi kemampuan untuk mengikuti aktivitas di sekolah, serta melemahkan daya tahan tubuh. Khususnya pada remaja perempuan, anemia meningkatkan risiko terhadap komplikasi serius seperti anemia selama kehamilan, perdarahan, kelainan bawaan pada bayi, Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR), dan stunting pada anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara konsumsi zat gizi mikro dengan kejadian anemia pada remaja putri. Metodologi penelitian menggunakan pendekatan cross-sectional dan desain deskriptif analitik dengan melibatkan 30 remaja putri sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dirancang untuk mengumpulkan data tentang jenis, frekuensi, dan jumlah asupan makanan serta kebiasaan diet responden. Selain itu, dilakukan pengukuran kadar Hemoglobin (Hb) untuk menentukan kejadian anemia. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang signifikan (p = 0,001) antara tingkat konsumsi zat gizi mikro dan kejadian anemia pada remaja putri. Hal ini menegaskan pentingnya asupan gizi mikro yang memadai dalam pencegahan anemia di kalangan remaja putri. Penelitian ini memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang faktor-faktor yang berkontribusi terhadap anemia pada remaja putri, serta memberikan dasar bagi pengembangan intervensi gizi yang lebih efektif untuk mengurangi prevalensi anemia di Indonesia.

PERAN GURU SHADOW DALAM MENDAMPINGI PEMBELAJARAN ANAK SLOW LEARNER DI SD MUHAMMADIYAH 1 BANGKALAN

Amalia, Ihda, Harsiwi , Nova Estu
Abstract: Slow learner merupakan Kondisi dimana siswa memiliki keterlambatan pada setiap mata pelajaran, pasif, pencapainan yang terbatas dibandingkan dengan siswa lainnya karena sulit untuk menerima dan mempelajari materi. Pendidikan… ikan Inklusi merupakan pendidikan dimana siswa berkebutuhan khusus dapat diterima dan belajar bersama anak normal di sekolah reguler dan mendapatkan pelayanan pendukung dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan guru shadow untuk mendampingi siswa slow learner dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan satu sampel anak slow learner di kelas 2A SDN Muhammdiyah 1 Bangkalan. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi guru shadow memiliki peran yang sangat penting dalam mendampingi anak slow learner agar tujuan pembelajaran dapat mereka capai dengan baik. Salah satu peran guru shadow yakni sebagai pembimbing yang dapat mengarahkan anak slow learner lebih displin dan membantu siswa slow learner untuk mengingkatkan kemampuan kognitifnya. Hasil wawancara dengan guru shadow, anak slow learner di kelas 2A mengalami perkembangan yang pesat baik dari segi kognitif maupun psikomotorik dibuktikan dengan mampu menulis dan mengerjakan tugasnya secara mandiri

PERAN UNIT PELAKSANA TEKNIS DAERAH PERLINDUNGAN PEREMPUAN DAN ANAK KOTA TANJUNGPINANG DALAM PENDAMPINGAN KORBAN PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK DI BAWAH UMUR

Maharani, Devi Sri, Nazaki, Nazaki, Sophia, Uly
Abstract: Salah satu aspek hak yang penting dilindungi oleh pemerintah adalah hak anak untuk mendapatkan perlindungan dari berbagai ancaman tindakan diskriminatif, ancaman kekerasan mental, fisik dan seksual dan berbagai bentuk ancaman… caman lainya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui peran Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang dalam pendampingan korban pelecehan seksual pada anak, dalam penelitian ini menggunakan teori Soerjono Soekanto (2002) dengan teori peran yaitu dilihat dari peran normatif, peran ideal dan peran faktual.  Metode dalam penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dimana dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak Kota Tanjungpinang berperan dalam pendampingan korban pelecehan seksual pada anak dimana saat ini UPT PPA melakukan pendampingan rohani, psikologis, mendampingi proses hukum hingga visum. Berdasarkan hasil temuan ada beberapa SOP dalam pelaksanaanya belum sesuai seperti waktu dan prosedur pendampingan yang harus menyesuaikan keadaan di lapangan dan akhirnya diberikan tidak tepat sesuai SOP kemudian belum terpenuhinya beberapa fasilitas, salah satunya adalah jalur disabilitas dan Pusat Pembelajaran Keluarga. Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) diharapkan yang menjadi garda terdepan dalam pendampingan masalah kesehatan mental bagi anak dan orang tua.

SOSIALISASI TES KEBUGARAN SISWA INDONESIA (TKSI) di MGMP PJOK SMA KOTA BANJARBARU

Habibie, Muhammad, Fitrianto , Ari Tri, Apriani , Herlina
Abstract: Pada pembelajaran pendidikan jasmani banyak guru yang sudah menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan apa yang diharapkan. Pada aspek kognitif guru sudah memiliki acuan yang ada pada buku Pendidikan Jasmani dan LKS siswa,… a, Pada aspek Psikomotor dan Afektif sudah diterapakan hal-hal yang sesuai dengan tingkat pembelajaran siswa. Tetapi dalam pembelajaran pendidikan jasmani sering ada hal yang sering terlupakan, yaitu kebugaran siswa. Kenyataan nya kebugaran siswa adalah salah satu dari tujuan pendidikan jasmani itu sendiri. Tahun 2023 kemendikbud Indonesia telah mengeluarkan Tes Kebugaran Siswa Indonesia, yang mana tes ini sesuai dengan kondisi sarana prasarana yang ada di daerah-daerah Indonesia. Tes Kebugaran Siswa Indonesia. (TKSI) merupakan satu paket rangkaian tes kebugaran siswa Indonesia yang harus dilakukan secara keseluruhan tanpa mengurangi dan menambahkan item tes lain. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian terhadap masyarakat ini adalah untuk menjadi panduan bagi guru-guru tingkat SMA di kota Banjarbaru dalam pelaksanaan tes dan latihan, serta sebagai alat pengolahan dan penyimpanan data, bahkan sebagai prediktor dalam pengembangan bakat peserta didik di bidang olahraga. TKSI adalah sebuah web untuk mengukur Tingkat kebugaran jasmani dan mengukur serta indeks massa tubuh (BMI) yang bertujuan untuk mengukur berat dan tinggi ideal siswa. Sosialisasi ini dilaksanakan, terlebih dahulu diadakan pretes kemampuan tentang pengetahuan tentang tes kebugaran siswa Indonesia. Begitu pula setelah selesai rangkaian sosialisasi, Para guru diberikan 18 soal tentang (TKSI) post tes tentang pengetahuan tentang tes dan kebugaran siswa. Ada peningkatan sekitar 80% pengetahuan tentang tes kebugaran siswa indonesia yang terlihat dari post test dari kegiatan yang meningkat.

DAMPAK SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) TERHADAP PROSES PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMASARAN BERBASIS SEBARAN TITIK LOKASI DALAM MENENTUKAN NILAI MINIMARKET

S, Kristina Natalina, Silvany, Silvany, Supratikta , Hadi
Abstract: Artikel ini membahas tentang pemanfaatan teknologi sistem informasi geografis (GIS). Dalam pembelajaran pemasaran guna meningkatkan daya saing nilai Marketing. Tujuan pengembangan kursus pemasaran berbasis GIS adalah, (1)… ) untuk mengajar keterampilan siswa dalam memecahkan masalah pemasaran dengan menggunakan teknologi GIS sebagai dasarnya pengambilan keputusan, (2) meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi atau menyajikan masalah bisnis mereka menggunakan citra visual seperti peta dan grafik. Di dalam artikel penulis juga mengusulkan tujuh modul pemasaran berbasis GIS antara lain a modul adalah prinsip-prinsip pemasaran, manajemen ritel, perilaku konsumen, riset pemasaran, e-commerce, manajemen penjualan dan pemasaran terpadu komunikasi.